Korban Aksi 22 Mei Pamit Mau Reuni.

JAKARTA, GLOBALMARTAMEDIA.COM

  • @Membuka Jendela Dunia.

Demonstran yang  terlibat kericuhan saat menggelar Aksi 22 Mei di depan gedung Bawaslu Jakarta, Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu serentak 2019. Salah satu korban meninggal saat mengikuti aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Rabu  dinihari diidentifikasi,” Abdul Azis (17) tahun, warga Kampung Rocek Barat RT 12/04, Desa Rocek, Kecamatan Cimanuk Pandeglang. Orang tua korban,Johani, menjelaskan anaknya itu memang pamit ketika hendak berangkat ke Jakarta pada Senin (20/05). Korban menyampaikan alasan ke Jakarta untuk bertemu saudaranya dan dilanjutkan reuni bersama temannya. (23/05/2019)

Johani menuturkan bahwa anaknya itu santri di salah satu Pondok Pesantren di Kuningan, Jawa Barat. Cuma dia bilang ke Jakarta mau reunian sama kawan kawannya,” Ucap Johani. Johani menuturkan, sebelum berangkat ke Jakarta Senin (20/05) putranya sempat meminta izin dan memohon doa. Namun, dia tidak memberitahukan bahwa akan ikut aksi unjuk rasa, Dia berangkat sendirian pada Senin pukul 09.00 Wib. Kami justru mendapat kabar tentang meninggalnya putra kami itu dari Pak Lurah,” Ujarnya. Pihak keluarga mengatakan hingga saat ini jenazah korban masih berada di Rumah Sakit Kramat Jati Jakarta Timur. Keluarga berharap jenazah korban bisa segera dibawa pulang untuk dimakamkan. Sementara itu, Bupati Pandeglang,” Irna Narulita mengaku prihatin atas meninggalnya salah satu warga Pandeglang tersebut,” Sesalnya.

Saya merasa prihatin dan berduka sangat dalam karena rakyat kami. Semoga keluarga korban diberi ketabahan, Terkait penyebab kematian korban, Irna mempercayakan kepada aparat penegak hukum untuk menyelidiki tragedi tersebut dengan tuntas dan adil. Saya juga mengimbau sebelumnya kepada rakyat saya agar tidak perlu ke Jakarta,” kata Irna. Menurut Irna, KPU dan Bawaslu di daerah bisa dijadikan tempat untuk menyampaikan masukan terkait pelaksanaan pemilu. berdasarkan informasi yang diterimanya ada sekitar 200 warga Pandeglang yang ikut berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi 22 Mei 2019,” Pungkasnya.

baca juga :  Partai Awal Caleg Akhir.

Saya sebenarnya khawatir dan merasa prihatin, Khawatir ada yang sakit di perjalanan, khawatir bentrok dan ternyata kekhawatiran saya terbukti. Saya sangat menyayangkan, Aparat kurang menjaga ketentuan hukum dan mengontrol emosi. Irna mengaku telah mengutus Camat Cimanuk untuk bertakziah langsung ke rumah duka. Semoga amal ibadahnya diterima dan mati Syahid di sisi Allah, Secara terpisah, Kabid Humas Polda Banten,” AKBD Edy Sumardi, ketika ditanya terkait meninggalnya salah satu warga Pandeglang saat ikut aksi di Jakarta 22 Mei, mengatakan Polda Banten masih menyelidiki dan mendalami informasi tersebut,” Tutupnya. (Fzb/Viv)