Bantuan Paket Sembako Sangat Tidak Sesuai Bagi Penerima.

MARTAPURA, GLOBALMARTAMEDIA.COM

  • @ Membuka Jendela Dunia.

Kalsel/ Pemerintah daerah Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan yang menyalurkan bantuan perlindungan sosial (Bansos) untuk masyarakat miskin dan para pekerja informal yang pendapatannya terdampak Virus Corona (Covid-19) khususnya di wilayah Kecamatan Martapura sangat tidak sesuai dengan yang diharapkan warga. Padahal Pemerintah Pusat untuk bansos  pertiga bulan Total anggarannya Rp 21 triliun. (29/04/2020)

Pemerintah pusat banyak memberikan bantuan yang diberikan kepada masyarakat dalam bentuk sembako. Tujuan dari bantuan ini adalah agar masyarakat diharapkan jadi penyanggah daya beli masyarakat di tengah penurunan ekonomi akibat COVID-19. Pemberian bantuan ini juga sebagai senjata pemerintah menahan ancaman krisis ekonomi di tengah pandemi Corona.

Presiden Joko Widodo tetap menganjurkan masyarakat terus menjaga kesehatan dan jaga jarak aman (Social Distancing) di tengah pandemi. Tujuannya memutus mata rantai penularan virus yang belum memiliki vaksin. Dengan bantuan yang diberikan, diharapkan masyarakat dapat bertahan selama Pandemik tersebut. Namun Pemerintah Daerah Kabupaten Banjar, Khususnya Martapura Kota sangat disayangkan memberikan bantuan sembako tidak sesuai harapan.
Menurut banyak pihak, Ketua RT yang merasa di salahkan warga, diantaranya Ketua RT 01, 04, 09 dan Ketua RT lainnya di Kelurahan Keraton Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar mengatakan, Kami selaku Ketua RT disuruh mengambil bantuan di Kelurahan Keraton berupa dua bungkus beras yang berisi 10 Kg  dan tiga bungkus telur isi 24 butir, satu bungkus telur isi 8 butir, semua bantuan ini dibagi untuk semua kepala keluarga, Pusing kami membagi bantuan tersebut,” kata Muhammad ketua RT 09.
Sepuluh Kg beras dan 24 butir telur ayam untuk satu RT.

Sambungnya lagi, apakah bantuan tersebut layak buat masyarakat yang terdampak Covid-19 !!? 10 Kg beras dan 24 butir telur dibagi 30 kepala keluarga” ini tidak cukup dimakan satu hari untuk satu keluarga. ” Belum lagi satu RT ada yang lebih dari 30 kepala keluarga, ini bantuan atau cuma Formalitas semata. Ketua RT 01 melanjutkan, Kami tidak mengambil bantuan tersebut karena takut terjadi konflik di lingkungan RT kami,” jelasnya.

Awak media menyambangi kantor kelurahan untuk menemui dan konfirmasi langsung kepada pihak kelurahan yang membagikan bantuan tersebut, kebetulan langsung bertemu dengan Lurahnya,” Astamajdi mengatakan, inilah bantuan yang kami terima dari Pemerintah daerah, kami cuma menyalurkan saja” beginilah keadaannya bantuan yang di bagikan kepada warga terdampak Covid-19,” ucap Astamajdi.

Begitu juga dengan Kelurahan Sekumpul Kecamatan Martapura Kota, yang saat itu Lurahnya sedang tidak ada dan jarang ada di kantor, Bantuan tersebut tidak berbeda dengan Kelurahan Keraton dan kelurahan lainnya. Namun pihak pegawai dari kelurahan yang membagi ke rumah Ketua RT setempat, alasan pihak kelurahan sekumpul menjaga jarak sosial,” katanya. Staf Kelurahan Sekumpul juga pertanyakan bantuan yang mereka bagikan. ini membuat aparat kelurahan disalahkan warga karena bantuan berupa sembako yang tidak relevan.

baca juga :  Hj. Musliatun Singgung Pengangguran dan Bank Emok Yang Meresahkan.
Namun menurut warga Kelurahan Keraton yang menerima bantuan tersebut,” Muslih (72) tahun mengatakan, “Alhamdulillah kami menerima bantuan dari pemerintah daerah Kabupaten Banjar, Semoga bantuan ini cukup untuk makan kami sekeluarga,” ungkapnya. Janji Bupati Banjar,” H. Khalilurrahman saat mencalonkan diri di Pilkada tahun kemaren tidak sesuai dengan ucapannya” Semoga Beliau panjang umur, di sehatkan badan dan kembali terpilih lagi menjadi Bupati Banjar,” Tutupnya.
Sumber,”  Dny/Ulk/Elg (Gmm)