Dana Rp.7,6 T Yang di Kelola BPDPKS Nihil. 

JAKARTA, GLOBALMARTAMEDIA.COM

@ Membuka Jendela Dunia.

Jakarta/ Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM-Nus) Mempertanyakan kemana perginya dana sebesar 7,6 Triliyun Rupiah yang di kelola oleh Badan pengelola dana perkebunan kelapa sawit (BPDPKS) untuk menstabilkan harga minyak goreng di pasar. (13/02/2022)

Karena hingga saat ini, harga minyak goreng yang kita temukan di pasar masih melambung tinggi, kelangkaan juga terjadi di pasar besar ataupun pasar tradisional, Pemerintah daerah mulai genit lirik dana 7,6 triliun yang begitu semok dan montok.

Koordinator Pusat BEM Nusantara,” Eko Pratama mengingatkan, Badan Pengelola dana perkebunan Kelapa sawit (BPDPKS) untuk serius dan tidak main-main dalam menangani kasus tersebut, ini persoalan hajat hidup orang banyak, Saat ini Keluhan itu datang dari berbagai macam penjuru di masyarakat.

“Keluhan datang mulai dari pelaku usaha UMKM kuliner dan emak-emak serta dampaknya sangat dirasakan langsung oleh Rakyat, Apalagi kita akan memasuki bulan puasa (Ramadhan) semua akan menjerit jika kondisinya masih seperti ini hingga tibanya puasa,” Ungkap Eko Pratama selaku Koordinator Pusat BEM Nusantara.

Sampai kapan solusi jangka pendek ini akan bertahan, Pemerintah pun tak bisa memberikan kepastian kepada masyarakat. Pemerintah terkesan tidak berdaya menghadapi para Kartel minyak goreng dan tampak sebegitu tidak berdayanya Pemerintah di hadapan para kartel tersebut.

“Berbagai paket kebijakan diluncurkan Pemerintah untuk atasi mahalnya harga minyak goreng di pasaran, Operasi pasar yang telah dilaksanakan selalu tidak tepat sasaran, Subsidi yang cukup besarpun tak kunjung membuat harga minyak goreng stabil, dan berujung pada kelangkaan,” Jelas Eko Pratama Koordinator BEM Nusantara.

Kami (Bem Nusantara) di seluruh Indonesia akan konsisten lakukan survey pasar, jika masih didapati harga yang melambung tinggi di pasaran dengan skema Subsidi 7,6 Triliyun, Dana yang tidak tanggung-tanggung negara mengeluarkan untuk stabilnya harga minyak goreng, Kami kembali turun kejalan dengan massa yang lebih besar.

baca juga :  Ajak Bakar Bendera Merah Putih" Bekas Perkara FP Tahap II Dilimpahkan Ke Kejaksaan Negeri Jayapura.

“Kemana dana yang sangat besar dengan nilai 7,6 triliun yang dikelola oleh BPDPKS, Artinya BEM seluruh Nusantara Fix turun gelar demo, mungkin itu Solusi yang di butuhkan, Maka jangan salahkan jika kami (Mahasiswa) bersama Pedagang pasar dan emak-emak akan serbu dan meramaikan kantor BPDPKS, Kemendag, dan instansi terkait lainnya,” Tegas eko pratama.

Sumber,” Bem/Yus/Elg (Gmm)