MARTAPURA, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
Kalsel / Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari tidak pernah menerima Lailatul Qodar.
Dia lalu berdoa, “Ya Allah, diberikanlah selalu bumi ini di Kalimantan Rahmat Engkau terdiri dari Ulama”.
Dia kemudian mendapat lailatul qodar lagi dan dia berdoa,
“Ya Allah, menerimalah hamba berbakat yang Sholeh dan mengamalkan ilmunya hingga hari kiamat”. (07/03/2020)
Maka Insya Allah seseorang yang mendapat Lailatul Qodar do’anya diijabah / makbulkan.
Maka dari itu, heranlah dia banyak yang menjadi Ulama akan habis-habisnya bagaikan air laut yang terus mengalir, lebih banyak yang jadi Wali Ulama.
Dia-beliau ini menyebar tidak hanya di banua Kalimantan tetapi juga menyebar ke seluruh dunia.
KH. Syarwani Abdan Al Banjari atau masyhur yang dikenal sebagai pencinta dia sebagai Guru Bangil. Dan Abah Guru di Sekumpul al Alimul Allamah KH Zaini bin Abdul Ghani Al Banjari yang sangat masyhur dikenal oleh para pencintanya sebagai Guru Sekumpul atau Guru Ijai. Dan banyak lagi ulama-ulama yang lainnya.
Baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat (meninggal dunia) semuanya adalah milik Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.
Terbukti sampai sekarang karomahnya mendapat lailatul qodar itu benar.
Mengapa karena, bagaimana bumi di Kalimantan itu disebut Rahmat Allah membentuk Ulama, sangat banyak para Alim Ulama di tempat itu karena bumi Kalimantan ini pernah dido’akan oleh Ulama Besar Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari semasa dia mendapat Lailatul Qodar.
Sangat beruntung bagi kita yang tinggal di banua Kalimantan, sebab dapat dilakukan khusus dari Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Datu Palampayan).

Nama Syekh Muhammad Arsyad al Banjari (Datu Palampayan) sebenarnya adalah Sayyid Ja’far Shodiq Al Aydrus.
Muhammad Arsyad adalah nama saat beliau tumbuh di tanah Banjar.
Pada masa itu ada Habib, maka penjajah tidak suka dan menculik mereka, bahkan dengan nama menentang Habib pun mereka tidak suka. Akhirnya ayah beliau, Abdullah, menukar namanya dengan Muhammad Arsyad karena nama ini identik dengan nama orang Banjar yang beragama Islam.
Abah Guru Sekumpul menjelaskan tentang Nasab Datu nya Syekh Arsyad Al Banjari.
Syekh Muhammad Arsyad (Ja’far Shodiq) bin Abdullah bin Abu Bakar bin Ahmad Asholaibiyah bin Husein bin Abdullah bin Syekh bin Abdullah Alaydrus bin Abu bakar Assakran bin Abdurahman Asseqaf Wa Ba’ad Ibni Sayyidina Ali Ibni Abi Tholib wa Fathimah al Zahra bin Sayyid Wajib Sayyidina MUHAMMAD SAW.
Syekh Muhammad Samman pendiri tarekat Sammaniyah. Selepas Dia wafat maka maqom Quthbul beralih ke Syekh Muhammad Arsyad lalu ke bawah lagi ke Syekh Sekumpul.
Syekh Muhammad Arsyad dan Tuan Guru Sekumpul juga mursyid untuk Tarekat Sammaniyah, dalam silsilah sanad tarekat hingga ke Syekh Samman berdasarkan nama mereka sebagai Mursyid.
Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki diajukan oleh Habib Zein bin Ibrahim bin Sumaith Madinah,
“Ya Habib, siapkah pada maqom apa Syekh Sekumpul?”
Dia menjawab,
“Syekh Sekumpul adalah Quthbul Ghoust ..”
Habib Abu Bakar bin Hasan Al Athos, murid awal Sayyid Muhammad Almaliki mengatakan, Syekh Sekumpul adalah Quthbul Aulia.
Itu maqom tertinggi dalam pangkat kewalian.
Sama seperti Quthbul Aqthob. 100 tahun sekali barulah muncul di bumi. Bahkan Syekh Sekumpul yang diumumkan adalah Quthbul Akwan (hanya muncul 200 tahun sekali). Sebelumnya, ini adalah Syekh Muhammad Samman Al Madani Alhasani (guru dari Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari).

Quthbul Ghoust bisa saja diduduki di setiap masa. Tapi Aqthob dan akwan tu terbatas. Ada yg menyebut Syekh Sekumpul tiga maqom itu sebentar (Ghoust, Aqthob dan akwan)
Quthbul Aqthob sebelum ini diduduki Alhabib Ali bin Muhammad bin Husein Alhabsyi, pengarang maulid Simthudduror.
Habib Abu Bakar punya ribuan murid di Makassar. Sepertinya datang dari Hadhroh Rosulullah SAW untuk hijrah ke Banjar, dibahas di Martapura untuk mendampingi Syekh Sekumpul. Dan akhirnya dia tinggal beberapa tahun di sana.
Saat Syekh Sekumpul wafat, beliau hijrah ke Depok, Jawa Barat hingga sekarang.
Pangkat dan kemulyaan dari Abah guru Sekumpul:
Dalam manaqib Abah Guru Sekumpul yang dikarang oleh Guru Hudhari bahwa Abah Guru tingkatkan derajat Wali Qutub dan ‘Arif billah perubahan suluk selama 30 tahun.
Memang Qutub di zaman itu dipegang oleh Habib Abdul Qodir bin Ahmad Asseghaf di Jeddah. Tapi Abah Guru memiliki Kerajaan sendiri di bawah naungan Datu beliau, yaitu Datu Arsyad Kalampayan dan Syaikh Semman Almadani.
Ketika Abah Guru berjalan 7 tahun sudah meghafal Al Qu-ran, sudah bermimpi Rasulullah melihat dan pada saat berumur 10 tahun sudah menghafal kitab Jalalain dan bertemu Rasulullah melihat secara langsung dalam situasi jaga saat di rumah Guru Zainal Ilmi Dalam Pagar. Dalam Usia Kurang LEBIH 10 Tahun also Sudah mendapat Khususiyah Dan anugerah Dari Allah SWT Berupa kasyaf HISSI Yaitu Melihat hal Dan mendengar APA Yang ADA di hearts ATAU Yang terdinding.
Salah satu yang mengundang Guru Zainal Ilmi kepada Abah Guru Sekumpul adalah masalah ruh, karena Guru Zainal Ilmi berpangkat Kutubur Ruh dan Wali Abdal. Umur 20 tahun Abah Guru mulai menerima suluk sampai dirilis 50 tahun dengan jalan Nur Muhammad yang menerima Datu Muhammad Gadung.
Dengan mempertimbangkan suluk selama 30 tahun, Abah Guru Sekumpul sangat banyak mendapatkan ilmu, sehingga ia sangat kenal dan dekat dengan Allah Subhanahu wa ta’ala. Maka dari itu dia bergelar al ‘Arif billah sebanyak 48 macam thoriqot dikuasai beliau dan semuanya mencuci atau bersambung ke Rasulullah SAW sama dengan thoriqot yang dikuasai tuan guru Sya’rani Arif.

Salah satunya adalah thoriqot Sammaniyyah.
Guru Hudhari juga menerjemahkan manaqib ini yang dibelakang bahu Abah Guru ada huruf Mim, menandakan nama Muhammad yang berarti Khalifah Datu Arsyad Kalampayan yg menandakan sama derajat Wali Qutub dengan datu dia.
Ini sebahagian manaqib Abah Guru Sekumpul yang dikarang oleh Guru Hudhari Al-banjari yang manaqibnya mengumpulkan Arab. Subhanallah …
Antara Karomah kemuliaan Tuan Guru Sekumpul Haulnya paling terbanyak di dunia, jutaan orang membanjiri Kota Sekumpul Banjarmasin Matapura.
Haul Wali Qutub Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani yabg diberi gelaran Tuan Guru Sekumpul atau Tuan Guru Ijai memenangkan dari Datuk Kelampayan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari Al Aydrus penuh membanjiri di Sekumpul Martapura untuk berbagai pelosok Nusantara dan Negara.
Ada yang datang dari Mekah, Sudan, Tiongkok, Australia dan bermacam-macam tempat lagi.
Jalanan kiri kanan depan belakang penuh sesak oleh jutaan orang bukan oleh kereta motor tetapi orang, persen kilometer dari Sekumpul Martapura hingga Muara Tapus Hulu Sungai Utara penuh di banjiri orang.
Sementara setiap pengajiannya per 2 kali pertemuan dihadiri orang paling sedikit pun 30 ribu orang, itu baru pengajiannya per 2 kali.
Berkata Al Habib Umar Al Hafidz, “Setiap pengajian Guru Sekumpul, langit Arasy ‘ bergemuruh, para Malaikat hadir untuk menerima berkahnya”.
Habib Ahmad Assegaf pernah berkata “SIR dan MADAD Tareem pindah ke Sekumpul”.
Berkat Rasulullah melihat, berkat Wali-waliyullah
Mudah-meminta kita semua mendapat Rahmat NYA, bisa berhadir di Haulan Abah Guru Sekumpul ke-15.
ﺍﻣﻴﻦ ﺍﻣﻴﻦ ﺍﻣﻴﻦ ﻳﺎ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ
Sumber, ” Habib Yusuf Bahasyim / elg (Gmm)

