Pungutan Liar Di Sekolah Dasar.

RIAU, GLOBALMARTAMEDIA.COM

  • @ Membuka Jendela Dunia.

Informasi terkait adanya dugaan Pungutan LiarPungli ” yang terjadi di Lembaga Pendidikan, kali ini diduga terjadi di lembaga jenjang pendidikan sekolah dasar (SD). Sebagaimana Informasi dan data yang diperoleh Selasa 09/07, Dugaan pungutan yang telah dilakukan pihak lembaga pendidikan tersebut diatas.

Kepada orang tua siswa didik pindahan yang diduga dikenakan biaya sebesar Rp 900.000″ Awalnya pihak Wali Murid diminta Rp 1.000.000 oleh Kepala Sekolah,,” Listrik Murni, namun saya meminta keringan menjadi Rp 900.000″ dikarenakan saya orang susah. (11/07/2010)

Narasumber yang minta nama dan identitasnya disembunyikan, Saat dipertanyakan, uang yang dipinta atau ditagih pihak sekolah sebesar Rp 1.000.000 untuk apa? Untuk uang bangku pak, namun dikarenakan saya memohon untuk dikurangkan maka akhirnya jatuh sebesar Rp 900.000jawab Narasumber.

Masih dihari yang bersamaan, Selasa 09/07, Usai mendapatkan Informasi dan data, Awak Media pun menjumpai Listri Murni Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 193 untuk dimintai keterangan akan kebenaran Informasi dan data yang telah diperoleh,” Ungkapnya.

Listri pun membenarkan ada pemungutan uang untuk anak pindahan, yaitu sebesar 50.000 sampai 100.000 Rupiah untuk uang Administrasi.” jawab Kepala Sekolah SD Negeri 193 Pekanbaru, Saat dipertanyakan kebenaran apakah siswa pindah dikenakan biaya? Itu baru tadi pagi ini khan, mau ditarik lagi anak itu, silahkan aja.

Dan silahkan bapak laporkan ke Dinas Pendidikan, pinta Listri Murni Kepala Sekolah SD Negeri 1093 yang terkesan Arogan saat ditunjukkan bukti pungutan yang dimiliki awak media berupa kwitansi sebesar Rp 900.000″ serta mengambil Foto awak media tanpa izin yang patut dipertanyakan,” Tuturnya.

Aduh Kunci bapak tertinggal, awas mobil bapak nanti saya beli.” ucap Listri Murni Kepala Sekolah SD Negeri 193 Pekanbaru dengan pongah yang terkesan tidak memiliki Etika selaku Kepala Sekolah, saat awak media mengambil kunci kendaraan roda empat yang tertinggal di ruang kerjanya.

baca juga :  Walikota Dumai Tersangka Kasus Korupsi.

Tak mungkin pak kita orang susah memberikan uang begitu saja tanpa alasan, justru Kepala Sekolah yang meminta uang yang awalnya sebesar Rp 1.000.000″ kalau ibu mau beri lebih kepada kami ga apa apa,” Jelasya.

Narasumber pada awak media yang kembali dikonfirmasi untuk menanyakan pernyataan Listri Murni yang tidak meminta melainkan diberi, sembari mengulang pernyataan Kepala Sekolah pada awak media via telpon seluler. Rabu 10/07.

Dan saya hari ini,” Rabu, 10/07/2019 ditelopon mengaku bernama Rozali dari Kartama menanyakan kebenaran kwitansi tersebut, ya saya bilang silahkan bapak tanyakan langsung kepada Kepala Sekolah tentang kebenaran Kwitansi tersebut, lalu telpon tersebut langsung saya tutup,Tutupnya.

Sumber,” Ismail Sarlata (Gmm)