MARTAPURA, GLOBALMARTAMEDIA.COM
Membuka Jendela Dunia
Kalsel/ Jalan yang menghubungkan antara Desa Sungai Kitano, Desa Kamasan dan Desa Dalam Pagar kemaren malam ambrol akibat bangunan yang tidak permanen, untuk sementara warga Desa harus berhati hati saat melintas pada malam hari. Ambruknya Siring penahan badan jalan tersebut terletak di Desa Dalam Pagar RT 01/01 Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.
Kejadian berawal saat warga sedang berada di dekat area tersebut sambil ngobrol dan juga ada warga yang memancing, sekitar pukul 21:15 WITA malam (29/07/2024), warga mendengar ada bunyi yang tidak seperti biasa mereka dengar, merasa ada yang aneh dengan suara tersebut, warga yang sedang berada ditempat tersebut langsung pindah tempat keseberang jalan, di dekat rumah Kepala Desa Dalam Pagar Muhammad Qamalludin Ismail.
Menurut seorang warga Desa tersebut,” Muhammad yang akrab dipanggil Amat menuturkan, Tepat sekali kecurigaan kami, tidak berapa lama Siring jalan tersebut langsung ambruk kedalam sungai, untung saat itu tidak ada korban, namun kejadian tersebut sempat membuat warga Desa kami berhamburan keluar rumah mendengar bunyi ambruknya Siring penahan badan jalan tersebut.
“Saya sudah menduga bunyi yang kami dengar tadi adalah bunyi Siring yang mau ambruk, untung saya bersama teman lainnya langsung pindah tempat karena merasa curiga Siring jalan akan longsor, terasa ada geseran dan mengeluarkan bunyi dari dalam,” terang Amat dengan nada polos.
Ditempat yang sama Kepala Desa Dalam Pagar,” Muhammad Qamalludin Ismail (pembakal Iis) mengatakan, Kami sudah meminta kepada pihak yang sebelumnya mengerjakan jalan yang runtuh ini agar permanen, saat itu acara haul akan dilaksanakan, kemudian jalan ini dibuat untuk sementara agar warga yang melintas merasa aman dan nyaman. Longsornya Siring jalan ini sudah yang kesekian kalinya, longsor diakibatkan bangunan Siring yang asalan, tidak permanen serta disebabkan kuatnya arus air sungai Martapura, apalagi saat musim banjir tidak akan bertahan lama.
“Saya meminta atas nama Kepala Desa Dalam Pagar bersama warga agar pembangunan Siring dibuat permanen, dari bahan beton atau Habim flat. Kalau dibuat seperti yang dulu dari bahan Ulin tidak akan bertahan lama, dan pasti akan kembali longsor, namun pihak dari Dinas PUPR Kabupaten Banjar mengatakan, ini hanya untuk sementara/darurat, dan akan datang dibuat permanen,” ucap Pembakal Iis menirukan ucapan tersebut.
“Apalagi sepertinya konsep mereka dalam pembangunan siring penahan badan jalan di area sungai dan lokasi sering terdampak banjir tidak modern, masih menggunakan sistem dulu. Ini pasti tidak akan bertahan lama dan kembali akan longsor,” tambahannya.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar,” Anna, melalui Kepala Bidang Bina Marga,” Jimmy menerangkan kepada awak media globalmartamedia.com diruang kerjanya, bahwa ambruknya Siring penahan jalan di Desa Dalam Pagar Kecamatan Martapura Timur karena bangunan Siring tidak permanen, hanya untuk sementara waktu, agar acara Haul pada saat itu akses keluar masuk bagi jamaah menuju pusat Haul aman dan nyaman.
“Pihak kami sudah ada beberapa kali meninjau lokasi tersebut untuk kelanjutan pengerjaan siring penahan jalan yang ambruk agar segera dikerjakan dengan permanen, mengukur kemampuan akurasi tanah pinggir sungai dengan cara boring sedalam kurang lebih 30 meter serta mengukur panjang Siring badan jalan yang akan di kerjakan,” jelas Jimmy.
Sumber,” Dny/Arul/Tom (GMM)

