MARTAPURA, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
Kalsel/ Ada pepatah mengatakan,” Martapura adalah Kota Serambi Mekkah” Tapi sekarang tidak seperti itu lagi melainkan Kota Seram,” Ujar orang nomer Satu di Kabupaten Banjar,” Guru Khalil yang akrab di sapa. Terbukti apa kata beliau, keluhan masyarakat tentang pelayanan kesehatan sangat berkurang” di Puskesmas hingga Rumah Sakit Umum Ratu Zalekha. Apalagi masalah Drainase yang yang selalu jadi kendala di saat seperti ini musim penghujan, yang selalu mengganggu aktivitas warga karena akses jalan di tengah kota banjir. (10/03/2020)
Setiap hujan yang mengguyur Kota Martapura Kabupaten Banjar dalam beberapa hari ini, Sabtu 07/03 sekitar pukul 12:51 Wita, Hampir di setiap ruas jalan terendam banjir yang di sebabkan tak ada pembenahan drainase yang sudah lama menjadi masalah di instansi Bidang Sumber Daya Air dan Bina Marga (PUPR) Kabupaten Banjar. Seperti jalan Mentri Empat Kelurahan Keraton, jalan Pangeran Abdurrahman Kelurahan Pasayangan dan daerah lain seperti simpang empat jalan Belahan Pasayangan, air tergenang mencapai ketinggian 15 hingga 20 cm.

Dalam pembenahan suatu daerah yang Asri dan Religi kesiapan lembaga yang konsisten dan konsekuen dalam menjalankan tugas untuk kemaslahatan warga. Pembenahan di bidang saluran air atau aliran air seperti drainase yang mampet dan dangkal karena tidak adanya pengerukan sedimen yang berkala oleh Instansi terkait. Kabid Sumber Daya Air,” Ade Rojali mengatakan, Pembersihan dan pengerukan drainase yang mampet dan dangkal karena masalah minimnya anggaran yang di miliki instansi mereka, jadi kami bekerja tidak bisa maksimal,” Terangnya. Apakah menunggu anggaran besar drainase yang sudah lama jadi inti permasalahan banjir baru akan di benahi.
Kabid Bidang Sumber Daya Air (SDA) Ade Rojali sepertinya lalai dan lamban dalam menangani hal tersebut, Apakah sosok seperti ini yang di pertahankan ? Menurutnya saat di mintai keterangan di ruang kerjanya mengatakan, Masih ada warga yang tidak setuju kalau pihak kami akan membenahi saluran air yang menutup dan menumpuk di drainase, terus anggaran kami kecil pak,” kata Ade Rojali. Ini adalah pernyataan konyol yang di ucapkan Kabid Bidang Sumber Daya Air yang menyudutkan masyarakat, intinya instansi tersebut tidak akan membenahi kalau tidak ada anggaran yang besar, Terbukti sudah sekian tahun hal tersebut tak pernah di benahi.

Lanjutnya lagi,” Mulai bahari sudah kaini, kaitu pang sudah kondisinya di Pasayangan ni” karena aksestingnya di bawah permukaan air sungai” terus warga tidak semuanya sepakat kalau kami membersihkan saluran air yang mampet di area tersebut,” papar Ade Rojali. Kenapa setiap kebijakan yang akan di ambil pemerintah daerah selalu warga yang jadi tumbal, selalu warga yang di salahkan ? Apakah tidak ada solusi instansi tersebut untuk tidak menyudutkan warga ? inikah yang dinamakan instansi tersebut mau lari dari tanggung jawab untuk kemaslahatan warganya.
Warga Pasayangan,” H. Subhan mengatakan, Setiap datangnya musim penghujan, jalan kami yang berada di tengah Kota selalu terendam banjir, padahal disini ada empat buah gedung sekolah seperti gedung Sekolah Dasar, gedung Tsanawiyah dan Aliah Putri Al Amin, gedung Taman Kanak Kanak dan Pondok Pesantren Darussalam, kalau instansi terkait betul betul membenahi drainase yang dangkal dan mampet secara benar dan teratur pasti jalan tak akan tergenang air lagi, walaupun banjir tapi tidak berlangsung lama, paling lama satu jam jalan kering dan sudah normal kembali,” Ungkapnya.
Namun di akhir pembicaraan saat tim GMM konfirmasi di ruang kerja Ade Rojali menyatakan, siap membenahi drainase yang bermasalah, namun bertahap. Karena kami juga tidak bisa mengerjakan secara serentak di sebabkan minimnya anggaran. Terutama daerah Sekumpul, Keraton dan Pasayangan. Ade Rojali berjanji akan langsung turun kelapangan dengan rekan rekan untuk men ceck dan memastikan tidak ada lagi drainase yang mampet dan dangkal” Kami juga sudah ada mengusulkan ke Balai BWSD Provinsi semoga secepatnya di Asisi oleh instansi tersebut,” Tutupnya.
Sumber, “ Onedy/Dany/elg (Gmm)

