BANJARMASIN, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
Baru beberapa bulan yang lalu Pemilu 2019 untuk Pilpres dan Pileg digelar serentak di Indonesia. Dan untuk tahun 2020 pemilu serentak di Indonesia akan di rasakan oleh sebagian daerah untuk memilih Kepala Daerahnya serta tidak kalah penting pemilihan Kalimantan Selatan 1 dan 2. Apakah Kongsi Koalisi saat Pilpres tersebut akan berlanjut di Pemilukada nantinya khususnya di Kalsel dan beberapa daerah Kabupaten serta Kota lainnya. Saat ini petahana yang sering dikenal dengan,” Paman Birin yang memiliki nama lengkap,” Sahbirin Noor secara yakin akan melanjutkan di ke periode kedua dengan perahu Partai yaitu Partai Golkar karena tidak lain dan tidak bukan beliaulah pemegang tongkatnya Golkar di Kalsel karena menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kalsel. (28/06/2019)

Menurut Penuturan,” Muhammad Reza Hikmatullah SH Ketua BEM Fakultas Hukum Unlam priode 2016-2017, Sudah dapat dipastikan Wakil Gubernur beliau saat ini,” Rudy Resnawan tidak bisa melanjutkan kebersamaannya bersama di periode kedua dikarenakan Rudy Resnawan sudah 2 periode menjabat Wakil Gubernur. Untuk posisi Wakil Gubernur yang akan bergandengan dengan Paman Birin mengayuh hingga 5 tahun kedepan untuk berjuang kemajuan dan kesejahteraan Kalsel menarik persaingannya bahkan saling klaim yang pasti di pilih oleh Paman. Untuk saat ini ditengah saling klaimnya hal tersebut dan mereka berlatar belakang Partai Politik di Kalsel ada alternatif untuk sosok Wakil Gubernur Kalimantan Selatan. Kita tidak bisa lupakan sosok H. Abdul Haris Makkie yang saat ini menjabat Sekretaris Daerah (SekdaProv) Provinsi Kalimantan Selatan merupakan jabatan tertinggi di lingkungan ASN di Pemprov Kalsel,” Terangnya.

Beliau aktif di organisasi Eksternal maupun Internal, Beliau yang juga begitu mentereng di kenal masyarakat yaitu beliau baru saja menjabat Ketua IKA SMASA Banjarmasin khusus untuk para lulusan alumni atau yang pernah mengenyam pendidikan di SMASA Banjarmasin. Beliau juga sebagai Ketua LPTQ Kalsel serta Ketua Nahdhatul Ulama Kalsel. Serta masih banyak lagi keaktifan beliau diberbagai bidang baik pengalaman dan prestasi tidak perlu dipertanyakan lagi. Karir ASN beliau melejit dari bawah hingga jadi seorang Sekda Kalsel yang merupakan jabatan prestige bagi ASN. Beliau juga pernah menjadi ASN di Kabupaten Balangan dan setidaknya para Akar rumput ASN serta masyarakat sedikit banyaknya masih ingat dengan karir beliau di Kabupaten pemekaran Hulu Sungai Utara,” Ungkapnya.

Pondok Pesantren yang beliau bina warisan orang tua beliau di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang mana banyak sedikitnya masyarakat disekitar sana mengenal beliau dan pernah dikabarkan hendak mencalon Kepala Daerah Hulu Sungai Tengah, tetapi dikarenakan berbagai satu dan lain hal urung di laksanakan. Serta ketokohan orang tua beliau Bapak H. Ahmad Makkie yang pernah menjadi Bupati Tapin Priode 1983-1993, ASN di Pemprov Kalsel pada masanya serta aktif di berbagai organisasi eksternal dan internal selama masa hidupnya. Beliau Aktif di kepengurusan NU dan menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalsel. Beliau meninggal Hari Rabu pukul 15:10 Wita di Banjarmasin di usia 78 tahun, Dan pengalaman serta prestasi ayahnya dan binaan ayahnya tersebut membuat Haris Makkie tidak kalah aktifnya seperti ayahnya. Untuk itu apakah konstelasi politik Kalsel akan mengikuti saat Pilpres bagaiman sang petahana memilih sosok dari ulama yang juga menjabat Ketua MUI Indonesia dan Pengurus Rais NU,” Tegasnya.

Haris Makkie aktif sebagai Ketua NU Kalsel hingga sekarang secara otomatis dekat dengan ulama di kalsel dan berpengalaman dalam penerapan peraturan dan kebijakan pemerintahan saat menjabat Sekda yang berguna nantinya menjadi orang nomor 2 pendamping Paman Birin. Kalimantan Selatan yang terkenal religius dan agamis menjadi salah satu faktor apabila beliau yang menjadi pendamping Paman karena tidak mewakili Partai Politik manapun yang dimana apabila Koalisi Pilpres dilanjutkan maka diharapkan tetap solid serta bisa dapat bertambah dari koalisi yang tidak bergabung di Pilpres dapat bergabung di Pilkada nantinya. Partai Golkar secara pasti mendukung Paman Birin dua periode karena Paman Birin sampai saat ini aktif menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kalsel ditambah keaktifan orang tua beliau semasa hidup di Partai Golkar Kalsel tersebut, menambah poin penting selain kedekatan dengan Ulama dan juga aktif di NU karena mayoritas dikalsel hingga akar rumput masih setia dengan NU.
Haris Makki bisa memudahkan Paman Birin memimpin Kalsel lagi, karena Haris Makkie selama kurang lebih menuju 4 tahun kepemimpinan beliau, Haris Makkie selalu aktif membantu dan berbagi peran antara Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekda. Serta Sekda juga yang mengetahui keadaan dilapangan dan memberikan masukan terkait peraturan dan kebijakan Paman Birin selama ini. Dan apabila duet Gubernur dan Sekda Kalsel ini dilanjutkan di pencalonan Pilkada tahun 2020, tidak perlu lama lagi untuk mereka menata pemerintahan dan kebijakan tidak perlu meraba dari awal lagi karena peraturan dan kebijakan yang dijalankan di periode pertama di evaluasi untuk dilanjutkan atau diperbaharui bagaimana mestinya di periode kedua.

Paman Birin dan Haris Makkie sudah terjun langsung saat ini di pemerintahan serta dengan dukungan ASN, saat ini dalam bekerja membangun Kalsel Mandiri Sejahtera dan tinggal perlu dilanjutkan dalam perjalanannya di periode kedua, ditambah dukungan ASN di Pemprov Kalsel yang sudah mengetahui latar mereka berdua selama ini bersama dalam bingkai Gubernur dan Wakil Gubernur dibantu oleh Sekda. Patut ditunggu bagaimana Kalkulasi Paman Birin dalam menentukan sosok Wakil Gubernur, apakah mengambil dari Perwakilan Partai Politik atau orang netral dari Partai Politik yang memudahkan Partai Politik manapun ikut berkoalisi untuk bergabung mendukung Paman Biarin ke periode kedua. Dan bagaimana hitungan matang Haris Makkie apabila di ajak Paman Birin Duet ke periode kedua, Beliau akan rela melepas jabatan Sekda dan status ASN yang beliau rintis dari nol,” Tutupnya.

Sumber,” M. Reza Hikmatullah (Gmm)

