MARTAPURA, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
Kalsel/ Sejumlah warga miskin di beberapa wilayah seperti Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar, Kelurahan Keraton, Kalimantan Selatan, hingga kini belum menerima bantuan sembako (kepala keluarga) dari pemerintah daerah Kabupaten Banjar. (24/04/2020)
Bantuan tersebut adalah termasuk program jaring pengaman sosial guna membantu kesulitan ekonomi warga miskin dan menengah imbas wabah pandemi COVID-19. Menurut pengakuan warga,” Yusriansyah, Warga jalan Veteran RT 14 Martapura mengatakan, Kami belum ada mendapat bantuan, apakah di Kota warganya kaya dan mampu semua ? bijaklah dalam penanganan kasus ini. jangan cuma di desa yang di beri bantuan,” Tegasnya.
Kondisi itu, berbeda dengan informasi dari Pemerintah pusat, bahwa bantuan sembako dari pemerintah pusat dalam program tersebut, akan segera disalurkan oleh pemerintah daerah kepada warga miskin dan warga yang terdampak wabah Virus Covid-19 se-kabupaten Banjar. Bukan cuma di Desa perlu perhatian, jangan di campur adukkan dengan kepentingan pribadi atau politik,” Pintanya.

Muhammad, seorang tukang becak yang kebetulan Jiran dengan Bupati Banjar,” H. Khalilurrahman menambahkan, Sampai sekarang belum kami terima bantuan dari Pemda setempat, padahal rumah kami dekat dengan rumah Bupati. Dia juga mengatakan di Desa sudah menerima bantuan. Mungkin pemerintah daerah menunggu korban merengek baru di salurkan,” Cetusnya.
Bantuan sembako tersebut, sudah disalurkan sejak Jumat 3 April 2020 lalu. Bantuan berupa sembako, antara lain beras dan telur senilai Rp 110.000 dan nutrisi Rp 90.000, sudah di salurkan di beberapa wilayah di Indonesia yang terdampak Covid-19. Kabupaten Banjar khususnya Martapura Kota bantuan belum diterima warganya,” Katanya.
“Belum. Sampai sekarang, kami belum menerima bantuan sembako dari Bupati Banjar (pemerintah daerah) yang nilainya Rp 200.000,” ucap salah seorang warga Desa Karangan Putih, Kecamatan Martapura Kota.
“Saya kerja tukang cari ikan di Padang pahumaan untuk menafkahi keluarga, sekarang sudah mulai di larang dengan alasan yang saya kurang mengerti, Pemerintah tidak meninjau kembali larangan tersebut di berlakukan. Mau makan apa keluarga kita” sedang bantuan sedikitpun belum kita terima,” Ungkapnya.
Ia menuturkan, bantuan yang sudah diterima oleh warga kurang mampu di Desa Pekauman, Kampung Melayu dan Desa lainnya, itu kan Kampung halaman Bupati Banjar,” H. Khalilurrahman. Apakah ini yang dinamakan kebijakan buat warganya di Kabupaten Banjar. jangan di bedakan antara kami dengan mereka,” imbuhnya.

Masyarakat di Martapura Kota sering pertanyakan masalah pembagian sembako yang perhatiannya cuma di wilayah Desa“ Tidak ada perhatian untuk wilayah kota.
“Apakah ada unsur politik menjelang pilkada ? Kalau pemerintah mau memberikan bantuan kepada masyarakat, bantulah. jangan di landasi dengan kepentingan pribadi, golongan dan kelompok. Ini Bencana Dunia yang mewabah, kita harus toleransi betul kepada warga yang berhak membutuhkan bantuan tersebut,” Tegas Muhammad khusus untuk penanganan kesulitan ekonomi imbas wabah Corona, itu yang diharapkan.
Sebab, pengaruh wabah Corona ini, banyak masyarakat Martapura Kota yang mengeluh karena kondisi ekonominya terpuruk, termasuk ODP (orang dalam pemantauan) atau para pekerja yang di PHK. Kini mereka kehilangan pekerjaan dan penghasilannya, sehingga sangat membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Kami warga Martapura Kota sangat berharap bantuan dari Bupati Banjar (Pemerintah daerah) untuk segera melakukan penyaluran bantuan, Kalau bukan dari Pemerintah daerah” siapa lagi,” Tutupnya.
Sumber,” Dny/ulk/elg (Gmm)

