MERANTI, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
Riau / Beberapa jam SEBELUM Menyerang Polisi di Mapolres Kepulauan Meranti,” AH, Sempat mengunggah statusnya di akun media yang miliknya sosial, Facebook, Rabu. Di hearts dindingnya ITU, AH mengubah, besarbesaran ditilang Oleh Polisi lalulintas (Polantas) KARENA mengendarai motor yang Tanpa memakai helm saat mengantar ransel ke sekolah. (13/03/2020)
AH mengunggah statusnya Rabu (11/03/2020) sekitar pukul 09:00 WIB. Akun peminjam yang hanya bisa diakses oleh sesama peserta, atau diprivasikan. Berikut status melanggar.
“Selamat pagi bapak Kapolres bersama bapak kepala Pol lantas. Mohon maaf yang berjumlah2 ya tadi saya antar anak sekolah lupa bawak helem jadi saya suruh jalan cari cari helem sekarg saya ber ada di jalan perjuangan gang Abdul Rahman belakang Masjid Takwa, saya mohon yang dituntut motor Saya Tadi di Suruh memalukan kerumah kalo sampe jm 10 tidak di kemblikan Saya tebas Lehernya, ya kalo jumpa Nanti jangan salahkan Saya ya pak kalo Prajurit bapak ber gelimpagan Nantai Saat ber rajia Sekali lagi maaf,” Ancamnya.
Berdasarkan pernyataan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Riau,” Kombes Pol Sunarto, pembelaan AH diperkirakan menyerang anggota Polisi sedang di Mapolres Kepulauan Meranti Rabu sore, pukul 16:45 WIB,” Jelasnya.
Kejadian penyerangan itu berawal saat polisi menyerahkan pria menggunakan pakaian wanita dan tas hitam di Jalan Insit, Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Laki-laki ini kemudian diketahui AH diamankan usai menghadang Brigadir Rizki Kurniawan saat tengah dalam perjalanan menuju Kota Selat panjang, untuk keperluan berobat.
“Menurut informasi dari warga yang melakukan penghadangan, bagi setiap pengendara sepeda motor yang melintasi Jalan Insit tersebut. Karena meresahkan masyarakat maka laki-laki tak dikenal dibawa ke Mapolres,” katanya. Setibanya di Mapolres, muncul masalah baru. Saat diinterogasi, Polisi, menentang marah-marah hingga membuat laptop milik petugas terhempas.
Selain itu, melawan bahkan menyerang anggota polisi dengan menggunakan senjata tajam jenis badik yang disimpan di balik baju.
Insiden itu memerintahkan diredam polisi dengan cara melakukan tindakan tegas dan terukur hingga korban tersungkur dan tak bernyawa.
Sunarto mengatakan jika usai terjadi, Polisi segera berbicara dengan Bupati Meranti serta tokoh masyarakat untuk meredam isu yang tidak benar. Ia mengatur saat ini, mengubah di Kabupaten Meranti kondusif, “Tutupnya.
Sumber, ” Fazar Saragih / elg (Gmm)

