JAKARTA, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
Wartawan Sinar Pagi,” DM Hariyawan (52) tahun, yang mengalami perlakuan buruk hampir sebulan lalu, tepatnya 30 September 2019, sekitar pukul 20:00 Wib, di halaman Polda Metro Jaya (PMJ). Dia dipukuli secara membabi buta oleh puluhan Polisi, diduga dari Satuan Brimob, menyebabkan kepala Hariyawan bocor, pelipis luka, sekujur tubuh sakit dan bengkak-bengkak. (26/10/2019)
Yang bersangkutan datang menjumpai saya,” Wilson Lalengke, mengadukan penganiayaan terhadap dirinya yang tidak mendapatkan perhatian semestinya dari pihak Kepolisian. Laporan Polisi (LP) sudah dibuat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, beberapa jam setelah kejadian, yakni pada subuh, tanggal 1 Oktober 2019. Sayangnya, hingga hari ini, 25 Oktober 2019, LP yang bersangkutan belum diproses Polri,” Sesalnya.

Pertanyaan sederhana saya, mengapa polisi belum memproses kasus pengeroyokan dan penganiayaan warga, rekan wartawan, atas nama DM Hariyawan ini ??? Apakah kalian tidak malu aniaya Mitra kalian ??? Sebagai informasi tambahan, Korban telah lama menjadi wartawan yang bertugas di PMJ selama lebih dari 15 tahun. DM Hariyawan juga sudah dikenal baik oleh Kabid Humas PMJ. Yang bersangkutan juga selalu memberitakan giat Polda Metro Jaya dan aktivitas Polri secara umum di medianya, Koran Mingguan Sinar Pagi,” Pungkasnya.
Harapan kami sebagai insan pers semua yang ada dari Sabang sampai Merauke, Polri sebagai institusi yang diberi tugas dan kewenangan oleh negara, agar sesegera mungkin melaksanakan tanggung jawabnya menindaklajuti Laporan Polisi atas kasus tersebut. Jangan sampai masalah ini larut dalam kelupaan. Sedangkan korban sudah mengabdi kepada kalian selama di PMJ giat memberitakan aktivitas Polri secara umum. (Wilson Lalengke)
Sumber,” Ismail Sarlata/elg (Gmm)

