Jalan Rusak Parah 400 Meter, Puluhan Tahun Tak Pernah Di Perbaiki.

MARTAPURA, GLOBALMARTAMEDIA.COM

@ Membuka Jendela Dunia.

Kalsel/ Sudah puluhan tahun akses jalan menuju Desa mereka Lok Buntar Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar rusak parah sepanjang 400 meter. Dari informasi warga, jalan tersebut sudah sejak lama rusak parah karena banyak lubang. Kondisi itu membuat perjalanan warga semakin sulit dan sangat terganggu karena akses jalan yang banyak dimanfaatkan oleh warga itu tak pernah di perbaiki. (30/11/2021)

Janji Pemerintah Kabupaten Banjar dari dulu sampai sekarang tak pernah terealisasi, Jalan yang sering di gunakan sebagai fasilitas perekonomian di Desa Lok Buntar Kecamatan Sungai Tabuk sangat parah, apalagi di saat seperti ini musim penghujan. Lubang yang tak terlihat tertutup genangan air sering membahayakan warga Desa yang melintas.

“Menurut seorang warga yang enggan menyebutkan namanya, saat di Konfirmasi mengatakan, Jalan menuju Desa Lok Buntar ini cuma 400 meter saja jaraknya, Pemerintah Kabupaten Banjar tidak bisa mengatasinya, Saat Pilkada dan Pileg janjinya akan secepatnya memperbaiki” Jalan menuju Desa Lok Buntar sesegera mungkin kita benahi, Kasian warga Desa membawa hasil panennya terkendala,” Tiru warga mengucapkan janji pejabat tersebut.

“Dia melanjutkan dengan raut wajah kesal mengatakan lagi, Kami sangat berharap agar Pemerintah Kabupaten Banjar secepatnya memperbaiki jalan yang sudah rusak parah ini, Kasian warga disini. Jalan di tengah kota Martapura yang sudah bagus malah di aspal agar lebih bagus lagi, sedangkan jalan di Desa Kami sudah puluhan tahun tidak di perbaiki, Apakah ini yang namanya untuk kesejahteraan masyarakat,” Ucapnya dengan nada  kesal.

Kepala Desa Lok Buntar mengakui jika akses jalan menuju Desanya sangat rusak dengan waktu yang sangat lama, jalan yang tidak pernah tersentuh perbaikan dari pemerintah, meskipun sudah sejak dari dulu pihaknya mengajukan perbaikan jalan ke Dinas terkait, namun hingga saat ini belum mendapatkan perbaikan dengan berbagai alasan.

baca juga :  Korban Salah Tegur Pelaku.
Cuma 400 meter jalan menuju Desa Lok Buntar puluhan tahun tak pernah di perbaiki instansi terkait.

“Masyarakat Desa Lok Buntar sangat berharap kepada pemerintah Kabupaten Banjar, mudah-mudahan di tahun 2022 ini jalan menuju Desa Lok Buntar sepanjang 400 meter segera mendapatkan perbaikan. Kami juga mendapatkan informasi bahwa di tahun 2022 ada anggaran di ABPD untuk perbaikan jalan dan semoga akses jalan ini bisa mendapatkan proyek perbaikan dari anggaran tersebut,” harap warga Desa Lok Buntar.

Kondisi jalan rusak yang terjadi di wilayah pedesaan memang selalu menjadi polemik di masyarakat, Seperti di anak tirikan, Di tengah Kota jalan yang sudah bagus di tambah biar bagus, Sedangkan di pedesaan jalan rusak parah di biarkan begitu saja dengan waktu yang cukup lama, Seolah Pemerintah Kabupaten Banjar tutup mata dengan keadaan jalan rusak tersebut.

“Dinas PUPR Kabupaten Banjar enggan berkomentar terkait masalah jalan rusak tersebut, Betapa mirisnya melihat Jalan Raya yang masuk wilayah Kota Martapura kondisinya sangat bagus. Di mana perpaduan antara rabat beton dengan dilapisi aspal, sehingga jalan tersebut sangat bagus kondisinya. Namun begitu memasuki Jalan Martapura Lama yang termasuk wilayah Kabupaten Banjar, kondisinya berbanding terbalik 180 derajat,” sesal seorang warga Desa Lok Buntar.

Memasuki Desa Lok Buntar nyaris tidak ada aspal, yang ada hanya bebatuan, lumpur serta lubang-lubang yang besar membahayakan pengguna jalan. Belum lagi genangan air yang menutupi lubang besar membuat pengendara harus ekstra hati-hati, Ia sangat menyayangkan lambatnya respons Dinas PUPR Kabupaten Banjar dalam melakukan perbaikan.

“Harusnya cepat diperbaiki sebelum ada korban akibat jalan rusak, karena kondisinya menurut saya sudah cukup parah, Jangan sampai ada warga yang melapor ke pusat, nanti yang di salahkan warga Desa sini yang sudah lama memendam semua ini,” tutup warga yang enggan di sebutkan namanya.

Sumber,” Kim/Rmy/Elg (Gmm)

baca juga :  Harga Beras Melambung, Negara Alami Kemunduran Bidang Pangan.