PASURUAN, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia
Jatim/ Insiden runtuhnya bangunan SDN Gentong, Selasa pagi, sekitar pukul 08:25 Wib, menyelimuti rumah duka salah satu warga di Jalan KH Sepuh, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Dalam rumah terlihat terbaringnya jasad,” Irza Amaria Ramadani, siswi kelas II SDN Gentong yang menjadi korban tewas saat bangunan sekolah ambruk. (05/11/2019)
Di dalam rumah duka, tampak sejumlah warga dan kerabat memanjatkan doa untuk anak pertama dari tiga bersaudara pasangan M Zubair dan Umul Khoiroh. Sementara di sudut ruang tamu rumah, sang ayah M Zubair menangis histeris dan larut dalam kesedihan. Tampak raut wajahnya tak kuasa menanggung kesedihan. Air matanya terus menetes. Dia begitu terpukul dan terguncang atas musibah yang dialami putri sulungnya.

Keluarga almarhumah,” Hayi menuturkan, keluarga sulit melupakan kepergian Irza Amaria Ramadani untuk selama-lamanya. Mereka hancur dan merasa kehilangan sosok anak yang pendiam dan murid berprestasi di kelas. Anaknya itu orangnya diam. Gak suka ke mana-mana dan lebih banyak di rumah aja. Kami keluarga sangat kehilangan besar. Di sekolah dia selalu mendapat peringkat kelas. Pinter anaknya,” Ungkap Hayi.
Kapolres Kota Pasuruan,” AKBP Sudaryatno mengatakan, penyelidikan saat ini masih dalam tahap meminta keterangan saksi-saksi yang mengetahui terjadinya peristiwa tersebut. Selain itu juga akan menunggu hasil olah TKP dari tim Labfor Polda Jatim. Sekarang ini kami periksa saksi seperti penjaga sekolah dan guru-guru yang tahu dan ada di lokasi saat kejadian. Kronologi seperti ini. Ini yang kami selidiki,” Ucapnya.
Diketahui, Irza Amaria Ramadani menjadi satu dari dua korban yang tewas saat atap bangunan sekolah ambruk. Korban mengalami luka di kepala dan kaki serta tangan patah akibat terkena material genting yang jatuh saat kejadian. Gedung yang ambruk berada di bagian depan, yang terdiri atas empat kelas, yakni kelas II-A dan II-B serta kelas V-A dan V-B. Kini polisi memasang garis polisi mengelilingi gedung SDN.
Dua orang meninggal, yakni satu siswa dan satu guru pengganti,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan,” Samsul Hadi saat dimintai konfirmasi di lokasi, Dia menjelaskan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 08:25 Wib saat proses belajar-mengajar. Puluhan siswa dan guru pengganti yang ada di dalam kelas jadi korban.

Seorang saksi mengungkapkan,” Akhmad Ikhsan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 08.15 WIB. Saat itu, kata dia, di ruang kelas 5A, 5B, siswa sebagian besar sedang olahraga. Sedangkan untuk ruang kelas 2A dan 2B siswa sedang belajar mengajar. Tanpa ada angin dan hujan, brak, mendadak atap ambruk dan langsung menimpa guru serta siswanya. Ia mengatakan, dari luar suara ambruknya atap ini sangat kencang. Ia pun lantas masuk ke dalam. Puluhan siswa berhamburan keluar sambil menangis,” Jelasnya.
Guru dan siswa ini tewas sesaat setelah dikeluarkan dari bawah reruntuhan atap kelas UPT SDN Gentong. Guru-guru yang tidak ada di dalam kelas itu langsung datang dan berusaha menenangkan anak-anak. Saya langsung masuk ke dalam kelas untuk mencari korban lainnya, Dia menyebut, feeling-nya benar. Masih ada siswa yang terjepit reruntuhan atap kelas, ada yang menangis dan tidak berani kemana-mana. Ia lantas menolongnya,” Tutupnya.
Sumber,” Fahriansyah Effendi/ID/elg (Gmm)

