Ketua DPC Partai Gerindra Tipu Dana Nasabah Puluhan Miliar.

LANGKAT, GLOBALMARTAMEDIA.COM

Membuka Jendela Dunia

Sumut/ Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Peduli Dan Pejuang Rakyat (GEMPUR), Bapak Bagus Abdul Halim, SE, secara spontan melontarkan kecaman keras dan mengutuk dugaan penyelewengan dana nasabah di Koperasi Pradesa Mitra Mandiri yang melibatkan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Langkat,” Dedek Pradesa sekaligus anggota DPRD Kabupaten Langkat.

Tindakan ini dinilai sebagai pembodohan dan eksploitasi terhadap masyarakat yang telah menaruh kepercayaan dan harapannya pada koperasi tersebut.

“Kami dari DPP LSM GEMPUR mengutuk keras tindakan ini!  Dengan bujuk rayu, masyarakat diiming-imingi keuntungan besar, jika mau menyimpan uangnya di Koperasi Pradesa Mitra Mandiri. Namun kenyataannya itu semua hanya sebuah janji manis, terbukti dari masa jatuh temponya dana nasabah tidak bisa dikembalikan atau dibayarkan oleh Koperasi Pradesa sesuai dengan tanggalnya,” ucap Bagus Abdul Halim dikantor pusat DPP LSM GEMPUR jl HM Yamin 224 BE. (29/06/2025)

 “Ini sungguh miris!  Rakyat yang bekerja keras, berjuang dari pagi hingga malam, menyimpan uangnya demi masa depan, justru ditipu dan diperlakukan secara tidak adil,” tambah Bagus Abdul Halim.

Bagus Abdul Halim mendesak Dedek Pradesa dan seluruh pihak yang terlibat untuk segera mengembalikan dana nasabah secara penuh, kasus ini seperti fenomena gunung es kelihatannya kecil di permukaan, tapi bila di telusuri korbannya ribuan orang.

Informasi yang dihimpun oleh para awak media menemukan warga di sebuah dusun korban dari nasabah Koperasi Pradesa Mitra Mandiri terdapat 2 sampai 7 orang.

Dedek Pradesa Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Langkat

Berapa jumlah dusun di Kabupaten Langkat, dan kalikan saja dengan 4 orang nasabah, belum lagi nasabah yang ada di kota Binjai dan beberapa Kecamatan di Kabupaten lain seperti Kabupaten Deli Serdang tepatnya di Kecamatan Hamparan Perak, yang pasti dampaknya akan sangat berpengaruh bagi merosotnya perekonomian masyarakat Sumatera Utara khususnya di Kabupaten Langkat.

baca juga :  Kembali Kepala Daerah Tidur Di Hotel Prodeo.

Ketua Umum partai Gerindra Bapak Presiden Prabowo dan Ketua partai Gerindra DPD Sumatera Utara,” Ade Jona Prasetyo dihimbau untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat untuk segera intervensi dan secepatnya melakukan evaluasi terhadap posisinya sebagai ketua partai Gerindra di kabupaten Langkat, yang dinilai sudah mencederai nama baik partai pengusung Presiden Prabowo Subianto.

“Sebagai kader Partai Gerindra, tindakan ini sangat memprihatinkan dan berpotensi merusak citra partai di masa mendatang. Perbuatan segelintir orang tidak boleh mencoreng nama baik partai dan merugikan banyak orang, LSM GEMPUR akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan keadilan bagi para korban,” tegas Bagus Abdul Halim.

Sebelumnya diketahui Dedek Pradesa sebagai ketua Koperasi di Pradesa Mitra Mandiri diduga puluhan milyar dana nasabah yang disimpan di koperasi tersebut dengan cara deposit berjangka, namun tiba jatuh temponya Koperasi Pradesa tidak bisa mengembalikan atau membayar uang nasabah tepat pada waktunya.

“Dedek mengorbankan mantan manajernya,” trydarma yoga dengan tuduhan menggelapkan dana nasabah di koperasinya sebesar 3,2 Milyar, yang sedang menjalani proses hukum di pengadilan negeri Langkat, Tepat besok hari Senin,” Trydarma yoga akan menjalani sidang lanjutan dengan agenda pleidoi (pembelaan) di pengadilan negeri Langkat,” papar Bagus Abdul Halim, Senin. (30/06/2025)

Menurut pengakuan Trydarma Yoga dalam keterangan persnya yang lalu 16/06″ menegaskan kepada para awak media bahwa seluruh dana yang diterimanya sudah ditransfer langsung ke rekening pribadi Dedek Pradesa, istrinya serta di belikan sejumlah aset pribadinya.

“Pertama Dedek Pradesa membeli beberapa tanah seperti di jalan Ade Irma Suryani 3, SHM, tanah di jalan Perniagaan Stabat yang dijadikan kantor 2 SHM, Tanah di Hinai yang juga dijadikan kantor, tanah di Kota Datar yang juga dijadikan kantor,” tutur Trydarma Yoga.

“Kemudian Dedek Pradesa membeli Ruko dijalan HM Arif yang dijadikan toko bahan roti, dan lagi membeli tanah di Pasar 2,5 Wampu, juga membeli tanah yang di atas nama kan,” Adi Susanto ayah kandung Dedek Pradesa yang diatasnya dibangun perumahan serta membuat usah Cafe, toko roti, pabrik paping blok, pembibitan akasia dan masih banyak lagi yang lainnya,” pungkasnya.

Sumber,” Dny/Riz/Tim (GMM)

baca juga :  Keamanan Dan Keselamatan Maritim Indonesia.