MARTAPURA, GLOBALMARTAMEDIA.COM
Membuka Jendela Dunia
Kalsel/ Pelayanan penerangan lampu yang terjadi khususnya di wilayah ranting Kota Martapura sangat memprihatinkan, Pasalnya saat pemadaman listrik sangat merugikan masyarakat. Banyak kerugian yang terjadi pada warga yang penghasilannya tergantung pada aliran listrik negara. Para Konsumen yang masih menggunakan aliran listrik prabayar tidak bisa salah sedikit dan terlambat bayar langsung di tindak tegas tanpa kompromi. Sedangkan bagi konsumen yang menggunakan sistem token/pulsa sangat tidak memuaskan, Jum’at (03/07/2026))
Pelayanan listrik negara terhadap rakyatnya sangat tidak memuaskan. Seperti halnya dengan pembelian pulsa listik dengan harga yang sudah ditentukan, isinya sangat banyak pemotongan. Tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Pemerintah khususnya yang berwenang untuk bijak kepada masyarakat dalam hal ini dan pelayanan penerangan, Satu ini saja jangan ditambah dipersulit. Jangan semuanya dibebankan kepada warga, terkait pelanggaran murni yang dilakukan pihak pemerintah terhadap rakyat di anggap hal biasa dan sepele, seperti harga Pulsa di outlet diseluruh pelosok Kalimantan.
Menurut beberapa orang warga mengatakan, Kerugian yang dialami pihak PLN tidak ada hubungannya dengan Rakyat Indonesia, itu murni pelanggaran yang dilakukan pihak PLN sendiri. Kami Rakyat tidak pernah mengutang selama berlangganan, bahkan rakyat ketahuan mencuri listrik dari rumahnya sendiri didenda dengan tidak manusiawi, semaunya menentukan, tidak ada kata maaf. Namun disaat pihak PLN yang telah merugikan masyarakat tidak ada sedikitpun ada kompensasi terhadap rakyatnya, seperti pemadaman listrik yang dirasakan rakyat saat ini, Berapa kerugian yang di rasakan warga. Pemerintah khususnya pihak PLN jangan bertindak semaunya sendiri dan menang sendiri, Padahal kalianlah yang merugikan PLN itu sendiri dengan korupsi berjamaah.
“Pembongkaran atau pergantian KWH/meter pada rumah yang masih bagus dan layak semaunya mencopot, ini milik kami bukan milik pihak PLN, karena kami beli pada saat pemasangan pertama, jadi terserah kami karena ini hak dan milik kami. Ditanya siapa yang menyuruh mengganti..??? menjawab cuma dari pihak ketiga… Kalau rugi pangkas pemborosan ditubuh PLN itu sendiri, Maling teriak maling… Apalagi saat rumah dalam keadaan kosong, tidak ada penghuninya semaunya dia melepas milik orang lain, jangan arogan kalian, TUHAN tidak tidur dan melihat yang kalian perbuat, bener ko ini fakta,” jelasnya berapi api kepada awak media www.globalmartamedia.com Jum’at, (03/07/2026)
Semakin hari semakin tidak menentu nasib negara, Apalagi saat seperti ini di setiap sektor kacau balau, Demo hampir setiap hari dan terus berlanjut. Rakyat meminta agar pemerintah mengelola negara dengan baik, jujur dan amanah, jangan rakyat dijadikan tameng untuk menduduki jabatan dan meraup keuntungan dengan serakah. Contoh kecil seperti PLN di katakan sedang mengalami kerugian, dimana kerugiannya. Itulah Karena pemerintah tidak transparan dan selalu menutupi kebocoran management yang membuka peluang besar untuk korupsi merajalela. Akhirnya rakyat yang di tumbalkan untuk dijadikan korban, tarif listrik naik dengan signifikan, pajak penjualan, pajak bumi dan bangunan… Semaunya mereka para bajingan menentukan.
“Saya berharap semoga rakyat Indonesia sabar dan rejekinya terus menerus di tambahkan Tuhan agar kemauan pemerintah yang sangat serakah ini menaikkan tarif apapun bisa kita bayar. Tuhan Maha Melihat dan Maha Tahu, apa yang sedang di alami makhluknya dan apa yang sedang diperbuat pemerintah yang djolimi kepada rakyatnya akan segera berakhir, kita tidak bisa berbuat banyak kecuali memohon pertolongan kepada sang pencipta, Bajingan pemerintahan kalian,” tutup seorang warga yang identitasnya minta dirahasiakan.
Sumber,” Dny/Arl/Tim (BGM)

