RIAU, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
RIAU/ Ada salah seorang oknum owner Media,” S Hondro yang dinilai tak tahu diri dan semborono dalam mengeluarkan keterangan dan pernyataan yang menyinggung perasaan para Journalis dan Owner media yang tergabung disalah satu Group “WhatssApp”. Izin ketua ? gimana kalau media yang memeras pejabat ?.” kata S Hondro didalam salah satu group WhatsApp yang dominannya terdiri beberapa Owner Journalis dan juga para Pemimpin Media tersebut. (12/10/2019)
Menurut PS yang dikatakan,” S Hondro, Oknum yang dinilai tak tahu diri ini, ‘Semoga para Owner dan oknum Wartawan juga berhenti memeras Pejabat, Karna kasus anda di Polda tinggal menunggu waktu, anda juga di Karengkeng, Ucap S Hondro dalam group WhatsApp, Pernyataan S Hondro yang dinilai jadi pahlawan disiang bolong itu, dikecam pekerja Pers, yang namanya pemerasan tetap di tindak lanjuti pak,”Ucapnya.
Tapi jangan bawa-bawa media dong, yang memeraskan oknum, bukan Medianya.” sebut PS. Semoga dalam waktu dekat pasti ada gerangan media yang kena kasus di bui.” ucap Saudara Hondro yang terkesan pongah dan gagal paham. Bukan Medianya Bang, Tapi Oknumnya.” kembali bantah PS. Sesuai Koordinasi penyidik ada yang menyusul Toro !.” ucap Saudara Hondro yang dinilai tak mengerti dan gagal paham terkait kasus yang dialami oleh Toro Laila,” Jelasnya.

Dugaan tindakan kriminalisasi yang diduga dilakukan oleh para pihak tertentu, karena produk Journalis yang dihasilkan bukan karena tindakan kriminal murni, Pernyataan S Hondro di dalam group WhatsApp yang dominasi pekerja Pers, owner media dan pimpinan media tersebut, menimbulkan kontra dan protes dari Journalis/Wartawan dan LSM karena dianggap pernyataan yang meresahkan,” Ungkapnya.
Kita cukup menyayangi sikap dan pernyataan yang dilontarkan Saudara Hondro yang gagal dalam pencalonan Legeslatif, dari Fraksi Partai Berkarya, Mungkin karena watak dan tingkah laku yang sering membuat orang lain sakit hati, sehingga banyak yang melalaikan untuk mendukung Hondro. Melalui pesan pribadinya dalam group WhatsApp, menuding adanya pemerasan dilakukan media dan wartawan ke pejabat tanpa memakai azas praduga tidak bersalah.
Bahkan sikap Saudara Hondro itu melalui pernyataan dari dalam mulutnya sendiri, terkesan menakut-nakuti, mengintervensi dan mengintimidasi media dan wartawan terkait laporan oknum pengacara ke Polda. Apakah merupakan murni tindakan Kriminal dan atau diduga di Kriminalisasi kembali terhadap karya Journalis/Wartawan bebarapa bulan yang lalu, Kesal Anas yang merupakan aktivis dari LSM Komunitas Pemberantas Korupsi,” Sesalnya.
Annas mengingatkan,” Saudara Hondro untuk tidak semborono menyampaikan pernyataan apapun didalam sebuah media sosial tanpa bukti, yang akhirnya merujuk pada fitnah, termasuk sebagai provokator antar jurnalis dan media. Dia juga harus sadar, siapa dirinya Hondro itu yang gagal didukung masyarakat menjadi Caleg, Dia juga merupakan Owner pada dua nama media siber (online) yang berbeda, serta jangan menelanjangi diri sendiri,” Tegas Anas.

Kenapa Anas katakan demikian,” Didalam sebuah perjuangan rekan-rekan Pers terkait dugaan kriminalisasi yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum tertentu terhadap saudara Toro Laila, dirinya tahu benar, bahwa yang dialami TR adalah korban dari dugaan kriminalisasi, bukan korban lainnya dan dalam perjuangan tersebut dirinya ikut serta dalam aksi yang dilakukan rekan-rekan Pers, kok malah Hondro mengintervensi dan menakut-nakuti rekan Pers lainnya yang mengalami dugaan kriminalisasi seperti yang telah di alami Toro,” Imbuhnya.
Jika Saudara Hondro mengetahui adanya dugaan yang sama dilakukan oleh sejumlah oknum tertentu, sebagaimana koordinasi yang telah ia dapatkan dari oknum penyidik yang digembor-gemborkan didalam media Sosial, harusnya mendukung rekan journalis dan media agar tidak terjadi kembali Kriminalisasi dan/atau intimidasi terhadap pekerja Pers itu sendiri, bukan menghianati profesi yang ia sandang saat ini yakni Journalis dan bahkan pemilik (owner) media siber,” Pungkasnya.
Aneh dalam pergerakan rekan-rekan Pers mendukung menolak dugaan kriminalisasi yang telah terjadi pada TR selama ini, ia selalu maju didepan, dan saat itu kembali terjadi malah berbalik arah menjatuhkan rekan Pers dan media. Siapa sebenarnya. Siapa sebenarnya Hondro itu? Pekerja Pers atau owner media, ataukah Pengkhianat Pers. Hanya Tuhan yang tahu, Annas mengecam sikap Hondro yang dinilai tak berwibawa.
Menyikapi hal ini, Toro yang berhasil ditemui rekan-rekannya Pers di Rutan Klas IIB Pekanbaru, Sabtu (12/10) cukup prihatin dan menyayangkan disaat mendengar sikap pernyataan rekannya Hondro pekan lalu itu dalam WA Grup yang terkesan jauh mendiskriminasi rekan-rekan Wartawan/media yang lain. “Saya berharap kepada kita semua insan Pers untuk tetap bersatu dan merapatkan barisan. Jika kebenaran informasi yang didampaikan oleh salah satu rekan kita (SH) itu di Grup, diabaikan saja, biar publik yang menilai,” Papar Toro.
Kepada semua pihak, Toro berpesan untuk tidak mengaitkan atau menghubungkan masalah yang sedang dialami (Toro-red) pada problem lain, apalagi dijadikan sebagai alat memprovokasi dan menakut-nakuti rekan- rekan pekerja Pers atau yang lain. Apalagi perjuangan terhadap masalah yang menciderai keadilan Pers yang terjadi saat ini belum usai, dan masih dalam perjuangan dan pembelajaran,” Tutupnya.
Sumber,” Ismail Sarlata (Gmm)

