Heboh,” Gara Gara Tilang, Seorang Pengendara Tewas Di Gebuki oknum Polisi.

LOMBOK, GLOBALMARTAMEDIA.COM

  • @ Membuka Jendela Dunia.

SELONG/ Malang menimpa,” Zainal Abidin (29) tahun, Warga Dusun Tunjang Lauk Desa Paok Motong Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur, Harus meregang nyawa setelah kekantor anggota Satlantas Polres Lombok Timur. Peristiwa itu terjadi di lapangan Satlantas Polres Lombok Timur, sekitar pukul 20:20 Wita, Waktu itu, Zainal Abidin datang bersama keponakannya,” Ihsan Juni Saputra, hendak mengambil motornya yang sudah ditilang sekitar pukul 16:00 Wita, sebelumnya. (13/10/2019)

Peristiwa yang terjadi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan keterangan keluarga korban,” Heri, saat itu, Kamis (05/09/2019), korban Zainal Abidin mendatangi kantor Satlantas Polres Lombok Timur untuk mencari sepeda motornya yang disita polisi setelah dilakukan penilangan dalam razia Operasi Patuh yang digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia saat ini.

 

Mengenai kasus tersebut, Kabid mengatakan bahwa pada awalnya korban datang ke Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Lombok Timur untuk menanyakan sepeda motor miliknya yang ditilang. Akan tetapi Zainal Abidin bertanya dengan nada keras dan langsung memukul dan menggigit tangan tepatnya jari telunjuk sebelah kanan anggota patwal tersebut. Kemudian korban sebagai anggota Polri langsung meringkus dan berhasil menghentikan aksi pelaku sehingga pelaku berhasil diamankan,” ujarnya.

Menurut kesaksian Heri,” mereka lantas saling pukul hingga mengundang perhatian sejumlah anggota polisi lain. Tapi mirisnya, bukannya mencoba menengahi dan mendamaikan situasi, para anggota polisi itu justru ikut memukuli korban. Setelah puas mengeroyok korban, polisi lalu menggelandang korban ke ruang penyidik Reserse Kriminal Polres Lombok Timur, dan dituduh sudah melakukan penyerangan terhadap polisi.  Akibatnya, korban kembali mendapat pukulan dari anggota polisi lain. Tapi sampai di ruang penyidik, begitu tahu kasusnya adalah memukul polisi, banyak polisi yang ikut mengeroyok dia,” lanjut Heri.

Korban pun akhinya jatuh dan tak sadarkan diri. Dalam kondisi kritis, polisi melarikan korban ke rumah sakit namun nyawanya tak dapat tertolong. Korban meninggal dengan sejumlah bekas luka lebam hampir di sekujur tubuhnya.“Saat mandikan jenazah itu banyak sekali luka. Lebam di mata kanan, di telinga bengkak, sampai kaki biru kayaknya ditendang,” Terang Heri.

Keluarga Korban yang tak terima

Kini, keluarga korban tengah berusaha mendapatkan keadilan bagi korban. Polisi Berdalih Kabid Humas Polda NTB,” Kombes Pol Purnama mengatakan, pihak keluarga dan polisi telah berdamai dan sepakat tidak meneruskan kasus ini ke jalur hukum. Pihak kepolisian juga telah memberikan santunan kepada orangtua korban yang kabarnya berjumlah Rp 32,5 juta.

baca juga :  Petani Lobster Babak Belur Curi Motor.

Purnama menjelaskan, pelaku diamankan dan dibawa anggota Satlantas ke Satuan Reskrim Polres Lombok Timur untuk dimintai keterangan. Pada saat pelaku dimintai keterangan oleh anggota Satuan Reskrim Lombok Timur, tiba-tiba pelaku tidak sadarkan diri dan terjatuh dari tempat duduknya, Menurutnya, berdasarkan keterangan pihak keluarga korban, bahwa korban sebelumnya memiliki riwayat penyakit kejiwaan dan sering mengkonsumsi obat. Tewasnya korban versi polisi akibat penyakit tersebut. Zainal Abidin di Gebukin hingga menu gagal dunia. Karena apa,’ Saat di sana terlibat keributan antara korban dengan pihak aparat Kepolisian,” Tutupnya.

Sumber,” Fahriansyah Effendi (Gmm)