KOTABARU, GLOBALMARTAMEDIA.COM
Tanah longsor yang terjadi menimpa Desa 1 Babalembang dan Desa Teluk Sungai, Kecamatan Matasirih yang masih masuk juga wilayah Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, Rabu Sekitar Pukul 08.00 wita. Akibat bencana tanah longsor tersebut, sekitar 6 buah rumah tertimbun tanah, dan sekitar 20 rumah mengalami kerusakan, Siswa yang sedang UNBK mendengar musibah terjadi syok dan menangis juga membuyarkan konsentrasi mereka, untuk mencapai desa mereka dari Kota Baru butuh waktu 18 jam melalui transportasi laut, speet boat (24/04/2019).

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotabaru,” Ahmadi Jaya mengatakan, terjadinya bencana longsor di daerahnya tersebut ada dua korban yang tertimbun tanah, yaitu seorang ibu (Hikmah) dan anaknya (Sabandia), bahkan seorang ibu dan bayinya juga terseret longsor yang masih belum di ketahui nasibnya. Sedangkan dari Kecamatan Pulau Sembilan ke Pulau Matasirih membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam menggunakan transportasi laut untuk bisa sampai ke TKP. Saat kejadian diketahui ada dua korban yang tertimbun tanah, sekarang masih dalam pencarian oleh Tim gabungan,”Imbuhnya.

Menurut Abdul Latif warga Pulau Matasirih RT 05 yang merupakan Kepala Sekolah SMPN 2 Pulau Sembilan sedang berada di Kota Baru mengikuti UNBK di SMAN 2 Kota Baru bersama siswi dan siswanya, Kami pun memberikan pemahaman kepada mereka yang rumah serta keluarganya ikut dalam tragedi tersebut. Terjadinya bencana tanah longsor akibat hujan yang tidak kunjung reda, sehingga mengakibatkan tanah erosi sampai terjadi longsor.
- Mereka terlepas dari Bala Bencana karena AllAH punya Hamba yang taat ke padaNya di Daerah tersebut.
Seluruh tim gabungan masih berupaya menemukan Korban yang tertimbun tanah longsor, meski mereka masih kesulitan untuk evakuasi korban, sayangnya di lokasi kejadian tidak ada signal selular, hanya menggunakan peralatan seadanya dan radio untuk berkomunikasi, tapi para Relawan dari Kecamatan, Polsek dan tim gabungan tetap semangat untuk menemukan korban yang masih tertimbun (Rzl/Yns).
