Ribut “Tagihan Tarif Listrik Melambung Tinggi Di PLN Cabang Martapura.

MARTAPURA, GLOBALMARTAMEDIA.COM

  • @ Membuka Jendela Dunia.

Kalsel/ Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutihkan untuk menggratiskan listrik untuk 24 juta pelanggan 450 VA, dan memberikan diskon untuk 7 juta pelanggan listrik 900 VA sebesar 50 persen. Keringanan biaya listrik ini akan berlaku selama tiga bulan yaitu April, Mei, dan Juni 2020. (12/05/2020)

PLN langsung menjalankan langkah kebijakan untuk mengimplementasikan kebijakan Presiden tersebut. Hal ini dilakukan sebagai tindakan konkrit dan kepedulian PLN dalam upaya meringankan beban masyarakat akibat wabah pandemi COVID-19.

Pihak PLN memberikan penjelasan kepada pelanggan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menangguhkan alias menggratiskan pembayaran tagihan listrik untuk masyarakat kategori rumah tangga miskin. Kebijakan itu diambil guna mengurangi dampak ekonomi dari wabah virus corona atau Covid-19.

Kendati demikian, tak semua warga miskin dapat listrik gratis dari pemerintah. Kebijakan Jokowi gratiskan listrik hanya berlaku untuk pelanggan berdaya listrik 450 VA. Karena banyak pula rumah tangga miskin merupakan pelanggan daya 900 VA. Syarat listrik gratis PLN bagi pelanggan daya 450 VA diatur dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2020.

Menurutnya, dengan kondisi seperti ini yang paling terdampak adalah pelaku usaha menengah ke atas, seperti usaha penginapan dan industri yang tidak beroperasi,” H. Bawai pemilik Wisma Raudhah jalan Keraton Tengah yang sudah tutup selama Pandemik Covid-19. Namun bayar tagihan tersebut malah membengkak tagihan, Bagaimana PLN Ranting Martapura menerapkan kebijakan dari pusat tersebut.

Deddy Novayuso selaku pimpinan jelaskan keluhan pelanggan.

“Jika kita dipaksa bayar listrik ataupun abodemen, begitu juga di rumah kita harus bayar listrik lagi. Sedangkan pemasukan nggak cukup. Seharusnya listrik digratiskan, karena ini salah satu kebutuhan dasar masyarakat luas tanpa tebang pilih, antara si miskin dan si kaya. Seperti corona yang tidak tebang pilih. Jadi pemerintah harus hadir di sini untuk rakyatnya,” ujar Bawai.

Menurut data PT PLN (Persero) Ranting Martapura, jumlah pelanggan dengan daya 1300 dan 4000 VA saat ini tercatat pelanggan semua protes usaha tidak jalan, tapi tagihan tarif listrik naik dtastis. Listrik gratis PLN bagi pelanggan golongan ini berlaku selama 3 bulan yakni April, Mei, dan Juni 2020 (listrik gratis 3 bulan) tapi kami duga kita yang bayar,” jelas Bawai.

Bawai menambahkan, Kami kepada mereka pihak PLN Ranting Martapura berharap agar berlaku bijak dan transparan dalam memberikan keterangan. Sementara untuk bulan pelanggan April dan bulan Mei sangat membebani pihak kami. Karena wisma kami tutup, kenapa malah tagihan tarif listrik melambung tinggi,” Sesalnya.

PT Persero UIW KALSELTENG ULP Martapura.

“Saat ini ada sekitar 24 juta data pelanggan 450 VA, ditambah 7 juta pelanggan 900 VA bersubsidi yang harus dimasukkan ke dalam sistem. Proses ini akan tuntas dalam sepekan ke depan, buat seluruh pelanggan yang digratiskan dan dapatkan diskon sudah terlayani sepenuhnya. Mekanismenya kami buat yang paling mudah dan mungkin, jadi tidak menyulitkan pelanggan, ”imbuhnya.

Sementara itu, pelanggan yang terlanjur membeli token, token gratis akan tetap diperjualbelikan pada pembelian bulan berjalan. 
Token yang telah dibeli tidak hilang,” ucapnya.

Sekali lagi kami mohon kepada pihak PT PLN Ranting Martapura,” Deddy Novayuso, Selaku MANAGER ULP Martapura segera  membenahi kesalahan yang sedang terjadi di saat pandemi di Kota Martapura khususnya. Tambah Bawai” Kami juga sangat terbebani, tamu ga ada yang menginap karena di tutup, Namun tagihan listriknya ga masuk akal. itu sama saja kita yang membayarkan masyarakat miskin, bukan pemerintah,” Tutupnya.

Sumber,” Dny/Ulk/Elg (Gmm)

baca juga :  CERI Desak Ketua KPK Mundur Lantaran Banyak Terseret Rumor Tak Sedap.