MARTAPURA, GLOBALMARTAMEDIA.COM
Membuka Jendela Dunia
Kalsel/ Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah adalah sesuatu yang sangat spesial, dimana Hari Raya Idul Fitri adalah sebuah hari kemenangan. Semua muslim di dunia, khususnya bagi warga kota Martapura merayakannya dengan meriah dan berbahagia, Saat dimana masyarakat muslim yang berada di daerah perantauan bergegas menuju kampung halaman demi untuk bersua, bersalaman, berbagi kebahagiaan dan melepas rindu dengan sanak famili dihari yang Fitri tersebut.
Tergambarkan di benak mereka yang rindu akan canda tawa, tangis bahagia serta terngiang gema takbir yang berkumandang di setiap Surau dan Masjid, inilah yang membuat orang perantau dengan segala upaya harus mampu kembali ke kampung halaman. Dengan pakaian rapi, serba baru, wangi semerbak dan hidangan ketupat dengan aneka cemilan membuat suasana Idul Fitri semakin menggoda di pikiran mereka.
Suasana menyambut Idul Fitri terkadang hanya penduduk asli yang bertahan seperti hari biasa, mereka adalah para pedagang yang ingin memberikan keperluan, kebutuhan dan meraup keuntungan dari para pembeli/konsumen yang sesekali tidak menawar harga dagangannya, bahkan tidak jarang para pembeli memborong dagangan mereka untuk kebutuhan di Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga, sanak famili, kerabat, sahabat dan handai taulan.

Namun tidak jarang juga jelang Idul Fitri harga bahan pokok penting disetiap pasar tradisional sangat mahal dengan harga yang melonjak, untuk mengatasi agar tidak terjadi kelangkaan dan kenaikan harga bahan pokok di pasar tradisional Martapura, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, Wakil Bupati Kabupaten Banjar,” Habib Idrus Alhabsy bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memantau kondisi harga bahan pokok dipasar tradisional Kota Martapura, Jum’at. (05/04/2024)
Untuk giat operasi harga dipasar tradisional, khususnya di pasar Martapura, Dinas Usaha Mikro Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Banjar yang bekerja sama dengan pihak PD Pasar Bauntung Batuah sangat membantu warga dalam melakukan transaksi jual-beli. Suasana pasar pun menjadi ramai karena warga tidak akan merasa khawatir berbelanja bahan pokok untuk keperluan lebaran Idul Fitri, Harga pun ternyata masih stabil, artinya ada beberapa bahan pokok yang naik, ada yang turun dan ada harga bahan pokok yang tetap.
“Untuk kenaikan harga di Bulan Suci Ramadhan dan jelang Idul Fitri dari para pedagang adalah daging sapi, daging ayam potong, ikan asin dan bawang merah. Untuk harga yang mengalami penurunan seperti jenis cabe besar dan cabe kriting, sedangkan untuk harga bahan pokok yang tetap seperti beras. Kita harus pastikan bersama Tim TPID agar harga bahan pokok penting masih terjangkau buat konsumen jelang Idul Fitri 1445 H,” jelas Wabub Banjar Habib Idrus Alhabsy.
Hadir dalam operasi harga bahan pokok dipasar tradisional Kota Martapura mendampingi Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Alhabsy adalah Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Banjar,” I Gusti Made Suryawati, Direktur Utama PD Pasar Bauntung Batuah,” H Rusdiansyah, Kemudian Sekda Kabupaten Banjar,” HM Hilman, juga Dandim 1006/Banjar,” Letkol Kav Julkifer Sembiring dan sejumlah Kepala SKPD Kabupaten Banjar.
“Selama Bulan Suci Ramadhan hingga jelang Idul Fitri, harga bahan pokok (komoditi) dipasar tradisional Martapura ada mengalami peningkatan harga, namun masih seimbang dan mendasar, karena kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat untuk Sahur dan Berbuka Puasa,” terang I Gusti Made Suryawati selaku Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Banjar kepada awak media.
Sumber,” Dny/Arl/Elg (GMM)

