Korban Tewas Setrum Akibat Banjir Terjadi Lagi.

Kalsel/ Korban tewas kesetrum akibat banjir terjadi lagi, Kini warga Desa Sungai Binuang, Haur Gading (HSU) kembali menelan korban jiwa akibat banjir datang,” Sar’an (55) tahun tewas saat berbenah di dapur rumah mereka yang tergenang air. Korban bersama anaknya,” Noor Hayati (17) tahun membenahi barang mereka agar tidak basah terkena dampak banjir. Namun Naas,” Sar’an tersengat aliran listrik yang bocor dalam air di dapur rumahnya. (11/02/2020)

Kapolsek Amuntai Utara,” Ipda Warsono menyatakan  ikut berbela sungkawa dengan musibah yang terjadi terhadap korban. “Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah dan diharapkan kejadian ini tidak terulang kembali. Untuk itu Kapolsek menghimbau kepada seluruh warga masyarakat agar lebih hati-hati lagi dengan fasilitas listrik yang masih mengalir di rumah warga yang terendam air. Amankan, matikan saja listrik yang membahayakan kita, bila perlu minta bantuan PLN yang ahlinya,” Himbaunya.

Kapolsek ipda Warsono ikut hadir kerumah duka.

Informasi yang diperoleh dari tetangga korban mengatakan,” Peristiwa terjadi sekitar pukul 13:45 Wita saat air banjir datang dan masuk ke rumah korban, Saat itu mereka,” Noor Hayati dan ayahnya (korban) sedang menyelamatkan barang-barang dalam rumah mereka yang berada di dapur tidak terkena air, Sementara anak korban Noor Hayati sedang membawa perabot ke dalam kamar,” Tuturnya.

Lanjutnya lagi,” Saat anak korban berada di kamar, Noor Hayati mendegar suara ada barang yang terjatuh, setelah dia kembali ke dapur,” ternyata ayahnya sudah terkapar di dapur yang tergenang air sekitar 12 CM, Dia pun langsung keluar rumah berteriak minta tolong kepada warga, Sebelum menolong korban, warga setempat mematikan KWH listrik yang ada di depan rumah,” Ungkapnya.

Kemudian sejumlah warga mengevakuasi korban  ke Puskesmas terdekat, namun dalam perjalanan nyawa korban tidak tertolong lagi. Akhirnya korban dibawa kembali ke rumah duka untuk proses lebih lanjut. Atas nama keluarga, korban diminta untuk tidak dilakukan autopsi, alasan mereka korban agar secepatnya di makamkan, Karena Alkah dalam keadaan hampir tenggelam,” Tutupnya.

Sumber,” Dany/Dew/Elg (Gmm)

baca juga :  Tegangnya Kawasan Laut China Selatan.