Mahasiswa Semakin Beringas.

JAKARTA, GLOBALMARTAMEDIA.COM

  • @ Membuka Jendela Dunia.

Para Demonstran Yang berkumpul di Belakang Kompleks Parlemen sejak petang melempari bom molotov ke Arah pasukan Polisi Yang berjaga, Rabu malam, Mereka semakin beringas lantaran banyak Mahasiswa teman mereka yang terluka. (25/09/2019)

Massa terpantau sedang melempari aparat dengan batu dan bom molotov, Massa juga melempari batu dan juga petasan ke Arah aparat dari arah jalan Palmerah Timur, Jakarta Pusat. sekitar pukul 19:37 Wib, Setidaknya dua molotov telah dilempar massa ke arah komplek, Mereka pun para aparat langsung menghindari lemparan demonstran.

Mahasiswa melempari batu dan molotov ke arah aparat.

Polisi pun membalas dengan menembakkan gas air mata dan juga membalas petasan ke arah massa. Diketahui, massa yang menentang adalah pelajar sekolah menengah yang terlibat kericuhan dengan aparat kepolisian di belakang Gedung DPR, dekat Stasiun Palmerah, Jalan Palmerah Timur.

Kericuhan berawal sekitar pukul 14:30 Wib. Massa terlihat beberapa kali melempar petugas dengan berbagai benda seperti batu dan botol. Aksi itu dibalas dengan beberapa kali tembakan gas air mata. Pelajar tak menghiraukan polisi atas himbauan yang meminta mereka segera membubarkan diri, karena rawan disusupi dan diprovokasi, Sementara massa sudah penuh di dekat pagar belakang Gedung DPR.

Aparat terkena lemparan batu dari Mahasiswa

Diduga para pelajar yang ikut ricuh ini adalah pelajar yang siang tadi melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR. Dari segi jumlah lebih banyak dari yang berdemonstrasi siang tadi.

Lebih dari Bogor, Jawa Barat, Jakarta Utara, hingga Tangerang. Mereka rata-rata masih memakai seragam putih abu-abu, putih biru, dan pramuka. Saat unjuk rasa di depan Gedung DPR, peserta demo STM itu sempat diamankan dan didata polisi. Saat membicarakan, banyak dari mereka yang hanya ikut-ikutan demonstrasi ke Jakarta.

baca juga :  Isu Dua Kelompok Bertikai Di Sampit.
Mahasiswa berkumpul untuk menyampaikan inspirasinya.

Bahkan mereka juga tidak tahu apa itu RKUHP yang mereka protes. Sementara itu, tak ada aksi mahasiswa yang menolak RKUHP dan RUU internasional lainnya yang dua hari lalu intens digelar di depan Gedung DPR tampak dilakukan pada hari ini.

KPAI sebelumnya menyatakan berhasil menyelamatkan anak-anak yang ditangkap polisi karena dipindahkan terlibat perusakan dan membakar pos polisi di Slipi, Jakarta Barat pasca demonstrasi pada Selasa (24/09) malam. Polres Metro Jakarta Barat mempertahankan 17 orang yang terkait perusakan pos polisi dan melibatkan anak di bawah umur.

Menurut Komisioner KPAI Retno Listyarti menyatakan KPAI akan mendalami kasus tersebut. Kami baru tahu tentang kasus ini tadi pagi. KPAI akan melakukan pengawasan kepada polisi, prosesnya sesuai dengan sistem peradilan pengadilan anak,” Tutupnya.

Sumber,” Fahri Cnn (Gmm)