KALSEL, GLOBALMARTAMEDIA.COM
@ Membuka Jendela Dunia.
Martapura/ Dalam menghadapi hujan dengan intensitas yang tinggi BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan mengimbau kepada warga masyarakat khususnya yang bermukim di wilayah rawan banjir agar bersiap dan antisipasi menghadapi cuaca ekstrem. (12/02/2023)
Serta anak usia dini harus diberi arahan agar mengerti dan cepat tanggap dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrim, Minggu.
Di awal tahun 2023 curan hujan turun hampir setiap hari, ini sangat berpotensi adanya tanah longsor di pegunungan dan bencana angin puting beliung seperti di daerah Gambut, Kertak Hanyar, Martapura dan daerah lainnya.
Intensitas hujan tinggi dengan cuaca ekstrim membuat kondisi di daerah Kabupaten Banjar rawan banjir dengan air yang sangat cepat naiknya, seperti wilayah Martapura Kota, Martapura Timur dan Martapura Barat, selalu menjadi langganan pemukiman mereka terendam air dengan ketinggian hampir satu meter.
Kepala BPBD Kabupaten Banjar,” Warsita menyampaikan dan menghimbau agar warga khususnya di wilayah dataran rendah yang rawan banjir dan wilayah pegunungan yang rawan longsor harus tetap waspada. Kami sendiri dari BPBD juga sudah menyiapkan Posko Posko penanggulangan bencana banjir di beberapa titik.
Agar warga lebih mudah mengontrol debit air serta cepat tanggap dalam menanggulangi bencana yang akan datang.
“Ada tiga tahapan dalam penanggulangan kesiapsiagaan bencana, diantaranya seperti sosialisasi kepada warga, Kemudian tahapan darurat seperti pemukiman warga yang sedang terendam air hingga warga sampai mengungsi kedaerahan yang lebih aman, dan yang terakhir rehabilitasi seperti perbaikan jalan, hunian, logistik dan mendata warga yang masih mengungsi,” Terang Warsita selalu Kalak BPBD Kabupaten Banjar.

Karena awal tahun 2023 di wilayah Kalimantan Selatan khususnya Kabupaten Banjar cuaca ekstrim sangat sering terjadi dengan intensitas hujan yang lebih tinggi beserta angin puting beliung, Kepala Pelaksanaan,” Warsita perintahkan jajarannya untuk siap siaga dan cepat tanggap dalam menghadapi berbagai macam bencana alam, serta secepatnya dalam pengadaan logistik, perahu evakuasi, dapur umum disaat bencana datang seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.
“Pantauan kondisi di wilayah yang rawan banjir juga terus kita lakukan, Persiapan untuk kegiatan gladi kebencanaan akan kami lakukan terus menerus sampai kondisi dan situasi air betul betul normal agar warga tidak cemas dalam beraktivitas kembali,” ucap Kalak Warsita di halaman kantor BPBD, Jum’at.(10/02/2023)
“Kami bersama anak-anak dari Mitra Kasih sedang memperagakan alat tanggap bencana dalam menghadapi dan mengantisipasi datangnya bencana banjir ataupun bencana lainnya di usia dini, Anak anak harus paham dan mengerti cara menggunakannya seperti pelampung, perahu karet dan lainnya,” jelasnya.
“Posko kebencanaan sudah disiapkan ada di beberapa titik buat warga, serta persiapan sarana dan prasarana, hingga koordinasi dengan instansi terkait menjadi hal wajib guna mempersiapkan jika terjadi bencana di tengah cuaca ekstrem saat ini, kita tidak bisa menduga dan menghendaki bencana datang, marilah kita saling bahu membahu untuk siap siaga dan cepat tanggap,” Harap Kalak.
Sebaiknya anak usia dini di sekolah sekolah yang daerahnya menjadi langganan banjir atau bencana lainnya” klo bisa mereka diberikan arahan atau sosialisasi dalam menghadapi tanggap bencana.
“Team Reaksi Cepat dari BPBD juga selalu kontrol dan sosialisasi kepada warga di wilayah rawan banjir, ceck ketinggian air dan memasang sepanduk sepanduk himbauan. Saya menghimbau agar masyarakat tidak buah Sampah sembarangan, apalagi di aliran sungai, karena itu sangat berpotensi menimbulkan kebanjiran,” Tutup Warsita.
Sumber,” Dny/Arul/Elg (Gmm)

