Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Segudang Masalah.

MARTAPURA, GOBALMARTAMEDIA.COM

Membuka Jendela Dunia

Kalsel/ Griya Sehat Martapura yang baru saja selesai dibangun oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, melayani Terapi Akupuntur yang kantornya terletak di Jalan Pangeran Abdurrahman Kelurahan Keranton, Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, tepatnya berdampingan dengan kantor eks Puskesmas Martapura 2, sampai saat ini belum membayar gaji kepada pegawai harian lepas (PHL) sejak dibukanya pelayanan Terapi Akupunktur tersebut.

Para PHL sejak awal dibuka/bekerja 01/08/25 sampai hari ini belum menerima hasil keringatnya, hampir dua bulan sejak mereka masuk kerja tanpa ada keterangan yang jelas dan pasti. Mereka sangat berharap honor mereka segera dibayar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. Awak media pun mencoba menelusuri ke Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar yang sedang digenjot pembangunan total ruangan dalam dengan anggaran fantastis, Instansi yang menaungi Terapi Akupunktur Griya Sehat tersebut.

Menurut keterangan,” Gt Huldani dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mengatakan, Mereka para PHL Griya Sehat Martapura harus perlu di bahas dulu dalam rapat nantinya.

Mereka layak atau tidak gajihnya dibayar itu nanti akan kita sampaikan, Apa maksud layak atau tidak gajih mereka dibayar Pak,” kata seorang wartawan balik mempertanyakan statement Gt Huldani diruang kerjanya dengan respon nervous berusaha mencabut pernyataan ” Layak tidaknya dibayar ” kepada awak media globalmartamedia.com

“Akan kita usahakan secepatnya gaji mereka dibayarkan,” terang Gt Huldani disela waktu istirahat diruang kerjanya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Banjar,” Zulyadaini, saat dihubungi via selular mengatakan, akan segera menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar untuk diminta keterangan dan membahas polemik ini.

“Saya lagi ada acara rapat di Gambut, dua poin yang akan saya tanyakan, pertama masalah rehab kantor Puskesmas Martapura 2 dan gajih karyawan di Griya Sehat yang belum dibayar,” ucap Pa Zul panggilan akrabnya kepada awak media.

baca juga :  Alvin Lim Beri Kuasa ke LQ Indonesia Lawfirm Lawan Balik Kriminalisasi Polisi.

Ditempat terpisah, wartawan kembali menemui (PJ) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar,” Dr Ivan diruang kerjanya, namun beliau tidak ada ditempat dan menurut keterangan pegawai setempat mengatakan sedang berada diluar.

“Bapak Kepala Dinas sedang lagi ada rapat di luar,” katanya. Dihubungi via WhatsApp Bapak Ivan tidak berkomentar alias tidak ada balasan. Tidak cukup sampai disitu, awak media kembali menghubungi,” Bapak Yusnadi selaku PPK Griya Sehat via WhatsApp, dan menyambut baik beberapa pertanyaan wartawan.

“Dana untuk gajih karyawan Griya Sehat sudah dianggaran, kemungkinan dibulan Oktober sudah bisa diambil ke rekening mereka, namun untuk tanggal pastinya dana tersebut masuk ke dalam rekening mereka kami tidak bisa memastikannya,” jelas Yusnadi.

Bangunan Puskesmas Martapura 2 Baru saja di rehab untuk keamanan pelayanan yang menelan biaya tidak sedikit, akan dibongkar karena tidak adanya surat keterangan kelayakan dan keamanan dari pihak terkait untuk kembali digunakan sebagai pelayanan kesehatan masyarakat.

Tenaga kerja pegawai harian lepas (PHL) dilingkungan Griya Sehat Martapura dibawah kendali Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar belum terima jerih payahnya bekerja selama hampir dua bulan, Kepala Griya Sehat Terapi Akupunktur Martapura,” Lili saat ditemui diruang kerjanya di lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar tidak bisa berkata apa apa terkait masalah gajih yang belum dibayarkan kepada karyawannya yang hanya bisa gigit jari.

Menurut aturan, setiap pembangunan sebuah instansi pelayanan untuk masyarakat itu sudah fix dalam segala hal, seperti property didalam ruangan dan dana untuk membayar gajih mereka, supaya tidak ada kendala saat beroperasinya pelayanan tersebut, namun lain dengan Griya Sehat Martapura di bawah Instansi Dinas Kesehatan yang baru saja dianggarkan gaji buat pegawainya, akibatnya semua berjalan dengan mulut ngemil angin sepoi.

baca juga :  Tim Wasev Kunjungi TMMD Ke-115 Kodim 0602/Serang.

Dengan kondisi tersebut otomatis sangat berpengaruh terhadap kehidupan para pekerja phl tersebut, sementara dampaknya kebutuhan rumah tangga kami ikut tersendat akibat gaji yang belum dibayarkan.

“Belum gajian selama hampir dua bulan, kurang tahu alasannya,” aku sama yang lainnya belum ada menerima, Instansi Pemerintah tidak diperbolehkan menerima honorer atau P3K, apalagi di Griya Sehat tempat kami bekerja, Kami disini sebagai pegawai harian lepas, tidak ada SK nya,” urai seorang karyawan di Griya Sehat ketika dimintai keterangannya.

Begitupun, kendati belum menerima hak, namun para pekerja ini tetap melaksanakan tugas sabagai mana tanggung-jawab pekerjaannya meskipun rekan-rekan mereka di tempat lain sudah menerima gaji,” keluh mereka.

“Kita tetap bekerja dengan giat, kendati belum dibayar gaji,” imbuhnya.

Meski demikian, dia berharap gaji yang tertunggak itu bisa dibayarkan secepatnya, mengingat kebutuhan hidup sehari-hari.

“Hanya itu harapan kami, karena kami butuh uang untuk kebutuhan sehari-hari seperti membeli sembako dan lainnya,“ ucapnya mengakhiri.

Pihak Kejaksaan diminta harus memeriksa Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar terkait banyaknya masalah yang terjadi ditubuh instansi tersebut, jangan sampai ada asumsi masyarakat yang beranggapan negatif kepada kinerja Kejaksaan Negeri Martapura atau Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan. Karena banyaknya masalah yang terjadi di Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Namun nampak terlihat adem ayem aja tanpa adanya pemeriksaan yang serius.

“Apakah pihak Kejaksaan atau pihak berwenang yang menindak lanjutinya sudah kemasukan angin, Saya tidak tau pasti, intinya dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar tempat dimana kami bekerja enjoy aja,” tutup seorang pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar yang minta namanya rahasiakan.

Sumber,” Dny/Arl/Elg (GMM)