Pasien Habis Operasi Terlantar di Rumah Sakit Raza.

MARTAPURA, GLOBALMARTAMEDIA.COM

@ Membuka Jendela Dunia.

Kalsel/ Korban kecelakaan bernama,” Nur vhadya ulhaq (14) tahun Binti Syamsul Ma’Arif (37) tahun, warga Desa Penggalaman RT 02/01 Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar, yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Ratu Zalekha (RAZA) dalam kondisi terluka patah tulang akibat tabrakan dengan Mobil truk tangki di Jalan Martapura Lama Desa Gudang Tengah Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar terlantar saat ingin pulang kembali ke rumah. (09/11/2021)

Informasi tersebut di peroleh dari orangtuanya yang merasa kesal akibat ulah para oknum pegawai Rumah Sakit yang dengan sengaja tidak menghiraukan keadaan pasien sehabis di operasi dokter akibat patah tulang pahanya sebelah kanan yang di rujuk ke Rumah Sakit Ratu Zalekha pada hari Jum’at tanggal 5 Oktober 2021.

Nur vhadya ulhaq (14) tahun, yang bersekolah di SMA Sungai Tabuk Kabupaten Banjar yang pada saat itu sedang mengantar tugas sekolah bersama temannya, Saat kejadian Kendaraan Honda Beat di kendarai oleh temannya yang bernama,” Nur Syifa (14) tahun, warga Desa Penggalaman juga, Namun Nur Syifa cuma mengalami keseleo pada pergelangan tangan sebelah kanan.

Kejadian tersebut terjadi pada hari Jum’at, Sekitar pukul 11:15 Wita 05/11/21 di Desa Gudang Tengah Kecamatan Sungai Tabuk, Korban Nur Vhadya Ulhaq berboncengan dengan Nur Syifa tengah mengendarai kendaraan roda dua Honda Beat” DA 6140 PSU, Sedangkan mobil truk tangki dengan Nopol DA 8865 JB di kendarai oleh Ali Sandra warga Tanjung Rema Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar.

Menurut keterangan saudara,” Syamsul Ma’arif orang tua,” Nur Vhadya Ulhaq mengatakan, Vhadya mengantar tugas sekolah bersama Nur Syifa yang mengendarai motor Beat tersebut, Saat melintas di Desa Gudang Tengah jalan Martapura Lama terserempet oleh mobil truk tangki Fuso besar. Keduanya pun langsung di larikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalekha Martapura, Alhamdulillah Sopir bertanggungjawab atas semua kelalaiannya.

baca juga :  Gugatan PT. Bitara Agung Mandiri Terhadap KPB Trading Singapura dan PT KPBN Resmi Dicabut PN Jakarta Pusat.
Pasien dibawa ke pelataran Rumah Sakit bersama dengan ranjangnya.

“Kapolsek Martapura Barat,” Iptu Alhamidie langsung menghubungi Polsek Sungai Tabuk untuk menindaklanjuti dan mengamankan mobil dan sopir tangki tersebut, sedangkan Iptu Alhamidie sendiri ikut mengantar korban ke Rumah Sakit Raza untuk segera dilakukan penanganan terhadap kedua korban tabrakan,” Ucap Syamsul Ma’arif kepada awak Media globalmartamedia.com

Namun di dalam penanganan,” Nur Vhadya di Rumah Sakit Ratu Zalekha, Syamsul Ma’arif merasa kecewa terhadap oknum yang diduga telah mengabaikan tugas pokok sebagai pegawai Rumah Sakit. Pasien yang dianggap masih perlu perawatan sehabis operasi patah tulang dari dokter dibiarkan begitu saja sampai pasien di bawa ke luar ruangan hingga ke pelataran parkir Rumah Sakit Ratu Zalekha.

Saya sudah bayar full biaya operasi dan tetek bengek terhadap perawatan anak saya dengan total biaya Rp 26.700.000″ (dua puluh enam juta tujuh ratus rupiah) Tapi pelayanan di Rumah Sakit tidak maksimal, seharusnya ketika pasien ingin pulang harus di cek kembali dan pasien di berikan arahan agar cepat dalam pemulihan.

“Setelah kami bayar semua biaya operasi dan perawatan, kami dibiarkan begitu saja tanpa ada memberikan arahan buat pasien, Jadi kami serba salah, mau keluar sendiri takut salah. Apalagi pasien yang tanpa biaya masuk ke Rumah Sakit sini, Mati baru para pegawai Rumah Sakit Ratu Zalekha melayaninya,” ujar Syamsul Ma’arif dengan kesal.

“Bayar operasi dan perawatan terlalu berlebihan, karena apa” tidak sesuai dengan apa yang kami harapkan, sudah di tunda kepulangan pasien satu malam karena belum ada kesepakatan antara pihak Rumah Sakit dan keluarga pasien, akibatnya biaya membengkak saat pembayaran,” tutup Syamsul Ma’arif.

Sumber,” Sym/Rmy/Elg (Gmm)

baca juga :  KPK Diminta Hadir Dalam Permasalahan Lahan SD Cikangkung.