Kabaharkam Tekankan Arahan Presiden Jokowi Soal PPKM Level 4.

JAKARTA, GLOBALMARTAMEDIA.COM

@ Membuka Jendela Dunia.

Jakarta/ Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri,” Komjen Arief Sulistyanto memimpin video conference (vicon) kepada seluruh jajaran penanganan penanganan pandemi Covid-19 di Rupatama Mabes Polri, Jakarta. (28/07/2021)

Selaku Kepala Operasi (Kaops) Aman Nusa II Lanjutan,” Arief menekankan beberapa Arahan Presiden Joko Widodo selama penerapan PPKM Level 4 Yang diperpanjang Hingga 2 Agustus 2021.

“Intensifkan hasil Ops Aman Nusa II, laksanakan dengan konsisten, proaktif dan koordinatif,” tekan Arif dalam keterangan tertulisnya.

Adapun penekanan Arahan Presiden Joko Widodo yang harus dengan baik diterjemahkan di lapangan antara lain, pengaturan operasional pasar tradisional, PKL dan warung makan. Terkait hal ini, Arief agar betul-betul dikontrol terkait jam buka dan penegakan protokol kesehatannya.

“Koordinasi dengan Pemda dan Dinas Pasar. mengurangi jumlah pedagang di pasar dan mengusulkan lokasi perluasan di luar pasar hingga pengaturan parkir,” ujar Arief Senin. (26/07/2021)

Kemudian, sambung Arief, selama penerapan PPKM Level 4 bagaimana Peran Polri mengurangi beban masyarakat. Dalam hal ini, bantuan sosial, sembako yang harus dikawal sepenuhnya hingga tepat sasaran.

Arief, sebagaimana halnya Presiden Jokowi juga meminta pertimbangan wilayah dengan angka kematian tinggi, dengan menyatukan kemampuan RS, menyesuaikan dengan peningkatan ketersediaan oksigen.

Kabaharkam menyampaikan instruksi Presiden Jokowi agar tetap menjaga dalam pengaturan operasional pasar tradisional, PKL dan warung makan. 

Oleh karena itu, pelaksanaan Operasi Aman Nusa II Lanjutan ini,” Arief meminta agar berkoordinasi dengan Forkompimda, kolaborasi dan sinergitas.

“Polri agar mendinamisasi sinergitas seluruh. Dan tak kalah pentingnya kesehatan dan keselamatan personel,” tandas Arief.

Lalu kemudian, Arief menekankan hearts Rangka peningkatan Kepatuhan ‘Masyarakat Terhadap prokes merupakan Aspek Penting hearts Penurunan Jangka Waktu Kasus positif. Dengan cara, melakukan sosialisasi dan edukasi secara masif baik secara langsung dengan patroli mobil maupun melalui media sosial.

“Dilakukan pada komunitas terkecil, penegakan prokes dilakukan dengan cara humanis, hindari cara arogan,” tekan Arief.

Dalam pelaksanaan 3T, Arief mengarahkan agar mengintesifkan pada level PPKM Mikro dengan menyelaraskan kepada 4 pilar. bentuk tracer untuk melaksanakan tracing sekaligus melaksanakan sosialisasi atau edukasi prokes dan memastikan ketersediaan alat testing (Antigen/PCR).

Sejauh ini, kata Arief, jumlah tracer di 34 Polda yang dibuka 61.217, yang terbagi 58.929 tracer di 2.288 tracer di ruang digital.

Pelaksanaan juga turut menjadi atensi, untuk itu agar personel memperhatikan dan memastikan jumlah warga yang telah dilakukan vaksin. Arief agar akselerasi vaksinasi di elaborasi sehingga target herd immunity segera tercapai, di komunitas.

Sumber,” Sbm/Hrd/Elg (Gmm)