MARTAPURA, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
Warga Maniapun Pengaron geger seorang pelajar gantung diri,” RH (14) tahun, di dalam rumah bagian ruang dapurnya. Informasi beredar, adanya seorang Gadis muda gantung diri di Desa Maniapun Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar, Selasa sore sekitar pukul 16:40 Wita. Anggota Polsek Pengaron langsung menuju lokasi kejadian, Korban gantung diri tersebut diketahui seorang gadis belia, Sontak membuat warga daerah Kecamatan Pengaron dan sekitar berdatangan untuk memastikan kebenaran berita yang mereka dengar. (16/07/2019)
Dari keterangan teman korban,” Tiya, sehari sebelumnya, dalam chating tersebut, korban mengatakan bahwa dia tidak terima karena diputuskan oleh pria yang dicintainya,” Firman, Hal tersebut membuat korban berniat untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Korban yang saat itu sedang seorang diri didalam rumah karena ditinggal ke kebun oleh kedua orangtuanya,” Ungkapnya.
Teman korban yang datang mengetuk pintu depan tidak dibukakan, kemudian dia menuju pintu belakang rumah dan mengetuk pintu belakang, namun juga tidak dibukakan pintunya,” ucap Ismanto. Pihaknya sudah memeriksa saksi yang merupakan teman sekolah korban,” Nazwa Hanan (15) tahun dan Intan Aulia (13) tahun, Berdasarkan keterangan saksi, Nazwa Hanan dan Intan Aulia akan mengantarkan kitab milik korban,” Terangnya.
Teman korban mendengar ada bunyi barang yang jatuh. Saat mendengar suara itu para saksi ketakutan, dan lari ke depan rumah untuk mengabarkan ke tetangga sekitar.“ Lalu salah satu warga mendobrak pintu rumah korban dan mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal tergantung di ruang dapur menggunakan tali berwana orange dan berdiri di atas jerigen berwarna putih yang ditambah bantal di atas jerigen tersebut,” jelasnya.
Kapolsek Pengaron,” Iptu Suroto melalui Kanit Reskrim Polsek Pengaron,” Aipda Ismanto, membenarkan berita tersebut melalui telpon seluler, Kami masih di lokasi kejadian untuk olah kejadian perkara, dibantu warga sekitar, korban di evakuasi ke puskesmas terdekat untuk mengetahui penyebab kematian sebenarnya, Namun tidak ada tanda tanda kekerasan di tubuh korban, Orang tua korban tidak mau anaknya di outopsi untuk penyelidikan, biarlah korban meninggalkan kami dengan tenang,” Tutupnya.
Sumber,” Rsl/Elg (Gmm)

