SAMPIT, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
Kalteng/ Sukadi (51) tahun, tewas saat mau makan di sebuah warung makan di perempatan Jalan Kapten Mulyono Sampit (Kotim). Sukadi sopir truk CPO Nopol KH 8178 LN, ditemukan tewas mendadak saat menunggu pesanan nasi goreng Sabtu malam, Diduga warga dari Desa Angsau Tanah Laut Kalimantan Selatan ini meninggal dunia karena penyakit jantung yang di deritanya. (06/11/2019)
Perut yang lapar memaksa Sukadi harus segera mampir ke warung makan. Karena tak membawa bekal makanan, Setelah memarkir truk milik PT MLB tersebut, Sukadi bergegas menuju sebuah warung. Tanpa basa-basi, langsung memesan makanan. Saat menunggu pesanannya Sukadi mendadak ambruk. Pemilik warung yang melihat itu langsung kaget. Warga sekitar juga langsung heboh.
Menurut saksi yang melihat kejadian, Korban setelah di periksa ternyata sudah meninggal dunia. Awalnya, korban duduk sambil menunggu pesanannya. Tapi, tak lama setelah duduk, korban terjatuh dengan mulut menganga, Pemilik warung lalu melaporkan kejadian itu ke aparat. Puluhan petugas langsung meluncur ke lokasi. Tak ada seorang pun yang mengenal pria itu.
Setelah diselidiki, Sukadi merupakan karyawan PT MLB. Hal berdasarkan truk milik PT MLB yang terparkir tak jauh dari lokasi kejadian,” Ungkapnya.
Setelah aparat Kepolisian datang di lokasi, polisi langsung periksa barang bukti yang ditemukan dalam tas hitam, dalam tas tersebut ditemukan kunci truk tangki PT MLB yang terparkir sekitar tujuh meter dari warung. Salah seorang petugas lalu memanggil pihak PT MLB. Petugas lainnya memeriksa barang bukti, di antaranya tas hitam yang dibawa korban berisi buku tabungan, Surat Izin Mengemudi (SIM), Kartu Tanda Pengenal (KTP), permen, korek api gas, serta beberapa dokumen lainnya,” Jelasnya.
Sejumlah barang bukti pun dibawa petugas, Salah satunya truk milik PT MLB. Perwakilan dari PT MLB membenarkan Sukadi bekerja sebagai sopir truk di perusahaan jasa pengantar minyak mentah kelapa sawit tersebut.
”Waktu itu dia (Sukadi, Red) bilang kalau dirinya sedang sakit, radang tenggorokan. Kami mengizinkan dia beristirahat. Itu pun terjadi satu bulan lalu,” Ucapnya.
Menurutnya, Sukadi tak memiliki satu pun keluarga di Sampit. Saya mau kirim uang buat istrinya di Banjarmasin untuk segera berangkat ke Sampit. Korban selama ini memang hidup tanpa ada keluarga,” ujarnya. Kapolres Kotim,” AKBP Mohammad Rommel melalui Kasat Reskrim AKP Ahmad Budi Martono ketika dikonfirmasi membenarkan, adanya penemuan korban meninggal dunia tersebut, Polisi juga meemanggil beberapa saksi, terutama pemilik warung nasi goreng,” Paparnya.
Menurut Kapolres Kotim, korban meninggal dunia saat sedang menunggu pesanan nasi goreng di warung. Tiba-tiba ia langsung terjatuh, dan sudah tak sadarkan diri. Saat ini lanjut dia, jasad korban masih di kamar jenazah RSUD Murjani guna menunggu informasi dari pihak keluarga apakah dilakukan autopsi atau visum. Lantaran harus menunggu persetujuan pihak keluarga yang bersangkutan. “Sejauh ini kami belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Karena harus dilakukan autopsi terlebih dahulu,” Tutupnya.
Sumber,” Heri Riswandi/RS/elg (Gmm)

