SAMPIT, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
Kalteng/ Dua kelompok remaja di Sampit, Kotawaringin Timur, Selasa dinihari, hampir menjadi kerusuhan, Untungnya, pihak aparat keamanan dan pemerintah daerah segera cepat bertindak meredam pertikaian. Aparat keamanan dari Polres Kotawaringin Timur, Kodim 1015 Sampit, berserta pihak Pemerintah Daerah setempat langsung berupaya meredam isu. Mereka berhasil menyakinkan warga pedalaman jika isu tersebut hanyalah berita yang tidak benar. (23/10/2019)
Insiden sebenarnya adalah korban selamat dan cuma lebam akibat pengeroyokan tersebut,” Bukan tewas akibat penikaman. Korban menderita luka memar akibat dipukul pelaku yang berjumlah sembilan orang. Bermula karena adanya berita hoax tentang tewasnya dua remaja dari Suku Dayak oleh suku tertentu. Isunya, korban tewas ditikam pelaku. Kapolres berjanji kasus pengeroyokan ini akan ditangani dengan seksama,” Tegasnya.

Saat jumpa pers di Mapolres Kotim,” AKBP Rommel melanjutkan, isu ini sudah merebak di wilayah pedalaman Kabupaten Kotawaringin Timur. Kabarnya, mereka segera bergerak menuju kota Sampit untuk menuntut balas. Padahal pengeroyokan tersebut merupakan perkelahian biasa, tidak ada unsur pembunuhan. Tidak ada yang tewas dalam peristiwa ini, terutama mereka yang dikabarkan sebagai korban, hanya motor saja yang rusak,” Ungkapnya.
Bupati Kotawaringin Timur,” Supian Hadi langsung menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh dari kedua Etnis tersebut. Semua pelaku yang berjumlah sembilan orang sudah di proses secara hukum, untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Bahkan ada beberapa pelaku yang masih di bawah umur. Peristiwa yang nyaris memancing kerusuhan berbau SARA ini aparat cepat tanggap dalam mengambil langkah langkah penyelesaian, karena mereka tidak ingin terjadi seperti di Penajam Paser Utara,” Ucapnya.

Kabar yang beredar adanya korban dari salah satu suku tewas,” Padahal itu tidak benar, pelaku sudah ditangkap sekitar pukul 03:10 Wib. Perkelahian disebabkan cekcok mulut antara kawanan pelaku dan dua korban yang berujung pengeroyokan. Kedua pihak yang terlibat perkelahian sebenarnya sudah berdamai beberapa saat setelah pengeroyokan. Bupati meminta semua pihak agar isu ini harus segera diredam karena sangat berbahaya bagi stabilitas daerah kita,” Tutupnya.
Sumber,” Fauzie Rahman/elg (Gmm)

