Pesan Terakhir Presiden Korea Selatan (Roh Moo Hyun) Sebelum Bunuh Diri.

JAKARTA, GLOBALMARTAMEDIA.COM

  • @ Membuka Jendela Dunia.

Pengakuan Seorang Presiden kepada Rakyatnya,” Saya berutang pada banyak orang. Terlalu banyak orang (rakyat) yang menderita karena saya. Saya tidak bisa membayangkan penderitaan yang akan mereka alami di masa depan, Saya ingin menebus kesalahan saya kepada seluruh rakyat di negeri ini,” Dia melompat tebing, Sabtu sekitar pukul 06:40 pagi waktu setempat. Dia juga meninggalkan pesan terakhir untuk anggota keluarganya. (08/10/2019)

Pesan terakhir,” Roh Moo-hyun, Mantan presiden Korea Selatan periode (2003-2008) yang ditemukan di perangkat Computer pribadinya. Tonggak-tonggak sejarah yang pernah dibuatnya seakan tersapu badai. Korupsi dalam sekejap menumbangkannya sebagai sosok From Hero To Zero. Rasa malu semestinya menjadi benteng terakhir ketika penegakkan hukum terhadap pelaku korupsi tak bisa membuat jera,” Bebernya.

Mantan presiden Korea Selatan,” Roh Moo-Hyun, yang tengah disorot karena skandal korupsi, tewas bunuh diri dengan terjun dari sebuah tebing setinggi 20-30 meter, Sabtu pagi waktu setempat (23/05/2009). Mendiang Roh Moo-Hyun, merangkak dari bawah meniti karir politiknya. Roh lahir pada tahun 1946 di keluarga miskin di kota Gimhae, di wilayah tenggara Korea Selatan. Roh kemudian dikenal sebagai pengacara dan aktivis pembela hak azasi manusia mulai tahun 1981,” Ungkap pengawal pribadinya.
Koruptor kasus korupsi E KTP.

Kita bandingkan Koruptor di Indonesia yang hukuman paling berat dan paling tinggi adalah vonis seumur hidup. Seperti koruptor,” Akil Muchtar mantan seorang ketua Mahkamah Konstitusi, atau 20 tahun mantan Jaksa Urip Tri Gunawan atau 17 tahun Luthfi Hasan Ishaaq mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera, sedikit beruntung mantan Ketua DPR RI Setya Novanto hanya 15 tahun plus bebas keluar Rutan.

baca juga :  BPN Pekanbaru Kangkangi Putusan MA.

Bukan cuma hukuman koruptor yang terbilang ringan, Tapi rasa malu sepertinya juga lenyap dari bumi negeri ini. Maraknya korupsi membuat seakan tak berbekas lagi tanda-tanda Indonesia sebagai bangsa berbudaya yang mempunyai watak luhur, arif dan menjunjung tinggi martabat. Selama 20 tahun reformasi, Koruptor-koruptor terus bergentayangan. Dari pusat kekuasaan di Jakarta hingga raja-raja kecil di daerah-daerah, mereka seakan tidak takut dengan pengadilan Tuhan. (Elg/Dok)

Sumber,” Bambang Karyanto (Gmm)