Haul Datuk Kalampayan ke 213.

MARTAPURA, GLOBALMARTAMEDIA.COM

  • @ Membuka Jendela Dunia.

Haul yang akan dilaksanakan di ruang Induk Masjid Jami Tuhfaturraghibin, Dalam Pagar, Hujan tidak menyurutkan semangat jemaah untuk menghadiri agenda tahunan Haul Syekh Muhammad Arsyad AlBanjari atau Datu Kelampayan, Desa Dalam Pagar, Martapura Timur, Polres Banjar menurunkan 257 Personel dalam pengamanan acara Haul tersebut, Jemaah yang berjumlah ribuan hadir bergelombang ke lokasi acara mulai pagi. Masjid yang lokasinya berada di depan peninggalan rumah Datu Kelampayan di tepi Sungai Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. (10/06/2019)

Kabag OPS Polres Banjar,” AKP Wahyu Ismoyo Jaya Wardana mengatakan, Semua personel dibagi dan disebar 9 Rayon penjagaan, Beberapa titik jalan harus ditutup agar tidak terjadi kemacetan, Masalahnya lokasi acara cukup sempit. Tempat parkir kendaraan roda empat berada cukup jauh dari pusat acara. Memang lebih ringkas ketika naik klotok, jemaah langsung sampai ke jantung acara, duduk tertib di bawah tenda tenda. Pengamanan Puncak Haul di Back up TNI, Salpol PP dan stake holder juga Relawan agar acara berjalan tertib aman dan nyaman,” Tuturnya.

Panitia memang sudah menduga jemaah tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Makanya tenda di sekitar lingkungan masjid. Selain melindungi dari kehujanan, itu bentuk pelayanan agar jemaah lebih khusyuk menikmati agenda keagamaan tersebut. Sementara Para tamu Undangan Khusus ditempatkan di rumah Almarhum H. Sirajuddin, yang tepat berada di samping Masjid. Warga sekitar juga patut diapresiasi. Masyarakat yang tinggal dekat Dalam Pagar membuka pos pelayanan. Beberapa titik posko di Telok Selong, misalnya menyiapkan camilan kurma dan makanan gratis. Begitu selesai acara, jemaah yang pulang kembali diberikan hidangan kopi gratis di posko yang menjadi tempat perlintasan jemaah.

baca juga :  Dandim Bojonegoro Hadiri Giat Pembinaan & Peningkatan Kapasitas Penguatan Lembaga Kemasyarakatan Desa.

Haul ini juga membawa berkah tersendiri bagi pemilik kelotok yang menjadi armada penting membawa jemaah ke lokasi acara. Ratusan perahu bermesin tersebut hilir mudik menyeberangkan jemaah. Mereka rela tidak dibayar meski tidak menolak pemberian sekadar untuk menutup bahan bakar. Haul yang jatuh ke 213 ini juga terasa berbeda. Ada banyak tamu penting yang hadir. Mulai ulama, habaib, pejabat, pengusaha, dan politisi dari banua bahkan luar pulau Kalimantan, Semua berkumpul dalam ruang induk masjid tersebut, menyatu dalam haul yang berisi pembacaan Doa. Sekretaris panitia Haul,” H. Salim Fuad mengatakan Warga menyiapkan konsumsi untuk para jamaah yang datang puluhan ribu bungkus nasi samin,” Ungkapnya.

Selama almarhum mengabdi untuk umat, sampai wafat di usia 105 tahun, yang disampaikan,” H Ahmad Hamid, Semua berawal dari niat suami istri yang ingin memiliki putra. Ketika usia kandungan Syekh Muhammad Arsyad mencapai 6 bulan, orang Tuan Beliau,” Abdullah, mendapat Rahmat Malam 21 Ramadhan, itu malam Lailatulkadar, Permintaan bukan harta dunia, Melainkan Memohon diberikan juriat Anak yang Sholeh dan Alim Lahir dan Bathin, Doa itu dikabulkan ALLAH SWT, Waktu beliau mendapat berkah malam lailatulkadar,” Syech Muhammad Arsyad Albanjari, doanya juga sama seperti Ayahanda Beliau, yaitu memohon seluruh keturunan alim. Kita mendapat karunia Besar berkat kelahiran dan pengabdian beliau di sini,” Ucapnya. Pujian serupa dilontarkan oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Menurut Paman Birin, seluruh juriat Datu Kelampayan adalah orang besar dan alim, baik terkenal atau tidak. Sampai saat ini, ulama yang memiliki pengaruh besar rata-rata berasal dari Datu Kelampayan,” Tegasnya.

Gubernur Kalsel,”Sahbirin Noor(Paman Birin) sendiri melontarkan janji pada acara puncak Haul di Masjid Jami Tuhfaturraghibin akan membuat Makam Syeck Muhammad Arsyad Albanjari menjadi Destinasi Wisata Religius kelas Dunia, yang terletak di Desa Kelampayan Tengah, Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar,“ Sesuai janji saya, pada 2019 mendatang akan memperbaiki kubah Datu Kelampayan. Ketua Panitia dan juriat Datu Kelampayan,”  H. Muhammad Husin mengatakan, acara Haul di Dalam Pagar murni nilai Historis. Datu Kelampayan berasal dari Dalam Pagar dan diberikan tanah oleh Kerajaan untuk membangun pesantren dan membina umat. Walaupun tempatnya tidak luas, kami tetap melestarikan tradisi haul di sini,” Tutupnya. (Hsby/Elg)