Anak Tega Membantai Ibu Kandung.

BLITAR, GLOBALMARTAMEDIA.COM

  • @ Membuka Jendela Dunia.

Seorang pria yang tinggal di Blitar Jawa Timur,” Heri (30) tahun, Warga Desa Karang Bendo, Kecamatan Ponggok Blitar, Tega Membacok ubi kandungnya sendiri,” Sai’in (51) tahun, Sabtu sekitar pukul 15:40 Wib, Bacokan yang berulang kali dilakukan oleh Heri (pelaku) Membuat ibu kandung tewas bersimbah darah. (15/09/2019)

Sai’in,” Ibu kandung Heri yang mengalami sejumlah mata luka dan langsung dibawa ke RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar. Informasi yang didapat menyebutkan, Sabtu petang korban baru pulang dari sawah. Begitu masuk ke rumah, korban langsung disambut dengan bacokan oleh anaknya, Syaitan apakah yang sedang merasuki ke jiwa Heri sehingga tega membantai ibu kandung sendiri.

Heri pelaku pembantaian ibu kandung.

Pelaku dengan kalap menyabetkan sabit (Calong) ke tubuh Sai’in berkali-kali, Korban banyak mengalami luka bacok di bagian kaki, tangan dan wajah. Usai membacok ibu kandungnya, Heri sembunyi di dalam rumah dan menutup semua pintu. Warga yang mendengar peristiwa itu berdatangan ke lokasi. Tapi, warga tidak berani masuk ke rumah karena mengetahui pelaku masih membawa Calong.

Aparat Kepolisian begitu menerima laporan, mereka langsung ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP) Banyak warga yang berkumpul di lokasi. Sedangkan pelaku masih dalam rumah. Warga tidak berani masuk ke dalam rumah karena tahu pelaku masih bawa sabit, Sony akhirnya mendobrak pintu rumah dan sempat bergumul dengan pelaku di lantai rumah,” Ungkapnya.

Dibantu aparat Babinsa, Sony berhasil menangkap pelaku dan anggota lain kemudian ikut mengamankan Heri. Pelaku kami tembak kakinya karena melawan. Tangan saya juga bengkak karena bergumul dengan pelaku, Setelah ditangkap, Sony mengaku juga kesulitan membawa pergi pelaku dari lokasi. Sebab, warga yang sudah berkumpul di lokasi untuk menghakimi pelaku,” Jelasnya.

Didalam mengamankan pelaku aparat Kepolisian sangat kerepotan, aparat menjaga agar pelaku tidak diamuk massa saat pergi dari lokasi,” katanya. Sony mengaku masih belum mengetahui apa motif pelaku, dan akan terus mendalaminya, Kami belum tahu motifnya pelaku apa? Masih kami dalami,” kata Kapolsek Ponggok,” Iptu Sony Suhartanto. Heri ternyata memiliki perilaku buruk di lingkungan tempat tinggalnya,” Tegasnya.

Pelaku sering mengancam akan membunuh beberapa warga tanpa alasan yang jelas. Hal itu disampaikan tokoh masyarakat Desa Karangbendo,” Sugeng Wahono, saat ditemui di Polsek Ponggok, Sabtu (14/09/2019) malam. Dia sering membuat masalah di lingkungan,” Sugeng mengatakan Heri pernah mengancam warga yang ikut jamaah Shalat Subuh di Mushalla,” Sesalnya.

Keluarga menganggap Heri kerasukan.

Pelaku pernah mengalungkan senjata tajam di leher warga yang ikut jamaah shalat subuh. Warga pernah melaporkan masalah itu ke perangkat desa. Lalu warga dan pelaku membuat surat pernyataan. Kalau pelaku membuat masalah lagi di lingkungan, warga mengusirnya dari lingkungan,” sebut Sugeng. Dengan kejadian terakhir, kata Sugeng, warga sepakat dan membuat surat pernyataan menolak Heri kembali tinggal di lingkungannya,” Pungkasnya.

Pernyataan itu disampaikan ke perangkat desa dan polisi. Kami sepakat tidak mau menerima dia lagi tinggal di lingkungan. Kalau kembali tinggal di lingkungan, kami tidak bisa menjamin keselamatannya, Heri sudah sering membuat warga takut untuk shalat subuh berjamaah, Bahkan dia mengancam klo ketahuan dia ada yang berani keluar shalat subuh akan dia bunuh,” Tutupnya.

Sumber,” Fahri Cnn (Gmm)