Demonstran Tantang Aparat.

JAKARTA, GLOBALMARTAMEDIA,COM

  • @Membuka Jendela Dunia.

Gubernur DKI Jakarta,” Anis Baswedan, Mendapatkan Impormasi mengenai jumlah korban luka dan meninggal, Dua ratus lebih yang terluka parah dan enam orang yang meninggal dunia. Kericuhan antara pihak kepolisian dengan massa aksi 22 Mei 2019 masih berlangsung hingga pukul 22:30 Wib. Kericuhan mengakibatkan enam orang meninggal dunia, Di RS Tarakan, di RS Pelni, RS Budi Mulia, RS Angkatan Laut Mintohardjo dan RSCM. Polisi dihimbau agar mematuhi Undang Undang Terkait ketentuan Hukum yang berlaku, Massa aksi tidak akan melempari petugas dengan petasan jika Aparat tidak beringas dan emosi, Jangan sampai korban makin bertambah banyak yang tewas dan terluka,” Tegasnya.

Pihak kepolisian setelah jajaran petugas menghentikan tembakan gas air mata ke arah massa aksi. Polisi masih bertahan dengan kekuatan penuh di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Sudah, sudah jangan lempar petasan lagi. Kami sudah menghetikan gas air mata,” kata seorang polisi lewat pengeras suara di mobil komando, Namun massa sudah terlanjur beringas menyaksikan rekan mereka tewas dan terluka, Adapun massa yang paling awal memicu kericuhan di Jalan MH Thamrin berasal dari depan Djakarta Theater. Sejumlah massa melempari polisi dengan bom molotov dan batu. Mereka menantang Aparat,” Sini Keluar Klo Berani, Mereka juga membakar botol dan ban bekas di tengah jalan,” Sesalnya.

Polisi mencoba membubarkan massa dengan tembakan gas air mata, sehingga beberapa oknum massa terluka dan dirawat relawan dari Dompet Dhuafa yang bersiaga di Jalan KH Wahid Hasyim. Sejumlah massa muncul di sisi kiri Gedung Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat tepatnya di depan Restoran Bakmi Gajah Mada, sekira pukul 22:15 Wib. Awalnya sisi kiri Gedung Sarinah relatif kondusif dan banyak pedagang menjajakan minuman. Berdasarkan pantauan, massa provokator yang berjumlah puluhan di sisi kiri Gedung Sarinah itu, relatif berperawakan muda berusia sekitar 20-30 tahun. Mereka mencoba memprovokasi personel polisi yang berjaga di dalam lahan parkir mobil Gedung Sarinah,” Tutupnya. (Fzb)

baca juga :  MK Karena ALLAH Memutuskan.