JAKARTA, GLOBALMARTAMEDIA.COM
@ Membuka Jendela Dunia.
Jakarta/ Tim Densus Antiteror Polri menangkap,” Abu Rusydan terduga teroris asal Kudus, Jawa Tengah, terkait dugaan terorisme. Padahal Abu Rusydan yang pernah ditangkap 2004 lalu sudah memiliki hubungan baik usai pendekatan, Deradikalisasi yang dilakukan oleh Aparat Kepolisian selama ini. (19/09/2021)
Kapolres Kudus,” AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan, Deradikalisasi tentu tetap kita lakukan, pelaku eks teroris kita lakukan penggalangan pendekatan beberapa sudah condong ke NKRI, Penangkapan Abu Rusydan oleh Densus 88 saya pribadi saya menyesalkan bisa terjadi, karena hubungan selama ini sudah ada baik,” kata Kapolres Kudus.
Abu Rusydan adalah seorang yang aktif di media sosial, dimana ceramahnya yang sangat mengerikan, Jika kita perhatikan maka semuanya mengarah ke Jihad, menyalahkan Pancasila, Negara serta menampilkan wajah Islam yang sangat mengerikan.
Abu Rusydan bukanlah orang baru di Jamaah Islamiyah JI, dia juga pernah di tangkap Densus 88 Anti Teror Polri tahun 2004 lalu atas dakwaan menyembunyikan Ali Ghufron alias Muklas yang pada saat itu menjadi Buronan Teroris Bom Bali1 selama 3,5 tahun.
Menurut Kapolres Kudus,” AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan, Abu Rusydan ini lah yang menyembunyikan Jamaah Islamiyah mentraformasikan diri menjadi JI yang baru di tahun 2008. Amir barunya adalah Parawi dalam struktur baru JI.

“Abu Rusydan posisinya di luar struktur termasuk orang yang di tuakan dan menjadi figur sehingga punya kontribusi besar terhadap perjalanan organisasi JI dan Peran Abu Rusydan sendiri di JI cukup straregis,” jelas Kapolres Kudus.
Diantaranya bersama dengan Abu Fatih menganjurkan JI tetap menjaga hubungan baik dengan Afghanistan dan menyerukan kepedulian serta dukungan JI terhadap Suriah menjadi Negara Islam versinya.
Kapolres Kudus,” AKBP Aditya Surya Dharma menambahkan, Jamaah Islamiyah (JI) ini juga menyerukan hubungan baik dan mendukung bangsa Moro di Filipina selatan “MNLF termasuk memberi nasehat tentang perjuangan JI agar tidak salah langkah serta memberikan masukan agar penggalangan dana yang di lakukan selama ini.
“Selain itu, Abu Rusydan juga membuat skema penguatan pengkaderan anggota JI melalui aktivitas spt i’dad (latihan perang) serta menganalisis proses pengiriman mujahid JI ke Suriah,” Terang Kapolres Kudus.
Benar adanya jika lebih baik mencegah daripada Mengobati akan timbulnya teror. Penangkapan Abu Rusydan ini merupakan Langkah pencegahan terhadap ancaman serius keamanan Nasional di tanah air.
Sumber,” Ard/Ayt/Elg (Gmm)

