GARUT, GLOBALMARTAMEDIA.COM
@ Membuka Jendela Dunia.
Jabar/ Ratusan Masyarakat sekitar Pabrik milik PT. Pratama Abadi berkumpul didepan pintu masuk proyek pembangunan pabrik yang rencananya dijadikan industri sepatu. Warga yang terdiri dari unsur Karangtaruna, pengurus Bumdes dan karyawan dari Perusahaan itu datang untuk mempertanyakan penutupan pabrik yang sedang dibangun dan penghentian sepihak para pekerja disana. (21/12/2020)
Sebagai Ketua Lembaga Pengawas Pelayanan Informasi Publik DPP Jawa Barat,” Iwan Gunawan atau yang lebih akrab di panggil Kang Papau dan Sekaligus Pimpinan Redaksi globalmartamedia.com Kang Papau Gunawan terus mengawal segala perkembangan yang terjadi terkait pembangunan Pabrik Pratama Abadi yang terletak di jalan raya Bandung Tasik di Desa Cijolang Kecamatan Limbangan dan Kampung Cijolang Desa Ciaro Kecamatan Nagreg kabupaten Bandung.

Kami barisan masyarakat Cijolang Satu, Cijolang Dua jadi satu tekad satu ucap satu tujuan akan menolak dengan keras terjadinya sipat arogansi pihak pihak yang ingin mendominasi, bahkan mendikte segala kebijakan yg ada di daerah kami. Masalah pembangunan pabrik PT Pratama Abadi. Ini memerlukan pengawalan serta andil yang ekstra dari semua pihak, terutama peran serta tokoh masyrakat pribumi.
Penyelenggara yang ada pun harus sensitip dan responsip dan harus tau apa sih inti dari keinginan masyrakat kami, Masyrakat itu tidak menghendaki kediktatoran dari semua pihak, Kalau mau di urut dari belakang mulai dari ijin pabrik ini sudah di paksakan, terkait hal ini Bupati Garut, DPRD Garut dan bahkan Gubernur harus bisa ikut andil langsung, Pembangunan pabrik ini berada di perbatasan di dua Kabupaten, Zona pertanian, Zona santri di rubah jadi Zona industri, Hal ini juga sudah jadi masalah, Anda harus bertanggung jawab langsung.
“Kang papau berharap bisa berdialog secara terbuka antara Bupati Garut, DPRD Garut, Gubernur. Untuk membahas masalah ini demi Keadilan, Kemaslahatan semua pihak, Masyrakat dan tokoh juga harus di hadirkan, Temasuk tokoh agama,” pinta Kang Papau.

Kang papau menghendaki limbangan ini jangan sampai berubah ciri atau identitas ke santrian nya, keulamaannya, dan limbangan jangan terkenal dengan kasus pembakaran bendera Tauhid nya saja, Kami menghendaki keberadaan ini harus di siapkan dengan peraturan peraturan yang ada, Peraturan Desa yang mengatur tatakelola bumdes yg baik,” Ucap Kang Papau.
Perdes Retribusi, Perdes lingkungan dan sosial kemasyrakatan yang bernuansa santri, Kang Papau sangat kecewa denga muncul muncul sikap tokoh yang seolah olah cuma utamakan uang dan bisnis, tapi kemaslahatan masyrakat tidak di utamakan, ingat Bangunlah jiwanya bangunlah badan, itulah Jargon Indonesia untuk Rakyat.
Islam itu tidak ketinggalan jaman, namun selalu mengikuti perkembangan jaman. Demi kebaikan kita semuanya marilah kita bersama sama menyusun, membuat kebijakan kebijakan publik yang di miliki dan di terima oleh semua unsur di masyarakat,” tutupnya.
Sumber,” Pau/Onedy/Elg

