Penemuan Kerangka Manusia berjenis Kelamin Perempuan.

SEKADAU, GLOBALMARTAMEDIA.COM

  • @Membuka Jendela Dunia.

Misteri penemuan mayat berjenis kelamin perempuan di belakang pasar sayur Lawang Kuari, Kawasan Pasar Baru Sekadau, Sabtu (28/09) September lalu, akhirnya terungkap. Setelah melakukan penyelidikan intensif, Polres Sekadau berhasil meringkus Sr,“ Pelaku pembunuhan Wati alias Santi,” Ungkap Kapolres Sekadau,” AKBP Anggon Salazar Tarmizi SIK, Selasa sore (01/10). Dari hasil penyelidikan, diketahui kerangka manusia itu bernama Wati alias Santi, warga Libau, Manis Raya, Kecamatan Sepauk, Sintang Kalimantan Barat. (02/10/2019)

Pengungkapan kerangka wanita yang jasadnya telah ditemukan di Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar). SR, Oknum kepala sekolah salah satu sekolah dasar di Kecamatan Sekadau Hilir yang menjadi pelakunya, Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi mengatakan,” Saat ini motif pembunuhan masih dalam penyelidikan. Meski sudah ditemukan pelakunya,” Jelasnya.

Polisi saat ini masih dikerahkan di tempat penemuan mayat untuk mencari tambahan barang bukti. Di TKP terdiri dari ladang yang ditumbuhi ilalang dengan ketinggian hingga sekitar satu meter. Polisi masih mencari barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP), telepon seluler milik korban,” Kata Anggon.

Sebelumnya, warga Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Sebelumnya Santi dikabarkan hilang oleh keluarganya, Keluarga pun dikejutkan dengan penemuan mayat yang sudah mulai jadi belulang, Sabtu (28/09/2019) siang. Mayatnya ditemukan di semak-semak dekat pemukiman warga di Jalan Abadi, tak jauh dari Pasar Sayur Lawang Kuari Kawasan Pasar Baru Kota Sekadau Sintang,” Ungkapnya.

Aparat dari Polres Sekadau mencari barang bukti lainnya.

Kerangka yang berjenis kelamin wanita ini pertama kali ditemukan oleh anak sekolah yang sedang keluar di sekitar lokasi. Penemuan ini langsung di laporkan ke Polres Sekadau. Temuan Kerangka di Jalan Abadi sontak dibuat geger, Diduga Korban Pembunuhan, Polres Sekadau langsung melakukan olah TKP dan pencarian barang bukti di lokasi kejadian, bekas temuan kerangka yang diduga kerangka manusia.

baca juga :  Stafsus Presiden Apresiasi Kapolri Beri Peluang Difabel Jadi Polisi.

Dimana menurut Kapolres Sekadau,” AKPB Anggon Salazar Tarmizi, Dari penemuan kerangka tanggal 28/09, kita telusuri Atas nama Santi, kita katakan hasil identifikasi dan tes DNA rambut korban cocok dengan  ibunya,” ujar Kapolres, Selasa (01/10). Diakui olehnya dari hasil forensik di berabagai bagian kerangka korban adanya tindak kekerasan dan diduga merupakan korban pembunuhan,” Terangnya.

Dari hasil penelitian dan ditemukan bukti berupa handphone serta saksi-saksi, korban meninggal sekitar tanggal 17 september pada siang hari, dalam 11 hari mayat sudah tinggal tulang belulang. Hasil forensik menunjukan ada kekerasan bekas benturan benda tumpul dan tidak ada luka sabetan dan tusukan,” Tegasnya.

Anggota Polres Sekadau dan warga mencari barang bukti di sekitar lokasi kejadian (TKP)

Bekas hantaman benda tumpul itu ada di Tulang rahang kiri, tulang pinggul kanan kiri, tengkorak belakang lebam dan ada rembesan darah, ini menandakan benturan benda tumpul,” ungkap Kapolres.  Kemudian pihaknya bergerak cepat dengan mengamanka tersangka dan langsung di jemput senin malam. “Kita jemput tadi malam diduga korban calon tersangka SR, Namun kita masih belum menetapkan SR sebagai pelaku utama, Kemungkinan ada pihak lain yang ikut dalam aksi pembunuhan tersebut,” Imbuhnya.

Setelah kita introgasi tersangka mengaku bahwa dia yang melakukan dan ini sedang kita dalami,” tuturnya. Korban merupakan warga Sepauk, yang saat kejadian mendiami rumah kost di Jalan Abadi. Dimana lokasinya tidak jauh dari TKP ditemukan kerangka, sehingga jajaran polres kembali turun ke TKP untuk mencari barang bukti lainnya,” Tuturnya.

Menurut pengakuan tersangka, pembunuhan tersebut dilakuakn seorang diri di TKP, Namun bertolak belakang dengan hasil penyidikan, di TKP tidak ditemukan bukti bekas pembunuhan, Tidak mungkin korban di bunuh tidak meninggalkan bekas dan jejak, jadi kemungkinan TKP di tempat lain kemudian diseret ke lokasi tersebut,” Tutupnya.

Sumber,” Hery Riswandi (Gmm)