CIREBON, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
Muhammad Rozian,” Santri pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Kota Cirebon Jawa Barat meninggal dunia akibat menjadi korban penusukan oleh dua orang yang tak dikenal pada Jumat malam (06/09/2019). Saat itu korban bersama temannya Qisthan Gazhi sedang duduk dipinggir jalan depan Bank Mandiri Syariah Jalan Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon menunggu ibu yang akan datang menemui anaknya yang sedang mondok di Pesantren Husnul Khotimah, Gazhi membantu menemani korban karena sudah janjian sama ibunya yang datang dari Kalimantan,” Ucap Gazhi, (09/09/2019).

Gazhi mengatakan, ibu korban berencana akan menjenguk kondisi anaknya yang sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren, Gazhi bersama korban dan ibunya janjian bertemu di sebrang Gramedia yang menjadi lokasi penusukan. Sekitar pukul 21:15 Wib, kemudian datang dua orang tak dikenal menghampiri korban dan Gazhi. Kedua pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor. Salah seorang pelaku turun menghampiri Gazhi dan korban, sambil membentak dengan garang dan menuduh korban menganiaya teman pelaku. Saat kejadian, pria misterius itu mengenakan kaos berwarna putih dan celana jeans, tato di leher kanan dan kiri serta di seluruh bagian tangan,” Tuturnya.

Mereka langsung bertanya kepada korban,” Kamu tadi kan yang mukulin teman saya ? Korban bilang tidak tahu, namun pelaku langsung menusuk korban. Saya sempat lari meminta pertolongan orang, karena waktu pelaku bertanya kepada korban,” Saat itu pelaku sambil mengancam dengan pisau, Tak berselang lama, Gazhi kembali membawa teman, namun nahas,” Muhammad Rozian, santri yang berjanji bertemu sang bunda sudah tersungkur di jalan bersimbah darah. Korban mengeluarkan darah di dada sebelah kanan dan mulut. Beberapa menit kemudian, ibu korban yang baru datang dari Kalimantan, tiba di lokasi kejadian dan langsung menghampiri, Betapa kaget ibunya setelah tau yang terkapar adalah putranya,” Jelasnya.

Melihat putranya sekarat,” Gazhi dan ibu korban tanpa pikir panjang langsung membawa ke Rumah Sakit Gunung jati Kota Cirebon. Namun nahas korban meninggal dunia saat tiba di UGD Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon. Korban meninggal karena kehabisan darah akibat luka tusuk di tempat yang vital dan korban sempat muntah darah beberapa kali, Jajaran Polresta Cirebon setelah mendengar ada laporan penganiayaan langsung datang ke lokasi kejadian. Petugas lansung melakukan olah TKP kasus penusukan santri tersebut,” Ungkapnya.

Dari penelusuran media,” Korban sudah dibawa orang tuanya ke Kalimantan untuk di makamkan. Kami sedang menyelidiki dan memburu pelaku,” Kata Kapolresta Cirebon AKBP Roland Ronaldy. Dia Mengakui telah terjadi penusukan terhadap korban yang diketahui adalah santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kota Cirebon Jawa Barat. Pelaku merupakan orang tak dikenal. Roland mengatakan,” saat ini sudah mengumpulkan berbagai barang bukti di lokasi kejadian. Polisi sudah mengumpulkan bukti dan keterangan saksi di TKP,” Terangnya.

Aparat Kepolisian juga sudah mengecek cctv di sekitar lokasi kejadian, Dan dengan kerja keras aparat Kepolisian,” akhirnya kami bekuk dua pelaku penusukan seorang santri tersebut,” kata Wakapolresta Cirebon Kompol Marwan Fajrian , Minggu (08/09/2019), Menurut Marwan,” Pelaku penusukan dibekuk kurang dari 1×24 jam setelah melakukan penusukan terhadap korban,” Muhammad Rozien (17) tahun, Jumat malam, Pihak kami berusaha agar bisa memastikan siapa pelakunya dan cepat menangkapnya. Berdasarkan keterangan saksi dengan data yang kami peroleh dan mencocokan tato gambar yang ada di tangan dan lehernya menurut keterangan dari saksi. Dari data inilah kami sudah dapat menyimpulkan siapa pelakunya. Mereka adalah residivis yang sering meresahkan warga di Kota Cirebon,” Ujarnya.

Kapolresta Cirebon AKBP Roland Ronaldy membenarkan adanya informasi tertangkapnya pelaku,” Pelaku sudah kita tangkap. Dua pelaku kita tangkap tadi malam,” Ucap Roland. Minggu (08/09/2019). Dua pelaku yang diamankan adalah,” YS (19) tahun dan RM (18) tahun, Warga Kelurahan/Kecamatan Lemah Wungkuk Kota Cirebon, Dari hasil pemeriksaan semantara, pelaku sempat memeras korban, sebelum akhirnya korban tewas ditusuk pada bagian dada. Penusukan dilakukan oleh,” YS sedangkan RM sebagai joki,” Roland menambahkan,” Aksi mereka tersebut hanya ingin memiliki barang korban, yaitu telepon genggam dengan cara mengancam menggunakan sebilah belati,” Tutupnya.
Sumber,” Fahri Zbb (Gmm)

