Tak Pernah Tersentuh Bantuan Dari Pemerintah.

MARTAPURA, GLOBALMARTAMEDIA.COM

  • @ Membuka Jendela Dunia.

Kalsel/ Upaya Pemerintah kabupaten Banjar (Pemkab) untuk mengentaskan kemiskinan nampaknya belum cukup merata dirasakan masyarakat. Buktinya, masih ada warga miskin yang sehari-hari hidup miskin, tetapi sama sekali tidak tersentuh bantuan pemerintah. (03/05/2020)

Harapan pemerintah pusat untuk mensejahterakan rakyat miskin, masih jauh dari harapan karena kurang tepatnya penerima bantuan sehingga bantuan yang dikuncurkan justru tidak menyentuh langsung ke rakyat miskin. Diantara warga miskin tersebut adalah,” Ibu Masnah (75) tahun dan Ibu Kamnah (80) tahun, Desa Sungai Kitano Martapura Timur RT 03, Kabupaten Banjar.

Ibu Masnah sudah setahun lebih beliau lumpuh.

Menurut keluarga dekat mereka menjelaskan,” Banyak program untuk kelurga miskin dengan kucuran uang yang tidak sedikit dikampanyekan pemerintah. Dari pusat hingga daerah, para pejabat berkampanye bahwa mereka serius menangangi kemiskinan. Sayangnya,” Ibu Masnah dan Ibu Kamnah tidak masuk dalam daftar orang miskin yang layak dibantu,” Ucapnya.

Alhasil, Ibu Masnah yang sudah lumpuh setahun lebih pun sama sekali tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah, Penerima manfaat Program Keluarga harapan (PKH), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan langsung atau bantuan nontunai, maupun bantuan lainnya semuanya cuma dongeng belaka. Keberadaan Ibu Masnah dan Ibu Kamnah seolah-olah tidak diakui oleh Pemerintah Kabupaten Banjar,” Cetusnya.

Nama Masnah dan Kamnah  tidak pernah masuk dalam daftar warga yang mendapat bantuan apa pun. Nama mereka tidak pernah masuk Program Keluarga Harapan (PKH). Apalagi, program bedah rumah yang sudah bertahun-tahun dilakukan pemerintah. Padahal, secara fisik rumah mereka sangat tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal,” Sesalnya.

Bantuan diberikan oleh warga yang peduli dengan keadaan mereka.

Ironisnya, warga di sekitar lingkungan tempat tinggalnya yang ekonominya lebih mapan justru malah mendapat bantuan dari pemerintah. Kehidupan mereka jauh lebih baik dibanding mereka, tetapi mereka yang justru mendapatkan bantuan lewat PKH, bagaimana prosesnya, entah famili, kerabat atau kelompok pejabatnya, Faktanya mereka menerima bantuan tersebut,” Pungkasnya.

Ketika beberapa warga di desanya mendapatkan kartu sehat (Jamkesmas, Kartu Indonesia Sehat, dan aneka kartu sehat untuk warga miskin yang pernah dikeluarkan pemerintah) untuk bisa berobat gratis, Mereka selalu terlewat. Namanya tidak ada di daftar orang yang harus diberi kartu berobat gratis. Kartu sehat tidak pernah “mampir ke rumahnya,” Jelasnya.

“Alhamdulilah, kemarin dan pagi tadi, sekitar pukul 09:15 Wita, 03/04 ini saya dapat bantuan sembako dari hamba ALLAH yang ga tau juga entah dari mana datangnya. Mereka bukan dari kalangan pemerintah tapi mereka peduli kepada warga miskin seperti kami,” Tutupnya.

Sumber,” Imam/Tlc/Elg (Gmm)

baca juga :  Semarak Pelantikan JMSI Pengcab Lebak Periode 2023-2028 Dimeriahkan Oleh Seni dan Budaya.