PONTIANAK, GLOBALMARTAMEDIA.COM
Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia,” Susi Pudjiastuti, Menenggelamkan 13 Kapal Ikan Asing di perairan laut Pulau Datok Kabupaten Mempawah Kalbar,” Mentri Susi Lakukan Pemusnahan 13 Kapal Vietnam Di perairan Pulau Datok. Menteri Kelautan dan Perikanan RI,” Susi Pudjiastuti menyaksikan langsung pemusnahan barang bukti 13 kapal ikan Asing pada Sabtu siang. Kapal Ikan Asing (KIA) yang dimusnakan itu berbendera,” Vietnam, barang bukti tindak pidana Ilegal Fishing hasil tangkapan PSDKP di Pontianak. (04/05/2019)

Selain di hadiri Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti, Hadir juga,” Wakasal Laksdya TNI Wuspo Lukito, Gubernur Kalimantan Barat,” H. Sutarmidji, Kapolda Kalimantan Barat,” Irjen Pol Drs. Didi Haryono, Danlantamal XII Pontianak,” Laksma TNI Gregrorius Agung W.D, M.Tr (Han), Kepala PSDKP Pontianak,” Erik Sostenes, Kajati Prov. Kalimantan Barat,” Baginda Polin Lumbangaol, Kajari Pontianak,” Agus Sahat ST Lumbangaol, Barang bukti Kapal Ikan Asing berbendera Vietnam yang dimusnahkan,” KH 95563 TS , BV 93573 TS, BV 0270 TS, BV 0348 TS, BV 93797 TS, BV 92413 TS, BV 90739 TS, BV 5135 TS, BWF MA14, BV 5431 TS, BV 5183 TS, BV 97679 TS dan BV 5185 TS. Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti menuturkan,” Penenggelaman kapal adalah sebuah Amanah Undang Undang yang memang harus di lakukan agar membuat efek Jera dan sering melihat Kapal Asing se enaknya masuk dan mengambil Kekayaan di Laut kita selama beberapa Tahun ini,” Tuturnya.

Penenggelaman kapal menjadi satu problem yang telah menghabiskan Sumber Daya Perikanan Laut Indonesia, Terkadang mudah melupakan hal yang sebetulnya lama terjadi dimana Sumber Daya Perikanan kita puluhan juta ton turun menjadi 7,1 Juta Ton di tahun 2014, Rumah tangga nelayan kita berkurang 115 eksportir, Ini adalah sebuah masalah yang luar biasa terjadi. Menteri Susi menegaskan, Mereka para pencuri ikan dan Kapal yang di ditenggelamkan di lakukan sangat efektif membuat para maling pergi, dan berpikir untuk kembali mencuri. Peningkatan Sumber Daya Ikan kita dari 7 Juta Ton menjadi 12 Juta Ton dan dua tahun lalu di cek naik jadi 13 Juta Ton dan Neraca Perdagangan di Asia Tenggara menjadi nomor satu terbesar di dunia. Susi menerangkan saat ini ada 56 Kapal ilegal yang belum inkrah ditambah dengan tangkapan lainnya dengan total semua masih ada 90 buah yang masih banding dan belum inkrah. “Saya harapkan 90 ini tidak berkurang semua keputusannya untuk dimusnahkan,” Imbuhnya. (Hln/Dok)
