BANJARBARU, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
Kalsel/ Management PT PLN Di undang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjarbaru untuk menjelaskan tentang tarif tagihan listrik pelanggan di wilayah Kota Banjarbaru yang membengkak dari tagihan biasanya. (16/06/2020)
Dalam Rapat dengar pendapat (RDP), Selasa yang dipimpin Ketua DPRD,” Fadliansyah dan Wakil Ketua Nafsiani Samandi dihadiri Manajer PLN UP3 Banjarmasin Sudarto dan Akhyar dari PLN ULP Banjarbaru.
Pertemuan antara pihak PT PLN dan anggota dewan dari lintas fraksi dan juga pihak yang mengajukan gugatan pribadi, Terutama masyarakat yang kecewa karena kenaikan tagihan listrik melonjak tinggi dari biasanya.
“Kami mengundang PLN kesini bukan hanya meminta penjelasan tetapi juga berharap PLN menarik solusi agar masyarakat tidak terbebani mengenai tagihan listrik tinggi,” ujar Emi Lasari anggota dewan dari PAN.
Ditegaskan, PLN jangan sampai tidak adil kepada masyarakat dengan aliran listrik karena tidak mampu menerima pembayaran listrik yang melonjak dari sebelumnya.
“Kami tidak ingin mendengar ada pelanggan di Banjarbaru yang diputus listriknya karena tidak mampu membayar. PLN juga harus berjuang ditengah pandemi, masyarakat kesulitan untuk beraktivitas dan berusaha,” ucap politisi perempuan itu.
Manajer PLN UP3 Banjarmasin Sudarto mengatakan, tagihan listrik yang ditarik ke pelanggan bulan Juni akan dikenakan biaya rata-rata tiga bulan terakhir dan solusinya akan dibayarkan secara bertahap.
“Kenaikan biaya karena masa PSBB selama pandemi COVID-19 dan itu membuat konsumsi listrik rumah tangga meningkat. Solusinya, pengajuan pembayaran dilakukan secara bertahap yang sudah diatur,” Tutupnya.
Sumber,” Onedy/Rzl/Elg (Gmm)

