KAMPAR, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
Riau / Pengalaman kurang menyenangkan baru saja terjadi redaksi auranews.co.id , peristiwa ini terjadi saat kompilasi menjumpai Kadiskes Kampar Dedi Sambudi, SKM, MKES di dalam ruangan, Rabu siang (15/1/2020).
Padahal, kedatangan auranews.co.id merupakan undangan langsung dari sang kadis. Ruang kerja kadiskes yang terletak di lantai 2 (dua) ini dijaga ketat oleh 2 orang Security atau satpam.
Penjagaan ketat sudah tergambar jelas, sebelum memasuki ruang kerja kadis, anda akan menilai berada di penjara atau lapas (lembaga pemasyarakatan). Ya, jika anda sudah pernah mengunjungi lapas, pasti akan melewati pintu berjeruji besi, seperti itulah kondisi sebelum menuju ruangan sang kadis,” Pungkasnya.
Bagi auranews.co.id, baru kali ini rasanya untuk menjumpai pejabat di Kabupaten Kampar harus mengikuti prosedur yang dinilai kurang etis bagi jurnalis. “Anda wartawan? Kalau wartawan handphone harus ditinggal,” ucap salah seorang Security sang Kadis.
Prosedur ketat yang diterapkan Kadiskes Kampar ini dinilai keterlaluan dan bisa dianggap otoriter, bahkan melebihi pejabat Kampar lainnya, Bahkan untuk menemui Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, SH saja tidak seperti ini. Apalagi Forkopimda, baik Dandim 0313/KPR, Kapolres Kampar, Kajari Bangkinang dan pejabat lainnya,” Sesalnya.
Mereka welcome saja terhadap wartawan, apalagi untuk mengkonfirmasi pemberitaan yang berkembang. Bagi jurnalis masa kini, sebuah telpon genggam merupakan senjata mereka dalam membuat berita.
Dikarenakan prosedur yang terlalu berlebihan dan tak masuk akal, akhirnya tim auranews.co.id memutuskan untuk menolak berjumpa dengan Kadiskes Kampar dan berlalu meninggalkan kantor tersebut.
Tentunya, prosedur meninggalkan hp untuk meminta kepala dinas kesehatan menjadi tanda tanya besar untuk penulis. Diduga ada permainan ‘kotor’ yang terjadi di dinas kesehatan internal, ” jelasnya.
Benarkah? Semoga saja ini tidak terjadi. Namun, jika ini terjadi, ini menjadi catatan penting bagi Bupati Kampar dalam keterlibatan setiap OPD. Saat dihubungi melalui WhatsApp pribadinya terkait hal ini, pesan yang dikirim oleh auranews.co.id sudah dibaca oleh Kadiskes Kampar Dedy Sambudi, belum direspon, ” Tutupnya.
Sumber, ” Andes / Ismail Sarlata / elg (Gmm)

