MARTAPURA, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
Kalsel / Hujan yang mengguyur Kota Martapura hari ini, Sabtu 07/03 sekitar pukul 12:51 Wita, Hampir di setiap ruas jalan terendam banjir yang di sebabkan tak ada pembenahan drainase yang sudah lama menjadi masalah di instansi Bidang Sumber Daya Air (SDA). Dalam pembenahan suatu daerah yang Asri perlu kesiapan lembaga yang konsisten dan konsekuen dalam bekerja. Tidak memilah dan memilih area yang di bersihkan atau di prioritaskan. (07/03/2020)
Pembenahan di bidang saluran air atau aliran air seperti parit / drainase yang terlihat masih amburadul, Instansi terkait,” Sumber Daya Air (SDA) Sepertinya lalai dan lamban dalam menangani hal tersebut, seperti sampah yang menutup dan menumpuk di drainase, sehingga menghambat arus aliran air yang mengalir, Hal tersebut sudah lama terjadi sejak di Pimpin Gusti Khairul Saleh hingga KH Khalilurrahman sebagai Bupati Banjar. Kapan janji mereka akan terpenuhi kepada Masyarakat selaku wakil mereka.

Menurut warga Desa Pasayangan,” Junaidi mengatakan, Sangat di sayangkan warga sekitar desa kami dikatakan tidak mengizinkan sedimen yang di dalam parit Simpang empat Pondok Pesantren Darussalam di keruk atau di bongkar, dari dulu hingga sekarang tak pernah kami melarang untuk di bersihkan, apakah ini alasan untuk membiarkan hal tersebut terus berlanjut atau mungkin males bekerja karena anggaran yang tidak ada, Jangan warga kami yang di salahkan,” Pungkasnya.
Lanjutnya lagi, Hampir setiap datangnya musim penghujan, Desa kami yang berada di tengah Kota Martapura terendam banjir, tak perlu saya jelaskan, mungkin bapak sudah tau daerah mana yang sudah menjadi langganan banjir,” Ucapnya. Kepala Daerah Kabupaten Banjar juga pernah bilang kalo Banjir sejak dari dulu bukan cuma sekarang !!! Apakah tidak ada solusinya, masalah ini kecil jangan di perbesar, Drainase yang dangkal dan mampet klo di benahi secara benar dan teratur pasti jalan tak akan tergenang air lagi,” Sesalnya.

Mereka kadang lalu lalang jalan dalam keadaan banjir saat hujan datang, Namun mereka tampak acuh dan tidak peduli dengan keadaan. Menurut warga yang tidak mau sebutkan namanya, “Kalo tidak sanggup mengatasi atau membenahi keadaan seperti ini mohon mengundurkan diri saja, ini hal sepele yang terlalu di besarkan. Sudah sekian lama jalan di kampung kami saat hujan turun selalu banjir, di sebabkan drainase yang tak pernah di benahi,” Ungkapnya.
Santri Pondok Pesantren Darussalam,” Abdurrahman warga Galam Rabah yang mondok di Pasayangan Gang Kasturi menyebutkan, Kami miris melihat keadaan seperti ini yang di biarkan berlarut larut, Pemerintah daerah nampaknya tak begitu memperhatikan masalah yang di anggap tak menguntungkan mereka, katanya. Mulai Ulun sekolah disini tahun 2015 sampai wahini kakaini aja keadaannya, kadada berubah mun hujan labat tatapai Ulun ba angkat tapih Bulik, sama wan di kampung Ulun di Galam Rabah Haur banjir tarus Mun musim panghujan,” Tutupnya.
Sumber, “ Onedy/Dany/elg (Gmm)

