PURWAKARTA, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
Puluhan warga kampung Cihandeleum, Sukamulya RT 09/05 Kecamatan Tegalwaru melakukan musyawarah dengan pihak perusahaan yang diduga bertanggung jawab atas peristiwa yang menimpa bangunan rumah dan sekolah oleh batu berbagai jenis ukuran. Sehingga sejumlah bangunan rumah dan sekolah rusak parah. (11/10/2019)
Dalam perjanjian antara warga dan pihak perusahaan harus jelas, mengenai proses ganti rugi dan kapan ganti rugi bisa diterima warga. Dalam kesempatan sama, warga setempat,” Dadan Rusidana (41) tahun, menyampaikan kepada Ceceng, agar pemerintah juga lebih memerhatikan kondisi warganya,” Ucapnya.
Intinya PT MSS tidak memperhatikan dampaknya. Sehingga puluhan rumah berada di sekitar menerima dampaknya, Contohnya, tanah retak, dinding rumah retak, kena debu, dan lainnya. Paling parah RT 09 dan RT 17, Fakta integritas tersebut berisi PT MSS yang bertanggungjawab saat proses “Blasting” atau peledakan batu yang menyebabkan sejumlah batu menimpa bangunan,” Tuturnya.
Banyak warga sini yang awam, tidak mengerti prosesnya seperti apa. Tolong pemerintah semua berkoordinasi, Dia menuturkan, dampak buruk keberadaan perusahaan yang berdiri sejak 1996 tersebut makin terasa sejak tiga tahun terakhir. Warga sekitar makin kecewa lantaran saran dan keluhan mereka tidak pernah digubris sama sekali oleh pihak PT MSS,” Ungkapnya.

Kami mohon secara tertulis saja pihak PT MSS ini, detailnya, prosesnya seperti apa. Supaya masyarakat merasa tidak dirugikan,” ujar Ceceng. Menurutnya, apabila hanya diucapkan secara lisan tidak tertulis warga akan rugi karena sulit menuntut hak mereka. Ia mengatakan pakta integritas tersebut harus tertulis dan ditandatangani di atas materai. Dalam pakta integritas tersebut harus memuat mengenai kerugian materi dan psikologis warga,” Jelasnya.
Untuk menyelesaikan permasalahan batu besar yang menghamtam bangunan sekolah dan rumah di Desa Sukamulya Purwakarta, Selasa (08/10/2019), warga dan pihak PT MSS menggelar musyawarah, Rabu (09/10/2019). Dalam musyawarah yang digelar di sekolah Raudhatul Athfal Al-Huda itu, dihadiri Wakil Ketua Komisi I DPRD Purwakarta.
Ceceng pun meminta pihak warga dan PT MSS menandatangani Fakta integritas. Peristiwa ini diduga terjadi saat proses peledakan batu oleh PT MSS. Kegiatan itu difasilitasi oleh Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), Polisi, TNI, perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta, dan lainnya,” Tegasnya.
Para perwakilan tersebut duduk di kursi. Sedangkan puluhan warga duduk di lantai, ini sudah kurang etika yang masih meremehkan warga desa. Beberapa orang perwakilan PT MSS juga turut hadir. Kapolres Purwakarta,” AKBP Mathius, dalam musyawarah tersebut mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa manusia dalam peristiwa tersebut. Tetapi traumatis yang di rasakan warga membuat mereka dihantui rasa ketakutan, apakah menunggu ada korban jiwa,” Pungkasnya.
Kapolres meminta perusahaan mengambil hikmah dalam peristiwa ini. Dari pada demo lebih baik jalan musyawarah,” ujar Matrius, di Kabupaten Purwakarta, Rabu (09/10/2019). Perwakilan warga, Dodi Dores (37) tahun, menuturkan apabila pihak PT MSS tidak mau bertanggung jawab, mereka menuntut kegiatan operasional perusahaan tersebut harus ditutup. Kami meminta ditutup saja. Setuju tidak ditutup?” kata Dodi dijawab serentak puluhan warga yang menyatakan setuju,” Tutupnya.
Sumber,” Fahriansyah Effendi (Gmm)

