HARLINGEN, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
Belanda / Harlingen adalah sebuah gemeente Belanda yang terletak di provinsi Friesland. Pada tahun 2004 daerah ini memiliki penduduk sebesar 15.839 jiwa. Rabu (29/04/2020)
Akibat Pandemi Corona yang melanda dunia membuat 24 pelajar Belanda harus mengarungi samudera Atlantik untuk bisa kembali ke negaranya. Rombongan tersebut sudah berlabuh dengan selamat di Harlingen pada Minggu (26/04) setelah lima pekan berada di laut.
Siswa sekolah menengah atas mengikuti program tengah studi menggunakan kapal pinisi bernama Wylde Swan buatan tahun 1920.

Saat program berangkat selama 6 minggu selanjutnya, para siswa harusnya pulang ke Belanda menggunakan perjalanan melalui Kuba. Namun, rencana ini gagal setelah akses ditutup karena karantina. Dikutip dari Reuters.
Akhirnya, panitia terkait pun memutuskan untuk pulang dengan menggunakan kapal pinisi tersebut. Sementara perjalanan pulang yang harus mereka tempuh adalah 8.336 kilometer dan menghabiskan waktu selama 5 minggu.
“Kita harus belajar menentang, karena kita tidak punya banyak pilihan,” kata Anna Maartje, salah seorang siswa yang ada di dalam kapal.

“Yang kupikirkan pertama kali, bagaimana aku bisa melakukan ini dengan pakaian yang aku punya, dan apakah di kapal ada makanan yang cukup,” ujar dia.
Kelompok Yang terdiri Dari remaja berusia 14-17 Tahun Penyanyi Memang Tengah Berlayar di Sekitar Program hearts Kepulauan Karibia Studi Yang mereka jalani. Rencana awal, mereka akan pulang dengan berangkat dari Kuba pada bulan lalu.
Namun karena pandemi Corona melanda dunia, kepulangan mereka melalui jalur udara menjadi sulit dilakukan. Direktur Masterskip yang menyelenggarakan program ini, Christophe Meijer kemudian mengambil keputusan penting di tengah situasi sulit tersebut dengan tegas.
“Kami memutuskan bahwa solusi terbaik adalah berlayar dengan para pelajar kembali ke Belanda, dibandingkan bertahan di Karibia dengan banyak pertanyaan di sana,” ucap Meijer.
Para pelajar tersebut, bersama tiga guru dan 12 kru akhirnya melakukan perjalanan sejauh 8.336 km menuju Belanda melalui samudera Atlantik.
Karena tidak ada satu pun dari pelajar tersebut yang membawa persiapan untuk berlayar jarak jauh, mereka pun membeli baju hangat terlebih dulu sebelum berangkat dari Saint Lusia pada 18 Maret.
Dalam perjalanan tersebut, kesehatan para penumpang juga dipantau dokter dan setelah dua minggu berlayar, mereka dinyatakan bebas dari virus corona.

Di tengah perjalanan, kapal sempat singgah di Azores, kepulauan yang masuk wilayah Portugal yang berada di samudera Atlantik. Meski mereka tidak diperkenankan untuk turun, para penumpang kapal merasa heran dengan tingkah orang-orang yang menggunakan masker.
Hal yang sama juga terjadi ketika mereka tiba di Belanda. Mereka merasa janggal melihat penerapan aturan social distancing sebesar 1,5 meter tiap orang.
Meskipun para pelajar ini sudah mempelajari soal jarak sosial, mereka disebut tetap melihat Belanda terlihat begitu berbeda saat mereka pergi.
Sumber, ” Dny / Cnn / Elg (Gmm)

