MANDAILING NATAL, GLOBALMARTAMEDIA.COM
Membuka Jendela Dunia
Sumut/ Posisi Indonesia yang sangat strategis dalam peta dunia, tapi bicara masalah masa depan, tak hanya sebatas cadangan emas tersisa. Tapi juga bagaimana negara ini bisa mengelola sumber daya tersebut dengan berkelanjutan dan adil. Baik terhadap masyarakat dan juga lingkungan.
Menurut warga yang terdampak langsung,” NS, mengatakan, Dalam hal ini terkait operasi tambang Emas Ilegal yang terletak di wilayah Aek Nabirong Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sangat berdampak kepada Sungai Batahan yang berada di wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) provinsi Sumatera Utara, Minggu. (14/09/2025)
“Kehadiran tambang emas ilegal yang beroperasi di Sumbar telah merubah warna Sungai Batahan sepenuhnya dan menjadi total keruh airnya, kenyamanan masyarakat yang terdampak langsung menjadi resah dan gelisah, birunya air laut juga telah menjadi coklat kemerahan akibat limbah dari tambang tersebut,” ucap seorang warga terdampak.
Yang mana juga diduga adanya beroperasi tambang ilegal dihutan konservasi TNBG Aek bontar Madina Provinsi Sumut, diperkirakan jumlah jenis excavator 60 puluh unit yang di duga dimiliki oleh aparat hukum serta di tunggangi oleh oknum anggota DPRD di provinsi Sumbar, ini telah melanggar UU RI No 3 Tahun 2020 serta melanggar UU No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan juga UU RI No 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.
Masyarakat Madina khususnya yang terdampak langsung mengharapkan khususnya pihak pemerintah Sumbar maupun Pemerintah Sumut serta pusat pemerintahan RI beserta pihak Aparat Penegak Hukum (APH) cepat tanggap menelusuri dan menghentikan Illegal Mining ini demi kelestarian lingkungan serta marwah kukum yang akan selalu tetap terjaga.
“Pasalnya, tambang emas berdampak bagi ekosistem lingkungan dan ruang hidup masyarakat. Sebagian warga di sini berprofesi sebagai nelayan dan jasa wisata. Kehadiran tambang menyebabkan frekuensi dan intensitas banjir dalam dekade terakhir ini yang konon rentan saat hujan meningkat. Ini menyebabkan sedimentasi di perairan laut makin meninggi, akibatnya banjir datang tidak bisa terbendung lagi,” tutupnya.
Sumber,” War/Mag/Elg (GMM)

