PURWAKARTA, GLOBALMARTAMEDIA.COM
Membuka Jendela Dunia
Jabar/ Pemeliharaan Situ Cigangsa Balai Besar Wilayah Citarum (BBWS) disiyalir terlalu menghambur – hamburkan keuangan negara pasalnya dalam tahap pengerjaan berkala tahun 2023, dengan nilai anggaran fantastis Rp. 5.919.318.300. (11/06/2023)
Pasalnya dikerjakan oleh CV. Dengan no SPK.HK.02.01/SATKER OPSDA/ PPK/OPSDA III-AV-2023 dengan Nama Pemenang tander proyek tersebut dari pihak ke tiga yakni CV. Kalembo Ade Mauta dengan pagu anggaran total milyaran rupiah.
Menurut Asep Burhana Ketua Projo Kabupaten Purwakarta menuturkan, terlihat dilokasi lapangan dalam pekerjaannya terlihat tidak mencapai milyaran mencapai 6 milyaran totalnya. Dan di duga seperti ajang Kopensensi untuk rugikan keuangan negara.
Lanjut Ketua Projo Kabupaten Purwakarta menjelaskan, Diduga Proyek tersebut dinilai menghambur hamburkan uang negara alias pemborosan. Bukan hanya itu, dalam pelaksanaannya pun dinilai ada kesalahan dalam pemasangan papan informasi kegiatan.
“Disebutkan dalam papan informasi kegiatan berada di wilayah Desa Campakasari, Kecamatan Campaka, padahal itu berada di dua wilayah desa.” Ujarnya.
Lebih lanjut Asep Sebagian wilayah desa Campakasari sebagian lagi masuk ke wilayah Kelurahan Munjul Jaya.
“Terlihat semakin menjadi tanda tanya mengapa Kelurahan Munjul jaya kurang di libatkan padahal sangat jelas masuk zona wilayah kecamatan Purwakarta Al hasil,” kata Asep.
Masih menurut Asep, hebat ini sangat menarik mengapa bisa sepeti itu. Padahal sebelumnya pasti mengecek lokasi dahulu, jelas menjadi tanda tanya menuai perbincangan.
Ketua DPD Projo Kabupaten Purwakarta menjelaskan, menilai bahwa proyek pemeliharaan Situ Cigangsa itu sangat kurang pas. Pasalnya pemborong seharusnya bisa memperhatikan terlebih dulu batas batas wilayah daerah Situ Cigangsa.
“Bisa bisanya langsung pasang papan informasi tanpa melihat batasannya, ini ada apa? seharusnya kalau ada di dua wilayah papan informasi harus ada garis garing (Campakasari/Munjuljaya) atau bisa pasang dua papan informasi sekaligus,” Jelas Asep, Minggu. (11/06/2023)
Selain itu, dirinya (Asef-Red) juga menyampaikan pengerjaan situ cigangsa harus ada nilai dampaknya untuk masyarakat. Jangan sudah di keruk dan di tata, namun tetap saja begitu tidak ada airnya, dan banyak rerumputan yang tumbuh.
“Adanya pemeliharaan anggaran miliaran ini harus menjadi dampak positif khususnya untuk irigasi, dan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang akan berjualan lokasi tersebut. Kalau mau dijadikan kawasan pariwisata, jangan sampai tetap banyak rerumputan yang tumbuh dan terkesan kumuh,” Cetus Asep.
Setelah pengerjaan ini harus berdampak baik untuk masyarakat pertanian, perkebunan, persawahan di lokasi tersebut, khususnya untuk masyarakat Purwakarta agar semua bisa menikmati.
“Jangan sampai nilai pengerjaan sekian tapi tidak ada dampaknya untuk apa,” tegas Asep.
Ketua Projo Kabupaten Purwakarta menambahkan, Kalau hanya menghambur hamburkan uang negara yang sekarang lagi keadaannya begini. Kalau begitu saya akan buat surat pada balai BBWS ke pusat,” imbuhnya.
Sumber,” Dny/Fit/Elg (GMM)

