Pemulung Merusak Pemandangan

BANJARBARU, GLOBALMARTAMEDIA.COM

  • @ Membuka Jendela Dunia.

Banjarbaru adalah Kota yang indah dan bersih, tidak jarang mendapatkan Aji Pura. Dalam membentuk Pemerintah yang Adil dan Makmur,” Perlu mempunyai sosok figur di Aparatur Pemerintah yang Peduli, Tegas, Merakyat dengan keadaan warganya. Seperti warga yang mendapat musibah atau pun kehidupannya yang di bawah garis kemiskinan seperti yang di rasakan,” Mama Agus, Warga yang tinggal di seputar Kota Banjarbaru. (11/06/2019)

Seorang janda Tua yang sering di panggil,” Mama Agus, yang mempunyai lima orang anak dengan pekerjaan sebagai Pemulung, Tiga anaknya masih sekolah dan dua yang masih kecil, satu yang sering ikut memulung bersama ibunya,” Rezha (5) tahun, Mungkin dari hasil menjadi Pemulung yang memakai gerobak untuk memungut barang bekas tidak mencukupi kebutuhan hidupnya sehari hari buat keluarganya, Apalagi rumah mengontrak dan bahan pokok untuk dibeli serba mahal,” Imbuhnya.

Penuturan,” Mama Agus kepada GMM mengatakan, Beliau mengontrak rumah di seputar kota Banjarbaru Rp 500 ribu/bulan, Dia menafkahi keluarganya cuma sendiri sebagai Pemulung, Dia pernah di tangkap SALPOL PP dua kali, Tapi katanya dia tidak pernah merugikan orang lain, Tidak pernah mencuri hak orang lain dan tidak pernah mengganggu warga di Kota Banjarbaru !? Kenapa saya di tangkap ?? Apa salah saya !!! Apakah dengan bekerja sebagai Pemulung saya bersalah menafkahi anak saya dengan nada sedih,” Tuturnya

Mereka pernah mengancam saya,” Mau masukkan saya kepenjara bila ketemu anggotanya,” SATPOL PP, saat razia. Bila  masih memulung di pinggir jalan Kota Banjarbaru, Saya sempat bingung dan gelisah,” Apakah mereka,” SalPol PP,” yang akan Menafkahi keluarga saya, Bila saya berhenti jadi pemulung. Alasan SatPol PP melarang saya jadi pemulung,” Katanya merusak PEMANDANGAN Kota Banjarbaru, Saya di sini cuma istirahat sebentar melepas lelah bersama anak saya,” Sesalnya, Saya bukan Robot yang terus berjalan dan di larang duduk beristirahat,” Ungkapnya.

baca juga :  Polisi Larang Pawai Dan Pesta Kembang Api Saat Perayaan Tahun Baru 2022.

Dibalik kegelisahan Mama Agus,” Masih ada orang yang berhati Mulia dan Ikhlas mengasih makanan dan memberi uang di saat istirahat di Bundaran depan STM YPK Jalan Panglima Batur Banjarbaru, Beliau pakai Mobil Pajero warna putih Nopol KT 1583 NW,” Katanya saya tidak pernah meminta dan mengemis, Mereka yang sering memberi kepada saya, Entah kenapa,” Mungkin karena mereka Iba dan kasihan memandang saya dan anak saya yang masih kecil,” Saya sangat bingung kepada Aparat Pemerintah” SatPol PP yang melarang saya memulung dipinggir jalan !? Sedangkan mereka hidup berkecukupan dengan sedikit keringat yang bercucuran,” Pungkasnya. (Elg)