JAKARTA, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
Utang Pemerintah Dan BUMN Mencapai Rp 10,600 Triliun.
MENGAPA Utang Pemerintah Dan BUMN Harus dihitung sebagai Satu Kesatuan? Karena memang demikian adanya, partisipasi sudah menjadi beban negara yang bercampur dalam satu tempat, seperti air di dalam tempat cuci tangan. (16/02/2020)
Bagaimana bisa terjadi demikian? Pertama, karena pemerintah mengambil alih dari BUMN, baik BUMN bank maupun BUMN non bank dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN). Kedua, BUMN bukan bank mengambil alih dari bank bank BUMN dan BUMN keuangan bukan bank yaitu BUMN asuransi. Ketiga, bank BUMN mengambil uang dari BUMN keuangan bukan bank yaitu asuransi dan dana pensiun.
Utang ini kesemuanya sudah saling bercampur seperti air kotor tempat cuci tangan rame-rame, dan sekarang utang pemerintah dan BUMN sudah mencapai Rp10,600 triliun lebih.
Jika pemerintah gagal bayar, maka semuanya akan macet. Jika BUMN bank atau bukan bank gagal bayar maka asuransi, pensiun, rusak. Jika asuransi dan dana pembayaran gagal, tahu sendiri akibatnya apa.
Utang Luar Negeri Pemerintah Dan Swasta,” Mari kitd lihat Mengapa Harus Waspada DENGAN besarnya Utang Pemerintah Dan BUMN Sekarang Suami?
Berdasarkan data Bank Indonesia, utang luar negeri Indonesia atau utang luar negeri pemerintah dan swasta Indonesia sampai dengan kwartal III tahun 2019 mencapai 395,63 miliar dolar AS atau dapat Rp5.538,88 triliun rupiah.
Utang luar negeri ini naik sebesar 36,64 miliar dolar AS, atau naik naik Rp 513,03 triliun dibandingkan kwartal III tahun 2018 lalu.
Pemerintah dan swasta, termasuk BUMN akan mengatasi masalah besar terkait dengan pelemahan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi yang rendah sekarang ini. Utang pemerintah swasta termasuk BUMN mengeluarkan masalah pendapatannya, pendapatan, keuntungan, namun semakin menggunung. Bagaimana keadaannya?
Utang Pemerintah, “Utang luar negeri pemerintahan Jokowi sampai dengan kawartal III tahun 2019 adalah dana 197,14 miliar dolar AS atau mendapat Rp3,759,92 triliun, naik sebesar 17,97 dolar AS atau AS Rp251,59 triliun dibandingkan kwartal III tahun 2018 lalu.
Utang luar negeri akan menjadi prioritas utama pemerintah untuk dibayar dan dilunasi tepat waktu. Penagih utang yang mengurusi keuangan pemerintah yang didampingi konsultan konsultan asing.
Selanjutnya utang pemerintah yang bersumber dari Surat Utang Negara Surat Utang Pemerintah sampai dengan bulan Januari tahun 2020 mecapai Rp 2,316,25 triliun, atau naik mencapai Rp 265,43 triliun selama penambahan terakhir (Januari 2019 hingga dengan Januari 2020).

Jika terjadi apa apa, diharapkan ini akan dikorbankan.
Mungkin akan dibayar dengan janji, jika terjadi apa.
Dengan demikian, utang pemerintah sampai dengan januari 2020 sedkitnya Rp 5,076,17 triliun. Nilai tersebut diperoleh dari pemerintah luar negeri ditambah dengan surat utang negara atau utang dalam negeri pemerintah.
Utang BUMN, “ Selanjutnya, utang luar negeri, BUMN yang terdiri dari utang luar negeri, BUMN perbankan sampai dengan kwartal III tahun 2019, meningkat 50,76 miliar atau naik Rp 710,67 triliun.
Utang luar negeri BUMN perbankan meningkat dalam periode tersebut (kwartal III 2018 hingga dengan kwartal III 2019) di atas 1,19 miliar dolar AS hingga kwartal III tahun 2019 di mana BUMN bank memperoleh 7,0 miliar.
Sedangkan utang BUMN non bank meningkat 13,46 miliar dolar AS pada periode yang sama, jadi sampai kwartal III tahun 2019 utang luar negeri BUMN non bank menjadi 43,75 miliar dolar AS atau naik Rp 612,52 triliun. Selain utang luar negeri, BUMN juga memiliki utang kepada bank dalam negeri dalam jumlah yang lebih besar.
Berdasarkan laporan Kementerian BUMN, total utang BUMN hingga akhir tahun 2018 total utang BUMN mencapai Rp5,604,39 triliun.
Empat bank BUMN memiliki sebagian besar yaitu PT Bank Negara Indonesia / BNI (Persero) Tbk, senilai Rp698,19 triliun, Bank Mandiri (Persero) Tbk memperoleh Rp1,017,29 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk / BRI Rp 1,111 , 62 triliun, dan bank Tabungan Negara (persero) tbk Rp 282,59 triliun. Total utang BUMN perbankan mencapai Rp. 3,109,71 triliun.
Selanjutnya Utang BUMN non bank yang Sampai DENGAN AKHIR TAHUN 2018 mencapai Rp 2.411,51 triliun. BUMN non bank dengan untung terbesar di keputusan berdasrakan urutan teratas adalah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencapai Rp565,07 triliun, dapatkan dari PT. Pertamina mencapai Rp 508,40 triliun, PT Taspen (Persero) Rp 222,15 triliun, PT Waskita Karya (Persero) Tbk Rp 95,50 triliun, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) Rp 89,69 triliun, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) ) Tbk Rp 88,89 triliun, PT Pupuk Indonesia (Persero), Rp 72,88 triliun, PT Perkebunan Nusantara III (Persero)Rp 68,09 triliun, PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rp 62,22 triliun, PT Hutama Karya (Persero) Rp 53,92 triliun, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Rp 50,13 triliun. Dan seterusnya.
Jika terjadi apa, maka BUMN akan menjadi alat untuk menutup BUMN. Aset aset BUMN dapat disita negara, dijual ke Konglomerat / para Taipan.
Pada saat yang sama, bisnis BUMN dapat diambil oleh para Taipan. (Naga) Bukannya taipan sedang tidak punya uang juga? Nah, skenario ini sedang dipikirkan para Taipan, bagaimana bisa menerbitkan BUMN, gagal membayar cicilan hutang + bunga
Nasib Pemerintah dan BUMN, “ Tahun mendatang mendatang tahun yang berat untuk pemerintahan Jokowi dan BUMN, karena dua faktor eksternal dan faktor internal. Dari luar Indonesia akan terdampak oleh masalah internasional yang makin buruk, yang dumulai dengan perang mata uang (perang mata uang), selanjutnya perang dagang (perang dagang) Dan Sekarang Seluruh Dunia, TIDAK terkecuali Indonesia akan mengalami Pelemahan Ekonomi Akibat wabah corona virus.
Sementara dari internal adalah daya beli masyarakat yang menurun selama lima tahun terakhir akan melipatkandakan eskalasi resesi dan krisis ekonomi.
Akibat pelemahan ekonomi di semua lini, maka pendapatan otomatis BUMN akan semakin menurun, demikian juga akan meningkat juga.
Demikian pula penerimaan Negara dari pajak dan bukan pajak yang meningkat baik dari pajak ekspor, pajak impor, pajak dalam negeri, cukai, dan lain sebagainya akan menurun.
Sementara menerima Negara dan BUMN tidak mengakui kompromi, harus dibayar! Atau aset aset Negara dan aset BUMN disita oleh pemberi pinjaman Negara Cina salah satu pemberi pinjaman terbesar untuk Indonesia Oleh karena itu, Paduka harus hati, para Taipan mau cuci tangan, jangan sampai diminum “Penulis penemuan dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)
Sumber, ” Onedy/rmol/amp/elg (Gmm)

