Ambulance DKI Dan Tim Medis (PMI) Pengrusakan Dan Pemukulan Oleh Oknum Brimob.

JAKARTA, GLOBALMARTAMEDIA.COM

  • @Membuka Jendela Dunia.
Markas Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) merasa terpukul atas insiden yang menimpa jajarannya. Kabar perusakan mobil ambulans oleh oknum Brimob dan pemukulan tim medis yang tak beralasan. Ambulans dan petugas PMI juga mengalami penyerangan atas Habar yang beredar bahwa Ambulance membawa batu dan bensin. (27/09/2019)

Kepala Markas PMI Kota Jakarta Timur,” E Komalasari menceritakan, ambulans PMI Jakarta bertugas siaga pelayanan di lokasi demonstrasi tepatnya di depan lobi Menara BNI, Pejompongan, Rabu (26/09) sekitar pukul 23:15 Wib, Saat itu, ada juga ambulans gawat darurat dari Dinkes Provinsi DKI Jakarta dan PMI Kota se-DKI Jakarta yang sedang mengobati pasien.

 

Pihak Kepolisian Metro Jaya mengklarifikasi atas tuduhan mereka.

Saat tim medis ambulans PMI Jaktim memberi pertolongan pertama kepada korban kerusuhan, tiba-tiba ada sweeping dari oknum anggota Brimob dan membuka paksa ambulans tersebut. Kemudian, terjadi pemukulan dan penarikan paksa keluar pasien dari dalam ambulans,” Mereka beralasan mencari batu dan bensin yang disimpan dalam ambulan untuk pendemo,” Jelasnya.

Mereka menerangkan,” oknum anggota Brimob melayangkan pukulan dengan tongkat kayunya kepada semua tim medis PMI yang ada di ambulans. Petugas PMI terkena pukulan di bagian kepala. Bahkan, salah satu perawat jatuh tersungkur ke belakang stretcher karena didorong dan kemudian diinjak oleh oknum anggota Brimob,” Sesalnya.

Akibat penyerangan tersebut,” Kaca mobil belakang ambulans PMI Jaktim pecah oleh anggota Brimob. Lalu pecahan kaca mobil berhamburan ke dalam mobil. Dua orang petugas PMI ditarik paksa keluar dan kaca samping kiri ambulans dipecahkan juga oleh oknum anggota Brimob,” Ungkapnya.

Menurut mereka,” Angota Brimob ada kecemburuan sehingga semua petugas kesehatan PMI mengalami tindakan kekerasan dari oknum anggota Brimob seperti dipukul, ditendang, ditonjok dan ditarik. Bahkan ada beberapa yang ditarik oleh Marinir untuk diselamatkan ke belakang gedung,” Paparnya.

Demo Mahasiswa yang tertib dan teratur tanpa ada penumpang gelap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya,” Kombes Argo Yuwono mengakui keliru menuduh ambulans DKI mengangkut batu dan bensin untuk para demonstran. Ia mengklarifikasi terkait kabar yang beredar tidak benar tersebut. Argo memastikan bahwa barang itu merupakan milik pendemo yang berusaha mencari perlindungan dengan cara masuk ke dalam mobil ambulans,” Cetusnya.

baca juga :  Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia, UPDK Pekanbaru Tanam 1000 Pohon.

Anggota Brimob menduga mobil ini yang digunakan perusuh, Ternyata dugaan kami salah. Perusuh masuk ke mobil untuk perlindungan,” Tutur Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (26/09). Argo mengungkapkan, tiga demonstran berinisial AR, RL, dan YG berusaha mencari perlindungan dengan cara masuk ke dalam mobil ambulans. Ketiganya berlindung dengan membawa barang-barang seperti batu, kembang api, dan bensin. Saat ini, ketiganya telah diamankan di Polda Metro Jaya.

Polda Metro Jaya, pada hari ini menyerahkan kembali enam mobil ambulans milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Palang Merah Indonesia (PMI) beserta petugas kesehatan. Hal itu dilakukan setelah polisi meminta keterangan dan berkoordinasi dengan kedua belah pihak. Kita menyerahkan mobil ambulans kepada PMI dan Dinas Kesehatan DKI. Kita serahkan dengan perangkatnya artinya dengan krunya. Tapi, nanti kalau mau dimintai keterangan sebagai saksi, mereka sudah siap,” Terang Argo.

Argo menyatakan, pihaknya akan meningkatkan koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan PMI. “Ke depannya dari polisi dan Dinkes DKI dan PMI akan melakukan kegiatan, kita tingkatkan koordinasi dan komunikasi, jadi nanti kita punya fungsi masing-masing untuk kegiatan operasi sehingga terlaksana dengan baik,” Sebut Argo.

Mereka melepas Crew PMI dan unit ambulans

Palang Merah Indonesia Kota Jakarta Timur angkat bicara soal mobil ambulance milik mereka yang turut disita Polda Metro Jaya karena diduga ikut membawa batu dan bensin terkait aksi unjuk rasa di DPR RI pada Rabu (25/09/2019) yang berujung rusuh. Pernyataan yang dibuat secara tertulis itu ditandatangani dan diketahui Ketua PMI Jakarta Timur,” Krisdianto serta dinyatakan langsung oleh,” Kepala Markas E Komalasari.

Komalasari menjelaskan,” peristiwa penganiayaan petugas PMI itu terjadi sekitar pukul 23:25 Wib di depan lobby menara BNI, Pejompongan. Saat itu, tim medis sedang mengobati korban kerusuhan, tiba-tiba aparat Brimob menyantroni mobil Ambulance. Dengan dalih sedang melakukan sweeping, aparat Brimob tersebut langsung membuka paksa pintu ambulans dan menarik serta pemukulan terhadap salah seorang korban yang sedang mendapat pertolongan pertama, Orang yang sedang terluka malah di pukul,” Tutupnya.

Sumber,” Fahri Zbb (Gmm)