CIAMIS, GLOBALMARTAMEDIA.COM
Membuka Jendela Dunia
Jabar/ Agam Akbar Dermawan adalah seorang penipu yang menggunakan modus dengan jual beli copotan ori alat alat mobil bekas, yang diduga telah bekerja sama dengan ekspedisi Sicepat Ekspres. Karena setiap kali korban korban yang kena tipu di Media Sosial terkait beli copotan alat mobil kepadanya, setelah negosiasi deal dan melunasi pembayaran yang di pandu oleh Agam Akbar Dermawan, Kelahiran Tasikmalaya Kabupaten Ciamis menurut data di Kartu Tanda Penduduknya, Kemudian seseorang yang mengaku dari Sicepat Ekspres menelpon Korban. Mereka minta jaminan asuransi pengiriman barang korban sebesar 500 rb, Kalau korban tidak mengirim uang sebesar yang mereka mau, barang mereka tidak akan dikirimkan ke alamat korban.
“Saya ditelpon orang tidak dikenal setelah baru beberapa saat melunasi pembayaran beli alat mobil melalui media sosial, media online gitu,.. katanya sih dari Copotan yang original. Penelpon yang mengaku dari ekspedisi Sicepat Ekspres bilang, ini barang dikirim ke alamat bapak ya, betul kata saya. Katanya bapak harus melunasi dulu biaya asuransi pengiriman barang bapak biar aman diperjalanan, karena barang yang bapak beli copotan dari mobil bermasalah, gitu katanya kepada saya,” jelas korban kepada awak media www.globalmartamedia.com Senin, (29/06/2026).
Menurut korban penipuan, Kasus penipuan lewat Media Sosial seperti ini yang sering terjadi dengan modus jual beli alat mobil atau perlengkapan lainnya terlihat terorganisir, diduga ada keterlibatan pihak lain yang tanpa tanggung jawab mengambil kesempatan dari moment buruk seperti itu. Aparat penegak hukum selaku Legal Control peduli dan cepat tanggap dalam situasi seperti sekarang ini, Karena APH di gajih buat hal hal tersebut, pelanggaran murni kejahatan yang tampak harusnya segera ditindak lanjuti, bukan menunggu laporan dari korban. Aparat harus bekerja sesuai ranahnya, jangan mengerjakan hal hal yang bukan semestinya dia kerjakan.

“Katanya kalau barang bapak tidak di asuransikan, saya pastikan barang bapak tidak akan sampai ke alamatnya. Lhaa kok jadi begini dalam hati saya” Kemudian kembali saya hubungi penjual barang copotan tadi dan dia mengatakan, sebentar bapak akan saya tanyakan dulu kepada pihak ekspedisi tersebut. Sampai sekarang saya menelpon ga pernah di tanggapi, telpon penjual aktif tapi tidak pernah mau menerima panggilan dari saya lagi,” ucapnya sambil menggerutu.
Pemerintah khususnya Kementerian Komdigi harus berperan aktif dan respon cepat dalam mencari keterangan untuk menguak masalah tersebut, Bekerja adakah masalah yang harus di benahi agar menjadi positif dan terarah. Pejabat pemerintahan yang jujur, Arif dan bijaksana harus mengutamakan kualitas pelayanan yang terbaik untuk warga masyarakat agar terayomi dan merasakan perlindungan yang hakiki dalam segala hal. Seperti masalah penipuan di media sosial yang marak terjadi, Kemkomdigi harus cepat menanggulangi agar korban berikutnya tidak ada lagi, itulah yang diamanatkan dalam undang undang 45, agar amanah yang di serahkan rakyat dijalankan sebaik baiknya.
“Aparat sekarang mah klo ga jadi fulus nie mereka ogah bekerja bang… Apalagi kasus beginian ga bakalan di tanggepin, anggarannya juga kaga ada katanya. Makanya para bajingan sialan itu berkeliaran di setiap media sosial untuk mencari targetnya. Alamatnya jelas, photonya jelas, akunnya jelas dan nomer telponnya ada” masa kaga bisa di tangkep…??? Setidaknya diberikan teguran atau penyuluhan bagi para pelanggar tersebut, bila ngotot dan masih berbuat baru dihukum dengan hukuman yang setimpal, betul kaga bang, tapi saya minta klo bisa ya aparat harus cepat menangkap si penipu Agam Akbar Dermawan, ini biangnya nie,” tutupnya sambil nyengir.
Sumber,” Dny/Zhn/Elg (BGM)

